Senin, 16 Mar 2026
light_mode

Jeruk Manis Sibanggor, Riwayatmu Kini.

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
  • print Cetak


Masa kejayaan Jeruk Huta Sibanggor yang sempat terkenal hingga ke Sumatera Barat agaknya kian hari kian mengalami kepunahan. Kekhasan rasa jeruk yang terbilang lebih manis dari jeruk kebiasaannya tersebut dikhawatirkan akan tinggal nama, akibat adanya hama CCPD atau jamur batang merah yang menyerang tanaman sejak 2001 dan hingga kini belum dapat diatasi. Wajar saja masyarakat yang selama ini bertani jeruk di kawasan tiga desa yakni, Simbanggor Julu, Simbanggor Toga, dan Simbanggor Jae mulai dilanda keresahan. Pasalnya, tanaman jeruk yang sempat dijadikan andalan mata pencarian, kini tidak lagi hidup subur akibat serangan jamur batang merah, “Kalau dulu lahan sepuluh hektar saya tanami jeruk, bahkan jika panen kami bisa menjualnya sampai ke Jakarta,”.kenang Baharuddin, salah seorang petani jeruk. Menurut Baharuddin Nasution (45) yang juga sebagai Ketua Kelompok Tani Desa Sim­banggor Julu karena serangan hama jamur batang merah ia kini hanya menanam jeruk hanya beberapa batang saja yang ditaman di sekitar rumahnya dan itu pun sangat jarang berbuah. Padahal menurut Baharuddin, sekitar tiga tahun lalu mereka menanam jeruk paling sedikit satu sampai dengan dua hektar dan hasilnya sangat memuaskan. “Sejak munculnya hama tersebut, setiap kali kami menanam namun belum cukup umur, jeruk itu kering dan lama-kelamaan mati dan saat itu. Kejadian ini kami konsultasikan dengan Dinas Pertanian di Penyabungan dan setelah adanya hasil dari penelitian, hama yang menyerang bernama CCPD atau Jamur batang merah atau api namun sampai saat ini belum juga tertanggulagi,” jelas Baharuddin. Meskipun dalam keterpurukan namun harapan untuk kembali mengulang gernilangnya tanaman jeruk masih belum sirna, maka beberapa petani masih berusaha untuk melestarikan beberapa pohon jeruk untuk dijadikan bibit yang mereka yakini akan dapat menanam kembali dalam jumlah besar.

Harapan yang dinanti ternyata datang juga dengan adanya bantuan pihak Pemerintahan melalui Dinas pertanian Kab. Mandailing Natal yang memberikan sejumlah bibit, namun sayangnya bantuan itu belum memiliki manfaat yang besar. Persoalannya, untuk kembali menanam jeruk dengan jumlah besar bukan kebutuhan bibit semata yang dibutuhkan namun bagaimana pemerintah terelebih dahulu dapat menanggulagi penyakit yang menyerang tanaman jeruk mereka. Sebenarnya menurut Baharuddin yang mewakili para petani lainnya, ia sudah beru­lang kali mengadukan hal ini kepada intansi yang berwenang namun respon dari pemerintah sangat lamban bahkan terkesan seperti tidak mempedulikannya, “Saya sudah melaporkan hal ini ke Dinas Pertanian, tapi sampai sekarang belum tanda-tanda dinas pertanian yang menanganinya secara serius, apakah memang mereka tidak memiliki keahlian dalam menanggulangi hama jamur api itu” ungkap Baharuddin dengan nada bertanya.

Alihfungsi
Akibat serangan hama jamur api yang belum dapat ditanggulagi, terpaksa para petani saat ini banting stir untuk menanami lahannya dengan tanaman lain. Saat ini banyak petani di Desa Sibanggor Julu beralih ke tanaman keras seperti karet dan coklat . Masing-masing bisa mencapai 1/4 s/d 1 ha yang mereka tanam. Baharuddin sendiri telah menanam karet dan coklat sekitar satu hektar. Hanya saja, alihpungsi tanam itu belum juga menunjukkan hasil yang maksimal, “Karena baru beberapa bulan ini saya beralih ke karet dan coklat, sebelumnya saya menanam tanaman muda, seperti cabe, tomat dan lainnya, namun karena cabe kami juga terserang penyakit daun keriting, saya menghentikan tanaman tersebut,” keluh Baharuddin.

Tanaman alih fungsi ke cabe sebenarnya boleh dibilang sempat berhasil namun kondisi itu tidak bertahan lama akibat kembali datangnya serangan hama. Baharuddin bersama petani lainnya sempat beralih ke tanaman cabe dan Baharuddin sendiri memiliki tiga rante atau 500 batang pohon cabe, dan dari tanaman itu dia bisa menghasilkan 2 juta setiap kali panen. Keberhasilan itu pula yang akhimya menggairahkan para petani lebih meningkatkan tanaman cabe dengan skala besar bahkan hingga sampai 40 ha. Dan pada musim panen mereka bisa meraup hasil sampai 20 ton per­minggu. Namun lagi-lagi hama kembali datang menyerang hingga tanaman cabe yang sempat memberikan nadi kehidupan mereka kembali gagal panen.

“Dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini hasil cabe kami hanya bisa menghasilakan empat ratus kilogram per-minggunya. Jelas harga jual pun sangat merosot karena serangan hama banyak cabe yang membusuk atau mengecil,” tutur Baharuddin kesal. Agaknya perjuangan Baharuddin bersama teman petani lainnya sudah cukup maksimal namun apa daya nasib keberuntungan belum berpihak pada mereka. Meskipun demikian, Baharuddin bersama kelompok tani lainnya tetap berharap untuk mencari jalan keluar agar bisa kembali menanam jeruk sebagai mata pencarian mereka yang juga sekaligus membawa nama harum Huta Sibanggor sebagai penghasil jeruk bermutu baik. “Kami berharap kiranya peran pemerintah dalam hal ini harus serius, sebab jeruk Sibanggor harus tetap menjadi primadona di desa ini. Kami tidak ingin jeruk sibanggor hanya tinggal nama nantinya dan tentunya akan membawa kematian bagi kami” harap Baharuddin.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Sumut: Kasasi Atau Tidak Tunggu Instruksi

    KPU Sumut: Kasasi Atau Tidak Tunggu Instruksi

    • calendar_month Senin, 28 Des 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      MEDAN– KPU Sumatera Utara mengklaim belum menerima instruksi apapun dari KPU RI terkait tindak lanjut putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan yang memenangkan gugatan Jopinus Ramli (JR) Saragih-Amran Sinaga. Anggota KPU Sumut divisi hukum Evi Novida Ginting mengatakan, PT TUN Medan memberikan batas waktu 14 hari untuk menyampaikan tanggapan terhadap putusan tersebut. “Kami […]

  • Harga Buah Impor di Madina Turun

    • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam dua minggu terakhir ini harga buah impor di tingkat agen mengalami penurunan di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) setelah sempat naik yang mencapai 100 persen. Rusdi Nasution, seorang pedagang buah di pasar Panyabungan menjawab wartawan, Jum’at (31/5) mengungkapkan penurunan harga sejumlah buah impor mencapai 30 persen. Buah apel misalnya, dua […]

  • Kasus Tanah Kuburan Perantau Asal Madina Dukung Pemeriksaan Sekda

    Kasus Tanah Kuburan Perantau Asal Madina Dukung Pemeriksaan Sekda

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Putra Mandailing Natal (Madina) yang berada di perantauan, Syahrir Nasution, mendukung langkah Kejatisu dalam menuntaskan dugaan korupsi pengadaan lahan kuburan yang melibatkan Sekdakab Madina M Daud Batubara. Kasus ini terjadi saat Daud menjabat Kabag Tapem Pemko Padangsidimpuan. Dukungan antara lain disampaikan Syahrir Nasution, putra Batang Natal kepada MedanBisnis melalui telepon seluler, Kamis (19/1). Ia […]

  • DPRD dan Pemkab Madina Diminta Lindungi Rakyat Batahan Menghadapi PTPN IV

    DPRD dan Pemkab Madina Diminta Lindungi Rakyat Batahan Menghadapi PTPN IV

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD dan Pemkab Mandailing Natal (Madina) diharapkan mampu melindungi hak-hak rakyat di Batahan yang berhadapan dengan PTPN IV. Itu dikatakan kuasa hukum warga Desa Sikapas, Kecamatan Batahan, Ridwan Rangkuti, SH.MH menjawab Mandailing Online di gedung DPRD Madina usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (28/3/2022). Persoalan lahan-lahan warga yang ditengarai diserobot […]

  • Kemenag Tidak Terima Lowongan Pelamar Umum

    Kemenag Tidak Terima Lowongan Pelamar Umum

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Seluruhnya Diisi Oleh Tenaga Honorer JAKARTA, – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan tidak menerima pendaftaran CPNS baru dari pelamar umum. Seluruh kuota CPNS baru yang mereka terima, dipakai untuk menuntaskan pengangkatan tenaga honorer kategori I maupun II. Kepala Pusat Informasi dan Humas (Pinmas) Kemenag Zubaidi mengatakan, dirinya sudah mendapatkan informasi tentang skema tes CPNS Kemenag langsung […]

  • Pemkab Madina Aneh, Panggil Wartawan Karena Berita Tambang Emas Ilegal Diduga Melibatkan Kades

    Pemkab Madina Aneh, Panggil Wartawan Karena Berita Tambang Emas Ilegal Diduga Melibatkan Kades

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online: Pemkab Madina mulai berlagak aneh, untuk memenuhi unsur pemeriksaan terhadap Kepala Desa Simpang Banyak dengan dugaan keterlibatan kegiatan Penambangan Tanpa Izin (PETI) lewat Inspektorat Madina memanggil wartawan untuk dimintai keterangan. Melalui surat nomor : 700/1185/Insp/2025 Tanggal 14 Agustus 2025, bersifat Penting, memanggil Sahren Hasibuan salah satu wartawan media online di Madina. hal […]

expand_less