Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode

Buntut Pembunuhan di Muara Sipongi, Satu Rumah Dibakar Massa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Feb 2016
  • print Cetak
Siasa puing rumah milik Yadni yang dibakar massa

Siasa puing rumah milik Yadni yang dibakar massa

MUARA SIPONGI (Mandailing Online) : Pembunuhan sadis terhadap Abdullah (22) di Muara Sipongi, Mandailing Natal Senin lalu, berbuntut panjang. Satu rumah dibakar massa pada Selasa (2/2) malam.

Rumah yang dibakar adalah milik Yadni di Dusun Ai Molili Desa Ranjau Batu. Yadni merupakan orangtua kandung H, pria yang diduga warga sebagai tersangka pelaku pembunuhan terhadap Abdullah.

Informasi yang dihimpun dari lapangan, Rabu (3/2), warga  dari pihak korban merasa kesal karena yang diduga tersangka berinisial H melarikan diri dari desanya di malam kejadian penemuan jenazah Abdullah.

Massa bergerak dari perkampungan Relokasi Perumahan Afgas ke Dusun Ai Molili Desa Ranjau Batu yang terpaut jarak tempuh sekira 5 kilo meter.

“Usai tahlilan di rumah korban, warga bergerak langsung membakar rumah  Yadni di  Ai Molili Desa Ranjau Batu,” ujar salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Pantauan di lokasi kejadian,  rumah yang sekaligus kedai kopi yang terbuat dari papan ini sudah rata dengan tanah, yang tersisa hanya bekas-bekas pembakaran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam pembakaran ini, sebab Yadni pemilik rumah dan keluarganya sudah mengungsi terlebih dahulu ketika mendengar massa bergerak ke arah rumahnya.

Sementara itu, Kapolsek Muara Sipongi, AKP Junaidi yang dijumpai membenarkan kejadian pembakaran tersebut.

“Tadi malam massa pihak korban telah  membakar rumah milik Yadni. Kita dari pihak kepolisian telah berusaha melakukan pengamanan, namun karena banyaknya massa yang datang, kebakaran itu tidak bisa dihindari,” ujar Kapolsek.

Dikatakannya, massa datang sekitar pukul 22.10 Wib Selasa malam dengan menaiki sepeda motor. Jumlahnya ada sekitar 60 orang, massa langsung mengadakan pembakaran. Sedangkan korban jiwa tidak ada, karena pemilik rumah sudah terlebih dahulu mengosongkan rumahnya. Rumah itu sekaligus keda kopi terbuat dari papan dengan ukuran 2 x 4 x 6 meter.  Kerugiaan diperkirakan 10 juta Rupiah.

Sekedar diketahui, Abdullah (21) warga Perumahan Relokasi Afgas, Kecamatan Muarasipongi ditemukan terkapar di dalam jurang jalan Lintas Sumatera sedalam 30 meter di kawasan Ai Molili, Bukit Dua Belas, Dusun Pinyongek, Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muarasipongi, Senin (1/2) sekira pukul 06.30 Wib. Dari kondisinya yang mengenaskan, korban diduga tewas terbunuh.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinilai Curang, Massa Minta Ketua KPU Dicopot

    Dinilai Curang, Massa Minta Ketua KPU Dicopot

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Puluhan warga melakukan aksi protes di Kantor KPU, mereka menuding Komisi Pemilihan Umun ( KPU ) melakukan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah, Ratusan personil kepolisian dari Polres setempat pun diturunkan untuk menjaga aksi warga. Kericuhan sempat terjadi, aksi massa hendak menerobos brigade kepolisian yang menjaga kantor KPU, untuk memukul mundur pengunjuk […]

  • TKI Perempuan Diduga Diperkosa Tiga Polisi Malaysia

    TKI Perempuan Diduga Diperkosa Tiga Polisi Malaysia

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Saya takut, tidak punya pilihan kecuali melayani ketiga polisi itu.” Seorang tenaga kerja Indonesia perempuan mengaku diperkosa oleh tiga polisi Malaysia. TKI perempuan berusia 25 tahun itu mengaku pemerkosaan berlangsung di kantor polisi di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia. New Strait Times, Sabtu 10 November 2012, memberitakan, TKI itu mengaku sebelum diperkosa tengah berjalan-jalan di wilayah […]

  • Dua Pembunuh Wartawan Ditangkap, 4 Lainnya Buron

    Dua Pembunuh Wartawan Ditangkap, 4 Lainnya Buron

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      LABUHANBATU (Mandailing Online) – Dua dari 6 tersangka pembunuh dua wartawan di Labuhanbatu, Sumut ditangkap Polres Labuhanbatu, Selasa (5/11/2019). Keduanya ditangkap di Kecamatan Panai Hilir sekira pukul 01.30 WIB. Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darajot mengatakan, kedua tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial VS (49) dan SH. Keduanya warga Dusun VI Sei siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai […]

  • Majikan Akui Siksa Sumiati

    Majikan Akui Siksa Sumiati

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HP Masuk Klausul Pengiriman TKI JAKARTA – Kasus penyiksaan Sumiati binti Salan Mustapa (23), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) di Arab Saudi memasuki babak baru. Dalam pemeriksaan lanjutan, istri majikan Sumiati, Khalid Saleh Mohammad Al Hamimi telah mengakui perbuatan kejinya kepada buruh migran Indonesia itu. “Tersangka mengakui sempat membantah, namun […]

  • Galundung Kian Mencemaskan

    Galundung Kian Mencemaskan

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Unit-unit gelondong batuan emas (galundung dalam bahasa Mandailing-red) kian mengkhawatirkan kerena sudah lama menyebar di pemukiman padat penduduk di Mandailing Natal. Sejauh ini pemerintah daerah terkesan diam membisu. Bahaya mercuri dari limbah gelondongan sangat luar biasa bagi generasi yang akan datang. “Ini dampak negatif dari tambang-tambang liar di Huta Bargot dan […]

  • Saatnya Dunia Internasional Intervensi Militer Mesir

    Saatnya Dunia Internasional Intervensi Militer Mesir

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Dunia internasional dinilai perlu segera melakukan intervensi terhadap militer Mesir menyusul tragedi berdarah, yang hingga Rabu (14/8) telah menewaskan hingga 525 rakyat sipil. Intervensi diyakini menjadi solusi terbaik yang ada guna menghindari semakin banyaknya jumlah korban yang terus berjatuhan. “Kebiadaban militer Mesir dalam menghadapi demonstran sudah melampaui batas dan cenderung merendahkan dan mengabaikan […]

expand_less