Senin, 16 Mar 2026
light_mode

Percepat Pemungutan Suara Ulang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Des 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Berkaitan semakin dekatnya jadwal pembahasan RAPBD Kabupaten Mandailing Natal Tahun Anggaran 2011, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Madina Ali Mutiara Rangkuti, mengingatkan pemerintah daerah, DPRD maupun KPU Madina dalam hal percepatan pemungutan suara ulang Pemilukada Madina sesuai dengan amanah putusan Mahkamah Konstitusi.

“Semua pihak harus fokus dalam mempersiapkan hal tersebut. Tidak ada satupun alasan, baik alasan hukum formil, politik, maupun anggaran, untuk menunda-nunda atau memperlambatnya,” tegas Ali Mutiara di Panyabungan, Jumat (10/12/2010).

Seputar masih banyaknya perdebatan tentang pasangan calon yang berhak ikut serta dalam pemungutan suara ulang, Ali Mutiara mengatakan, sampai saat ini ia belum melihat adanya putusan hukum yang mengikat secara tegas tentang adanya perubahan akan hal tersebut. Sehingga semua pasangan calon berhak ikut serta dan masyarakat tidak perlu resah.

“Hal terpenting yang harus menjadi pemikiran pemerintah dan masyarakat, adalah bagaimana menciptakan sebuah kondisi yang kondusif bagi daerah untuk menyelenggarakan pemungutan suara pada pemilukada yang akan datang, baik dari aspek stabilitas daerah maupun anggaran. Khusus mengenai anggaran, saya ingin tegaskan bahwa tidak ada harga yang pantas untuk sebuah momentum aktualisasi kedaulatan rakyat. Untuk itu saya berharap bahwa kebijakan APBD 2011 harus diarahkan untuk mempercepat pemungutan suara pemilukada,” paparnya.

Tentang kemungkinan adanya lagi money politics dalam pemungutan suara ulang yang akan datang, Ali mengungkapkan, sejak awal, sebelum pemungutan suara yang lalu, ia sudah pernah sampaikan bahwa terjadinya praktik money politics kerap tidak hanya berawal dari kemauan dari pasangan calon Bupati/Wakil Bupati, namun didukung oleh masih dominannya partisipasi politik masyarakat yang tidak sehat.

“Untuk itu, saya kembali berharap agar kebijakan anggaran ke depan tidak hanya diarahkan kepada penyelenggaraan pemungutan suara, namun dengan bekerjasama dengan infrastruktur sosial yang ada, baik media maupun lembaga swadaya masyarakat, KPU dan pemerintah daerah dapat melakukan upaya-upaya penyehatan partisipasi publik dalam pemilukada. Sosialisasi anti money politics harus menjadi perhatian,” tandas Ali Mutiara.

Di tempat yang berbeda, Direktur Program Peningkatan SDM dan Partisipasi Publik CSAID (Centre for Studies and Aid Information of Development) Ridwansyah Lubis, menegaskan bahwa pentingnya sosialisasi anti money politics, tidak boleh diaktualiasikan dengan sekadar kampanye spanduk dan poster yang berisikan jargon-jargon anti money politics.

“Kita harus melihat money politics secara lebih substantif, dengan melihatnya sebagai bentuk gerakan apatisme masyarakat secara massal terhadap pemerintahan dan pembangunan yang selama ini berjalan. Masyarakat akan menolak money politics selama masyarakat ‘mengakui’ peran pemerintah secara efektif dalam perubahan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian masyarakat tidak akan menjual hak politiknya demi lembaran uang receh, dengan mempertaruhkan masa depan hidupnya secara kolektif,” tanggap Ridwan.

Untuk itu, sosialisasi anti money politics nantinya, diharapkan dapat melibatkan banyak komponen masyarakat, dan dilakukan dalam bentuk yang lebih efektif untuk membangun kesadaran masyarakat. Dalam pola jangka panjang, penyadaran masyarakat ini harus aktualisasikan oleh pemerintah daerah yang akan datang, dengan tidak lagi mengabaikan berbagai bentuk aspirasi publik, harap Ridwan. (BS-026)
Sumber : Berita Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaji Tenaga Ahli DPRD Madina Diduga Jadi Temuan BPK.Segini Besaran Anggaran nya

    Gaji Tenaga Ahli DPRD Madina Diduga Jadi Temuan BPK.Segini Besaran Anggaran nya

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ): rasa was was menyelimuti tenaga ahli di DPRD Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Pasalnya gaji tenaga ahli DPRD tahun anggaran 2024 dikabarkan jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi ( BPK-P ). Para staf ahli itu kabarnya diwajibkan melakukan pengembalian ke kas daerah. Isyu temuan BPK-P itu juga jadi bahan perbincangan […]

  • Bupati Madina Ajukan RAPBD Tahun 2011 Sebesar Rp574,15 Miliar

    Bupati Madina Ajukan RAPBD Tahun 2011 Sebesar Rp574,15 Miliar

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pejabat Bupati Madina Ir Aspan Sofian Batubara menyampaikan nota pengantar Rancangan Paraturan Daerah tentang RAPBD Tahun Anggaran 2011 sebesar Rp.574.152.038.000 pada sidang paripurna di Gedung DPRD Mandailing Natal (Madina), Jum’at(17/12). Sidang dipimpin Ketua DPRD Madina As Imran Khaitamy Daulay SH dan dihadiri 24 Anggota DPRD dari 40 angota, Kapolres Madina, Kajari Panyabungan, Ketua Pengadilan Negeri […]

  • PT. Inanta Jangan Diberi Izin

    PT. Inanta Jangan Diberi Izin

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Bupati Madina Hidayat Batubara diminta tegas, jangan memberikan izin kepada PT. Inanta karena dinilai akan membawa bencana kepada masyarakat sekitar Kecamatan Batang Natal. Kordintor ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) wilayah Sumut dan NAD, Syahrir Nasution SE kepada Mandailing Online melalui telpon selulernya, Selasa (14/2) menyatakan, lokasi yang diminta PT Inanta berlokasi pada […]

  • Penyuap Bupati Madina Disidang

    Penyuap Bupati Madina Disidang

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, – Kontraktor yang tertangkap menyuap Bupati Mandailing Natal, Surung Panjaitan selaku Direktur PT Bumi Lestari Energi menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (19/8/2013). Dalam dakwaannya, tim Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi Supardi dan Irene Putri menyebutkan pada tahun 2013 Kabupaten Madina memproleh BDB dari Pemprov Sumut […]

  • Pemkab dan DPRD Sepakati KUA PPAS 2023

    Pemkab dan DPRD Sepakati KUA PPAS 2023

    • calendar_month Jumat, 18 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menandatangani Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2023 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Madina, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Jumat (18/11/2022). Dalam sambutan Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution yang dibacakan Wabup Madina mengatakan […]

  • Dua Sungai Di Madina Bisa Hasilkan 30 MW Listrik

    Dua Sungai Di Madina Bisa Hasilkan 30 MW Listrik

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Natal di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dapat menghasilkan arus listrik 20 hingga 30 mega watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hitro (PLTMH). Tiga perusahaan swasta sudah melirik Madina dalam rencana investasi. Ketiganya adalah PT.Demarco Energi Sejati, PT.Terrasys Energi Madina dan PT. Hesa Laras […]

expand_less