Minggu, 8 Mar 2026
light_mode

Buntut Kontes Homoseks di Sidimpuan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 24 Feb 2016
  • print Cetak
Safaruddin Haji (Akong)

Safaruddin Haji (Akong)

Akong : LGBT Perusak Moral, Budaya dan Agama

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kontes homoseks di Padang Sidempuan baru-baru ini menuai kecaman.

Kontes itu dinilai cenderung kepada upaya melestarikan budaya kebebasan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT). Padahal, LGBT ini selain bertentangan dengan konstitusi di NKRI, juga akan merusak moral dan budaya masyarakat serta kesehatan manusia.

Kontes serupa pernah terjadi di Mandailing Natal sekitar tahun 2004 lalu, namun dibubarkan oleh gabungan tokoh masyarakat, ulama dan masyarakat dan ratusan santri, mengakibatkan panitia dan kontestan serta hadirin kabur berlarian.

Tokoh masyarakat Madina, Saparuddin Haji kepada wartawan, Rabu (24/2) mengatakan, LGBT merupakan penyakit sosial yang perlu disikapi dengan baik, karena LGBT bisa merusak moral, merusak budaya dan norma-norma ajaran agama.

Apalagi, LGBT ini bertentangan dengan semua ajaran agama yang ada di Indonesia.

“LGBT ini sudah jelas melanggar konstitusi dan falsafah negara kita yang termaktub pada Pancasila, sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Semua agama yang diakui di negara kita tidak membenarkan adanya penganut LGBT, karena dalam ajaran agama hanya ada dua jenis gen, yaitu pria dan wanita,” katanya.

“Meskipun dalam agama kita ada yang disebut khunsa atau mempunyai dua alat kelamin, itupun secara agama orang tersebut dilihat dari kecenderungannya, kalau karakternya cenderung kepada laki-laki, maka tidak diperbolehkan lagi masuk pada dunia kaum wanita,” imbuhnya.

“Intinya, LGBT ini dapat merusak moral, budaya, dan agama yang dapat merusak kenyamanan dan kondusifitas masyarakat. Hal ini perlu disikapi semua pihak terutama Pemerintah, bahwa LGBT bukan untuk diberdayakan, tetapi untuk disadarkan dan dibina,” ungkap tokoh yang akrap disapa ‘Akong’ itu.

Lebih jauh dijelaskannya, apabila ada upaya pemberdayaan LGBT, maka dikhawatirkan terjadi konflik sosial, agama dan keresahan bagi seluruh masyarakat. Karena, keberadaan LGBT ini sudah lama meresahkan masyarakat, karena dianggap tidak layak terhadap budaya daerah di Tabagsel.

Ia juga menyebut, keberadaan LGBT ini berpengaruh pada moral generasi muda sehingga generasi ke depan tidak bermental baik lagi.

“Kita kasihan jika generasi kita mentalnya tidak kuat, bagaimana nanti masa depan mereka. Semua harus dikaji, begitu jugalah maunya pemerintah daerah agar tidak mudah mengeluarkan izin apapun halnya jika itu bertentangan dengan konstitusi, budaya dan merusak moral generasi kita,” ucapnya.

Akong juga mengimbau kepada kepala daerah dan pemangku kebijakan khususnya di Tabagsel agar lebih protektif dalam persoalan LGBT.

“Dan Muspida bersama pemangku kebijakan daerah lainnya diharap berembuk mencari solusi supaya LGBT ini tidak dibiarkan mempengaruhi masyarakat dan meracuni pikiran generasi muda, semua pihak diharap tidak membiarkan LGBT ini berkembang, tetapi mencari cara memberikan kesadaran bagi mereka,” ujar Akong.

Selain itu, Akong mengungkapkan, semua pihak harus berperan  untuk mengantisipasi perkembangan LGBT ini, salah satunya adalah melalui peran lembaga keagamaan untuk mencari dan menggali akar penyebab seseorang menjadi LGBT, sehingga muncul penanggulangan terhadap pengidap LGBT ini melalui pendekatan agama dan ilmu jiwa. Selain itu, peran orangtua sangat diperlukan,” ujarnya.

“Semua lembaga khususnya lembaga keagamaan diharap melahirkan strategi agar dapat menanggulangi komunitas LGBT, dan khusus kepada orangtua supaya lebih intens mengawasi dan memperkuat fondasi moral dan mental anak-anak agar tidak tergoda oleh komunitas LGBT. Begitu juga peran lembaga pendidikan, guru diharap memberikan pendidikan ekstra kurikuler terkait LGBT. Karena ini demi menyelamatkan budaya daerah dan generasi bangsa ke depan,” himbaunya.

Akong juga mengapresiasi semua lembaga yang menolak kegiatan dan penyebarluasan LGBT ini, seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan lembaga lainnya. Karena, IT berupa tayangan siaran televisi dan media sosial dinilai sebagai akses yang mudah dan cepat penyebarluasan komunitas LGBT ini.

Peliput        : Lubis

Editor         : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kelelahan Sejumlah Peserta Upacara HUT ke 78 RI di Madina Pingsan

    Kelelahan Sejumlah Peserta Upacara HUT ke 78 RI di Madina Pingsan

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)- Upacara peringatan detik detik HUT ke 78 Kemerdekaan RI di Pelataran Masjid Agung Nur Alan’nur Aek Godang Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Kamis 17/8/2023, diwarnai sejumlah peserta upacara dari barisan pelajar jatuh pingsan. Mereka pelajar yang jatuh pingsan di bawa ke mobil ambulance dan ditangani petugas medis. Sejak awal upacara […]

  • DPD KNPI Madina Hanya Akui Taufan EN Rotorasiko

    DPD KNPI Madina Hanya Akui Taufan EN Rotorasiko

    • calendar_month Senin, 4 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD KNPI Kabupaten Mandailing Natal menegaskan hanya mengakui DPP KNPI dibawah kepemimpinan Taufan EN Rororasoki di tingkat nasional. Sementara untuk tingkat provinsi hanya diakui DPD KNPI Sumut yang dipimpin H.Ridho Luebis DPD KNPI Madina menolak DPP KNPI pimpinan Akbar Zulfakar yang dinilai tidak sah. Selain itu DPD KNPI Madina mengutuk dengan […]

  • Tarif Rp100 Juta, Dijanjikan Menang CPNS

    Tarif Rp100 Juta, Dijanjikan Menang CPNS

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Staf Sekretariat Golkar Jadi Calo LANGKAT- Ini pelajaran bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2010 agar tidak menjadi korban penipuan para calo. CPNS sebaiknya tidak mudah percaya dengan ulah sejumlah calo yang mengaku-ngaku dekat dengan pejabat, seperti modus yang dilakoni Nurhasanah alias Novi (37) sebagai calo. Novi yang sehari-hari bertugas sebagai staf Seketariat […]

  • Harun Mustafa Dukung Kemajuan Olah Raga Otomotif Madina

    Harun Mustafa Dukung Kemajuan Olah Raga Otomotif Madina

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Sebagai bentuk dukungan terhadap olah raga otomotif handal, Harun Mustafa Nasution selaku ketua Ikatan Motor Indonesia ( IMI) Sumut terus mendukung kegiatan kegiatan olah raga otomotif. Supergasstrack Open di Raja Batu piala Bobby Nasution dan Harun Mustafa Nasution yang berlangsung 21-22 september semalam sukses di gelar. Supergasstrack itu didukung penuh […]

  • Krisis Diplomasi Indonesia versus Malaysia

    Krisis Diplomasi Indonesia versus Malaysia

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tak Akan Gunakan Kekuatan Militer Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan, tidak ada peningkatan gelar kekuatan di wilayah perbatasan RI-Malaysia. “Hingga saat ini tidak ada laporan mengenai peningkatan (gelar kekuatan) di perbatasan RI-Malaysia pascainsiden kemarin,” katanya seusai menghadiri buka bersama jajaran Kementerian Politik, Hukum, dan HAM di Jakarta, Jumat (27/8/2010). Ia mengatakan, berdasarkan pantauan di Nipah, […]

  • Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

    Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Gagasan untuk mewujudkan film “Sejarah Sibaroar Nasution” makin menguat dalam pertemuan terbatas di Hotel Madani, Medan, pada Rabu (31/1). Pertemuan itu digagas oleh Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Sumatera Utara plus Naposo Nauli Bulung Ikanas Medan. Sutradara film Mandailing dari Jeges Art, Askolan Nasution diundang mewakili bakal penulis skenario, plus Adenin […]

expand_less