Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

KEBENARAN YANG HILANG

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2015
  • print Cetak

                       

(Tinjauan Kepemimpinan Dahlan Hasan Dalam Kajian Komunikasi)

Oleh : Asrul H. Nasution
Alumnus Pasca Sarjana UIN Sumatera Utara

 

Siapa yang tidak mengenal Drs.H. Dahlan Nasution atau yang lebih familiar disapa dengan pak Dahlan? Pamong senior yang sudah malang melintang dalam dunia birokrasi ini sekarang diberikan amanah menjadi Bupati Mandailing Natal.

Beliau telah menorehkan beberapa keberhasilan dalam pembangunan kendatipun memang harus diakui terdapat juga kekurangan. Pro kontra dalam penyikapan terhadap pembangunan yang terjadi belakangan ini sesungguhnya lumrah dan sangat manusiawi dikarenakan tidak semua visi misi pak Dahlan bisa dilaksanakan sepenuhnya mengingat banyak hal yang menjadi kendala utamanya keterbatasan dan ketersediaan waktu yang ada. Pak Dahlan sangat menyadari ini sepenuhnya bahwa masih banyak hal yang belum bisa dikerjakan dipenghujung jabatannya.

Dalam berbagai kesempatan, statement seperti ini kerap diungkapkannya. Dan ini pekerjaan rumah yang harus diselesaikan demi pembangunan yang berkelanjutan. Tentu saja butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengaplikasikan semua keinginan masyarakat. Namun realitasnya, hanya dengan bekal hitungan bulan pemerintahan, beliau sudah berupaya menghadirkan pembangunan diruang-ruang masyarakat. Memang butuh proses dan tidak semudah membalik telapak tangan.  Namun dengan talenta kepemimpinan yang dimiliki, beliau bisa membangun optimisme yang dipancarkan melalui program-program pro kerakyatan yang dimilikinya.

Beliau bukanlah pemimpin dibelakang meja yang tersenyum mendengarkan laporan ABS (asal bapak senang), untuk memastikan laporan bawahannya beliau tidak sungkan-sungkan kelapangan tanpa seorangpun stafnya yang tahu. Blusukan istilah modren sekarang. Siapa yang bisa menyangka beliau hadir ditengah malam hanya untuk sekedar menyambangi warganya sambil minum kopi diwarung? Siapa yang menduga beliau mau “berlumpur ria” untuk membersihkan parit yang tersumbat di pusat pasar Panyabungan.

Sejak kapan Madina mengenal istilah Jum’at Bersih kalau bukan dimasa pemerintahannya? Siapa sajakah yang tahu bahwa beliau telah melarang  penggunaan kopi merk Mandailing dari salah satu resto yang ada di Bali? Apakah masyarakat tahu tahun 2015 ini akan dikembangkan kopi Mandailing seluas 20 Ha? Siapa juga yang bisa menyaksikan kegigihannya menjumpai stake holder dipusat agar bisa membantu program konversi lahan ganja jadi ladang holtikultura di Tor Sihite?

Lihatlah visionernya beliau dalam mewacanakan pembangunan RSU Panyabungan yang akan difungsikan sebagai pusat rujukan medis untuk tingkat regional? Bagaimana juga ide untuk merevitalisasi BUMD sehingga diharapkan kelak akan jadi menyumbang  kas daerah? Pun juga dengan pengembangan padi jenis baru yakni siganteng yang akan diproyeksikan untuk kembali merebut predikat lumbung beras Sumatera Utara? Tidak banyak juga yang tahu bahwa beliau dengan kepiawaiannya dalam berdiplomasi telah berhasil mewujudkan pembebasan sebanyak 84 dari 100 desa yang selama ini masuk didalam kawasan Hutan Lindung. Hampir tidak ada juga yang tahu bahwa renegoisasi areal kontrak karya PT. SMM dari semula 66.000 Ha akan diupayakan menjadi 20.000 Ha. 

Kelak juga Bandara Bukit Malintang akan menjadi kebangggan masyarakat Tabagsel karena dengan mudah dilandasi pesawat jenis Boing 737. Apresiasi juga pembangunan pelabuhan Batahan untuk melengkapi sejumlah pelabuhan dipesisir Barat Sumatera yang diproyeksikan sebagai pelabuhan transit dan konon akan dilengkapi dengan tangki curah. Dalam bidang pelestarian budaya, beliau juga tidak tinggal diam, beliau sudah mengadakan pertapakan Sopo Godang. Demikian juga dengan pembangunan Asrama Haji Madina yang konon sudah memasuki tahapan penghitungan anggaran guna menjawab kebutuhan masyarakat Madina yang dikenal religius.

Kenapa sedemikan banyak prestasi yang telah digoreskan pak Dahlan ini nyaris tidak pernah terpublikasi dimasyarakat? Kenapa sangat jarang ditemukan berita pembangunan Madina dimedia kecuali berita tentang ganja dan sebagainya? Kenapa masyarakat dominan tidak mengetahui kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini? Inilah pertanyaan besar hari ini dan tentu saja jawabannya pasti akan  panjang dan berliku karena membutuhkan pembedahan guna mengetahui titik kelemahan.

Sesalnya jika inipun harus dielaborasi lebih mendalam akan menelanjangi beberapa SKPD yang nyaris tidak pernah mempublikasikan kegiatannya dimedia. Ini sebenarnya persoalan serius yang bisa saja mengartikan ada  dikotomi antara pemerintah  dengan masyarakat. Pun begitu juga, mengandung makna adanya sekat pemisah antara pemerintah dengan pers padahal sesungguhnya pak Dahlan amat sangat dekat dengan kalangan kuli tinta. Ini dibuktikan dengan penghargaan yang diterima pak Dahlan sebagai Sahabat Pers.

Ketiadaan informasi ini alhasil membuat masyarakat bingung sekaligus heran dengan apa yang dikerjakan pemerintahan selama ini. Lantas siapa yang harus dipersalahkan atas kondisi ini?  Siapa yang harus bertanggung jawab ketika masyarakat salah persepsi menilai pembangunan dan celakanya menyebut pemerintahan lebih banyak berdiam diri? Kendatipun ini masih perlu untuk didialektikakan lebih lanjut, namun tentu saja berbaik sangka merupakan pilihan yang bijak.

Dipastikan ada sesuatu yang salah dan ini harus dievaluasi jika dianggap penting. Keterbukaan informasi dizaman globalisasi ini terasa sangat penting. Terlepas dari profesi manapun, yang jelas masyarakat sangat membutuhkan informasi tentang apa saja mengenai daerahnya. Dengan informasi ini akan terlihat geliat roda pembangunan, akan tersajikan peluang, tantangan sekaligus harapan kedepan. Ragam informasi ini akan semakin mencerahkan sekaligus juga mencerdaskan masyarakat secara keseluruhan. Ada ruang tempat publik berpartisipasi dalam pembangunan, ada wahana untuk mengekspresikan saran, pendapat dan tanggapan terhadap sesuatu yang dipersoalkan. Masihkah kita ingat dengan tema yang diusung dalam perayaan ulang tahun Madina ke-16 belum lama ini? Iya membangun dan melayani.

Apa saja yang telah dibangun selama ini dan bagaimana juga proses pelayanan terhadap masyarakat selama ini? Seharusnya jawaban itu bisa didapatkan dalam berbagai pemberitaan. Darimana lagi masyarakat mengetahui perkembangan jika bukan dari berita. Apakah anda yakin masyarakat dari desa Huta Tua akan datang kekantor Bupati hanya untuk menanyakan sampai sejauhmana perkembangan konversi lahan ganja yang dicanangkan Bupati? Apakah masyarakat Batahan akan datang kekomplek perkantoran Payaloting secara khusus hanya untuk menanyakan perkembangan pembangunan pelabuhan? Yakin dan percaya masyarakat akan selalu mengikuti perkembangan pemberitaan tersebut secara seksama karena inilah daerah kebanggaannya.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa pemimpin besar memiliki berbagai tipe kepribadian dasar yang beraneka ragam. Bukan artinya keras itu jahat dan lembut itu lemah. Masing-masing punya sisi positif dan negatif. Sayangnya, sisi positif itu bisa hilang bila cara pandang hanya berdasar emosi semata. Saat membaca berita mengenai realita, jangan lupa sesuaikan dengan konteksnya.

Di sisi ini terlihat keunikan kepemimpinan komunikasi Dahlan Hasan. Sebagai kepala daerah yang cekatan dia tidak terlalu ambil pusing dengan publikasi dan dokumentasi sebab apa yang dilakukannya adalah bentuk pengabdian yang tulus bagi warganya. Mencerminkan komunikasi yang didasari keikhlasan yang dibarengi dengan sikap kesederhanaan. Jika kepala daerah dizaman globalisasi dewasa ini kerap menggunakan media baik eletronik, cetak dan sosial sebagai sarana untuk mensosialisasikan keberhasilan pembangunan bahkan kesannya narsis, norak dan kebablasan dengan begitu banyaknya wajah kepala daerah yang terpampang dimana-mana. Namun fenomena kepala daerah model seperti ini tidak berlaku bagi pak Dahlan.

Di titik ini beliau berhasil menjungkirbalikkan teori komunikasi konservatif.  Pak Dahlan ini seperti air yang mengalir begitu saja. Membiarkan masyarakat menilainya tanpa rekayasa, tanpa intrik, tanpa sentuhan dan tanpa kepentingan. Berlangsung secara murni dan natural. Bisa jadi, beliau tidak pernah memaksakan agar SKPD jor-joran mengiklankan keberhasilan pembangunan. Bisa jadi juga beliau tidak akan memarahi bawahannya hanya dikarenakan tidak membuat berita tentang kegiatan yang diikutinya atau juga tidak akan mencopot para pembantunya hanya dikarenakan tidak menampilkan fotonya dispanduk kegiatan SKPD bawahannya. Beliau tidak butuh pencitraan yang berlebihan itu yang saya amati selama ini.

Beliau mengawal karir birokrasi dari nol, dan ini tentu saja diyakini komunikasi memegang peranan penting selama dalam perjalanan tersebut. Oleh karena itu, belajar dari pengalaman kedepan perlu diperbaiki pola komunikasi dan informasi supaya lebih baik agar fakta-fakta pembangunan bisa tersajikan dihadapan masyarakat. Kedua hal ini memegang peran vital dan strategis seperti ungkapan orang bijak yang menyebut siapa yang menguasai informasi maka dia akan menguasai dunia.

Informasi pembangunan dewasa ini berlangsung secara tidak sehat dan tidak objektif, bukan hanya sumir semata namun lebih dari itu  cendrung mengarah ke pembentukan opini yang sesat dan tendensius.  Hal ini sungguh tidak fair. Sekecil apapun prestasi yang dilaksanakan pak Dahlan dalam pembangunan harus tetap diakui sebagai keberhasilan pembangunan.

Artikel ini tidaklah berpretensi untuk mengkultuskan pak Dahlan, tulisan ini hanya catatan kecil masyarakat biasa yang bisa dianggap sebagai kriktikan konstruktif agar kedepan nanti masyarakat semakin tercerahkan dengan pemberitaan pembangunan Madina dari hari kehari. Pergantian waktu dari siang kemalam sebisa mungkin dimaknai secara positif bahwa segala upaya  dalam memberikan sumbangan dalam pembangunan walau sebiji zarrah-pun pasti akan mendapatkan balasan  yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa. Mari selalu berpikir positif karena tuhan tidak akan pernah tidur melihat hamba-Nya yang sedang berusaha dan bekerja demi kemaslahatan masyarakat….!!!

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rambin Rapuh, Warga Menjerit

    Rambin Rapuh, Warga Menjerit

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) : Rambin itu sudah rapuh. Anak-anak sekolah harus hati-hati menyeberang, khawatir papan lantai patah, di bawah rambin mengalir sungai deras berbahaya penuh bebatuan besar. Keselamatan warga yang melintasi membawa hasil pertanian dan perkebunan juga dipertarhkan, sebab hanya rambin ini jalur yang menghubungkan warga yang berdomisili di Dusun Air Mamecah ke Desa […]

  • Unjukrasa Desak DPRD Madina Bentuk Pansus SMGP

    Unjukrasa Desak DPRD Madina Bentuk Pansus SMGP

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) –  Puluhan pengunjukrasa mendesak DPRD Mandailing Natal membentuk Panitia Khusus (Pansus) atas tragedi keracunan warga Sibangggor Julu di wilayah kerja PT SMGP. Pengunjukrasa dari Aliansi Perhimpunan Pemuda Madina Bersatu itu melakukan aksi unjukrasa ke gedung DPRD Mandailing Natal, Rabu (17/2/2021). DPRD Mandailing Natal selaku wakil rakyat dinilai tidak memiliki sikap yang jelas atas […]

  • Lahan PT GPL Kurang, Masyarakat Sinunukan Meradang

    Lahan PT GPL Kurang, Masyarakat Sinunukan Meradang

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meradang. Kebun plasma kelapa sawit yang dijanjikan PT Gruti Pratama Lestari (GPL), hingga kini tak kunjung terealisasi. Warga meradang, anggota dewan tak tinggal diam. Komisi II DPRD Madina lantas memanggil pihak perkebunan, kenapa kebun plasma untuk masyarakat tak kunjung direalisasikan. Pada pertemuan di Kantor DPRD Madina, Panyabungan, […]

  • Kasus Pemalsuan Surat Rekomendasi Labura Serahkan Sanksi ke Pemkab Madina

    Kasus Pemalsuan Surat Rekomendasi Labura Serahkan Sanksi ke Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Aekkanopan. Pemkab Labuhanbatu Utara (Labura) menegaskan bahwa mereka tidak pernah menerbitkan surat rekomendasi Bupati H Kharuddinsyah tentang persetujuan pindah salah seorang pegawainya Mhd Idris Batubara ke Pemkab Madina. Soal surat rekomendasi yang kini beredar diduga palsu. Namun, Pemkab Labura tidak akan melakukan upaya hukum atas dugaan pemalsuan surat rekomendasi itu. Soal tindaklanjutnya berupa sanksi, misalnya, […]

  • Sofwat Pelopor Perubahan Menguat, Atika Lokomotif Ekonomi Tenggelam

    Sofwat Pelopor Perubahan Menguat, Atika Lokomotif Ekonomi Tenggelam

    • calendar_month Rabu, 4 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hari pencoblosan Pilkada Madina tinggal sebulan lagi. Hingga posisi ini pasangan Sofwat-Beir masih unggul di kancah penggiringan opini publik oleh tim media yang solid. Tim publikasi pasangan nomor urut 3 ini sangat teguh dan konsisten menyuarakan idiom-idiom “pelopor perubahan”; “pemimpin tegas dan bersih”; “harapan baru telah lahir”. Idiom-idiom itu begitu kuat mempengaruhi publik, terutama kalangan […]

  • Madina Terima Sertifikat DBH 16,4 Miliar

    Madina Terima Sertifikat DBH 16,4 Miliar

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menerima sertifikat Pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) dari Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution. Penyerahan dilakukan pada acara Launching UHC Prioritas Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Senin (29/9/2025). Sertifikat tersebut diterima oleh Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi […]

expand_less