Kamis, 19 Mar 2026
light_mode

Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Lebih Pas di Mandailing Julu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Feb 2016
  • print Cetak
Sejumlah tokoh Mandailing Julu di Lopo Siri-siri

Sejumlah tokoh Mandailing Julu di Lopo Siri-siri

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah tokoh Madina meminta agar pembangunan monumen Jenderal Abdul Haris Nasution berlokasi di Mandailing Julu, bukan di Panyabungan.

Pilihan Mandailing Julu sebagai lokasi monument berpijak pada sejarah kelahiran sang jenderal, karena Ulu Pungkut Jae yang berada di kawasan Mandailing Julu merupakan kampung halaman Jenderal Abdul Haris Nasution.

Hal itu disampikan para tokoh Madina kepada wartawan di warung Lopo Siri-siri, Jalan Jenderal Abdul Haris Nasution, Lingkar Timur Panyabungan, Selasa (16/2) terkait adanya rencana pemerintah daerah dan Kodam I Bukit Barisan akan membangun monument Jenderal Abdul Haris Nasution di taman kota Panyabungan.

Para tokoh itu, yakni Mustofa Lubis (tokoh Mandailing Julu dan mantan anggota DPRD Madina), Syahril Nasution (tokoh Mandailing Julu dan mantan anggota DPRD Madina), Onggara Lubis (tokoh Mandailing Julu, ketua KNPI Madina), Tan Gozali (tokoh pemuda Madina) dan Panisean.

Menurut mereka, rencana pembangunan monumen Jenderal Abdul Haris Nasution yang digagas Pangdam Bukit Barisan sangat didukung penuh, hanya saja lokasinya lebih layak di Mandailing Julu dari sisi sejarah kelahiran sang jenderal.

Berdasar pendapat mereka, monumen tersebut tidak memiliki akar sejarah jika berlokasi di Panyabungan, karena di kawasan Panyabungan justru lebih layak dibangun monument Willem Iskander dan Sibaroar.

Jika monumen Jenderal Abdul Haris Nasution dibangun di Panyabungan juga akan menimbulkan kerancuan secara jangka panjang jika kelak Mandailing Julu menjadi kabupaten tersendiri. Seperti patung dan museum Sisingamangaraja XII yang berlokasi di Medan jika kelak Provinsi Tapanuli berdiri maka lokasi patung dan museum Sisingamangaraja XII akan menjadi aneh terlihat karena Sisingamangaraja XII lahir dan berjuang di tanah Bakkara, Toba, bukan di Tanah Deli.

Sementara itu, menurut Onggara Lubis, lokasi pembangunan monumen di Mandailing Julu sangat pas di kawasan Desa Muara Pungkut di pinggir Jalan Lintas Sumatera. Di situ ada satu titik lahan sekitar 1 hektar tak jauh dari muara pertemuan sungai Aek Lahatan atau Aek Pakantan dengan muara Batang Pungkut. Lokasi itu juga tak jauh berada dari Desa Huta Pungkut Jae kampung halaman sang jenderal serta tak jauh dari sekolah di Tamiang tempat sang jenderal dahulu bersekolah.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Elemen Masyarakat dan Mahasiswa Madina Dukung Perampingan SKP

    Elemen Masyarakat dan Mahasiswa Madina Dukung Perampingan SKP

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa Mandailing Natal menyatakan dukungan penuh terhadap draf perampingan SKPD yang diajukan Pj. Bupati Mandailing Natal kepada DPRD pada sidang paripurna yang digelar Kamis (11/11) di ruang Paripurna DPRD. Usulan Pj. Bupati Madina untuk memangkas instansi / SKPD yang dinilai tumpang tindih (Over Lapping) dan tidak efektif merupakan langkah maju […]

  • Penyaluran Bansos Terlambat, Pemprov Sumut Tegur Pemkab Madina

    Penyaluran Bansos Terlambat, Pemprov Sumut Tegur Pemkab Madina

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Finalisasi penyaluran bantuan sosial tahap I dari Pemprov Sumut di Madina terus molor. Pihak Pemprov Sumut pun sudah dua kali melayangkan Surat Teguran kepada Gugus Tugas Pemkab Madina. Akibatnya, Anggota DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH mengungkap rasa kecewa kepada Pemkab Madina selaku penyalur. “Pembaguan bansos Prov di Madina berlarut, dapat […]

  • Landasan Hukum Perobohan Kantor Kepala Desa Gunungtua Jae Masih Misteri

    Landasan Hukum Perobohan Kantor Kepala Desa Gunungtua Jae Masih Misteri

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Landasan hukum perobohan gedung kantor kepala desa Gunungtua Jae, Panyabungan, Mandailing Natal, masih misteri. Gedung itu baru berumur beberapa tahun, namun sudah dirobohkan tahun 2019 lalu oleh pemerintah desa untuk diganti dengan bangunan baru. Camat Panyabungan, Idris Batubara menjawab Mandailing Online, Kamis (6/2/2020) menyatakan sejauh ini dia belum menemukan […]

  • Fakhrizal Efendi Nasution Bantu Persatuan Wirid Yasin Hutapuli

    Fakhrizal Efendi Nasution Bantu Persatuan Wirid Yasin Hutapuli

    • calendar_month Sabtu, 4 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Kaum ibu Desa Hutapuli mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD Sumut, H. Fakhrizal Efendi Nasution,SH atas bantuan peralatan dapur untuk pengajian di desa itu. Bantuan itu diserahkan melalui Kepala Desa Hutapuli, Hanafi kepada 5 organisasi Wiritan Yasin di Hutapuli, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal Jum`at (3/8/2018). “Terima kasih yang sedalam-dalam nya kami […]

  • Harga Elpiji Kembali Melambung

    Harga Elpiji Kembali Melambung

    • calendar_month Selasa, 4 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga gas LPJ kembali melambung di Panyabungan, Mandaiiling Natal dalam beberapa hari terakhir. “Barangnya sulit didapat, bang. Harganya sudah 22.000 (rupiah) setabung (3 kg),” kata ibu rumah tangga boru Pulungan di Desa Gunung Tua Julu, Panyabungan, Selasa (4/4/2017) kepada Mandailing Online. Sementara itu, sejumlah warung pengecer  LPJ yang dijumpai, menyatakan dalam […]

  • Maret Berdarah di Sumatera Timur

    Maret Berdarah di Sumatera Timur

    • calendar_month Kamis, 24 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tanah itu tak luas. Ukurannya hanya sekitar 2 x 3 meter. Kondisinya tampak tak terurus. Rumput tumbuh sembarang. Lokasinya berada di halaman depan Masjid Raya Tuan Ahmadsyah, Tanjung Balai, sekitar empat meter dari bangunan masjid. Tak banyak orang yang tahu bahwa tanah tersebut adalah sebuah kuburan massal. Sebanyak 73 nama terpahat di nisan tersebut. Mereka […]

expand_less