Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Penangkapan 13 Warga Batahan I, Polres Madina Harus Arif

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 21 Mar 2016
  • print Cetak
Batahan vs Palmaris grafis

Batahan vs Palmaris grafis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyidik Polres Madina harus bijak dan profesional dalam melakukan proses penyidikan terhadap 13 warga Batahan I yang ditangkap atas tuduhan mencuri buah sawit.

13 warga Batahan I Kecamatan Batahan, Mandailing Natal (Madina) ditangkap pelisi Kamis pekan lalu atas tuduhan mencuri ketika memanen buah sawit di lahan perkebunan yang dinyatakan status stanpass terkait konflik lahan yang sudah menahun antara masyarakat Batahan I versus PT. Palmaris Raya.

“Di samping profesional, penyidik juga di harap bertindak bijak, maksudnya adalah penyidik harus lebih hati-hati dan mengedepankan pendekatan sosial kemasyarakatan, bukan cuma pendekatan hukum semata,” kata Ketua Persatuan Advokad Indonesia Wilayah Tabagsel, Ridwan Rangkuti, SH.MH dalam rilis pers yang diterima redaksi Mandailing online, Senin (21/3/2016).

Dikatakannya, kasus pencurian tersebut merupakan bagian perjuangan masyarakat Bantahan I atas tanah mereka yang diduga dirampas perusahaan.

Melalui kasus ini di harapkan penyidik Polres Madina, mampu menjadi mediator antara masyarakat Batahan I dengan pihak perusahaan yang bersengketa selama ini. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah timbulnya kerusuhan sosial dan demi terciptanya stabilitas daerah khususnya di Kecamatan Bantahan.

 Ridwan juga mengingatkan agar bupati Madina juga jangan berdiam diri, karena kasus ini terjadi akibat rasa frustasi masyarakat atas janji-janji bupati dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah Pantai Barat Madina khususnya di Kecamatan Bantahan.

Polres Madina Kamis pekan lalu menangkap 13 warga Batahan I atas tuduhan mencuri dengan memanen buah sawit di lokasi yang diduga milik PT.Palmaris Raya. Tindakan hukum polisi itu atas pengaduan manajemen PT.Palmaris Raya kepada polisi.

Sementara itu, sejumlah warga Batahan I menyatakan bahwa pemanenan buah sawit itu bukan pencurian, sebab kebun sawit di lokasi objek perkara masih status stanpass terkait kesemrawutan  sengketa lahan antara warga batahan I dengan PT. Palmaris Raya.

Warga sangat menyayangkan penangkapan ke-13 orang yang telah memanen TBS tersebut, karena mereka menilai bahwa lahan yang dipanen tersebut adalah lahan yang statusnya di-stanpas-kan pada rapat beberapa waktu yang lalu di balai desa Desa Sinunukan.

“Beberapa waktu yang lalu ada kesepakatan dalam rapat tersebut bahwa lahan yang disengketakan antara masyarakat dengan PT Palmaris Raya, namun masyarakat selalu memergoki pihak perusahaan terus melakukan aktifitas di lahan yang di-stanpaskan tersebut,” ujar warga.

Yang mengherankan bagi warga sebagai masyarakat awam adalah : jika pihak PT Palmaris Raya melakukan pemanenan di lahan yang di stanpaskan tesebut tidak dilakukan penindakan, namun apabila masyarakat yang melakukan pemanenan di lahan itu justru dilakukan penindakan, bahkan berujung ke ranah hukum.

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres diperiksa kasus penembakan mahasiswa

    Kapolres diperiksa kasus penembakan mahasiswa

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tim Profesi dan Pengamanan Polri (Propam) telah memeriksa Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar (Kombes) Hamidin terkait tertembaknya mahasiswa Universitas Bung Karno, Farel Restu saat unjuk rasa 20 Oktober 2010. “Sudah diperiksa,” kata Kepala Pusat Pengamanan Internal Polri, Brigjen Budi Waseso di Mabes Polri, Jakarta, Senin 25 Oktober 2010. Selain Kapolres Jakarta Pusat, Propam Polri juga […]

  • Ritual Kelahiran Anak Dua Agama,  Bukti Sekulerisme Lahirkan Krisis Kepemimpinan Seorang Ayah

    Ritual Kelahiran Anak Dua Agama,  Bukti Sekulerisme Lahirkan Krisis Kepemimpinan Seorang Ayah

    • calendar_month Sabtu, 4 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Aneh! Emang Boleh? Kok gitu sih! Begitulah saling toleransi! Setidaknya, keempat ekspresi tersebut muncul di benak nitizen maupun masyarakat saat membaca atau menyaksikan proses kelahiran anak salah satu pasangan artis kenamaan tanah air. Pasangan selebritis ini membagika momen bahagia mereka atas kelahiran buah hati pertamanya. Pasangan selebriti […]

  • 3.000 Massa Demo ke DPRD Minta Bupati Turun

    3.000 Massa Demo ke DPRD Minta Bupati Turun

    • calendar_month Kamis, 17 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 3.000 massa yang dipimpin Aliansi Ulama-Masyarakat-Pemuda-Mahasiswa melakukan unjukrasa ke DPRD Madina, Kamis (17/1) meminta agar Bupati Madina Hidayat Batubara diturunkan dari jabatannya. Massa tiba di gedung dewan sekira pukul 11.00 WIB dengan mengendarai angkutan kota, sepeda motor dan mobil pribadi. Dihalaman gedung mereka memampangkan spanduk dan poster yang umumnya bertulis […]

  • Ditemukan, Jilbab Bergambar Wanita Telanjang

    Ditemukan, Jilbab Bergambar Wanita Telanjang

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Berhati-hatilah ketika membeli hijab. Di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, beredar jilbab bermotif porno. Seorang wanita berinisial DL (29) baru menyadari kalau hijab yang dipakainya sejak 2 bulan lalu ternyata terdapat gambar dua wanita tanpa busana. Andika Daulay selaku orang yang pertama sekali mengetahui gambar tersebut sontak terkejut, Rabu (9/9/2015) lalu. Pasalnya, pria ini menemukan motif […]

  • Kerugian Akibat Bencana Alam Madina 212 Miliar Rupiah

    Kerugian Akibat Bencana Alam Madina 212 Miliar Rupiah

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bencana alam yang melanda Kabupaten Mandailing Natal sejauh ini menimbulkan kerugian sekitar Rp 212 miliar. Jumlah ini dimasukkan dalam empat sektor, yakni infrastruktur Rp 90,5 miliar, ekonomi Rp 102,1 miliar, sosial Rp 16,2 miliar, dan perumahan Rp 3,2 miliar serta kerusakan lain-lain senilai Rp 500 juta. Hal itu disampaikan Bupati Madina […]

  • Konflik Internal DPRD Madina  Sebaiknya Tempuh Jalur Hukum

    Konflik Internal DPRD Madina Sebaiknya Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Gerakan Kelompok 18 DPRD Madina diharapkan tidak terperangkap pada bentuk gerakan provokatif yang dikhawatirkan dapat mengganggu perjalanan agenda-agenda pembangunan daerah. Kita menghimbau agar Kelompok 18 bisa merubah pola gerakan ke arah yang lebih bijaksana agar tidak menggangu agenda pembangunan daerah. Di sisi lain, Ketua DPRD Madina selaku pimpinan tertinggi diharap juga untuk lebih sinergis mendorong […]

expand_less