Minggu, 15 Mar 2026
light_mode

Terburuk, Daya Saing Siswa dari Madina?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Apr 2016
  • print Cetak
Unjukrasa siswa SMA Negeri 1 Siabu beberapa bulan lalu

Unjukrasa siswa SMA Negeri 1 Siabu beberapa bulan lalu

JAKARTA (Mandailing Online) – Aliansi Rakyat Peduli Madina melihat daya saing pelajar di Mandailing Natal bisa menjadi paling buruk di Sumatera Utara, jika Bupati, DPRD dan Dinas Pendidikan tidak memperbaiki tingkat kompetensi siswa dan akreditasi sekolah di Bumi asal muasal pendidikan di Sumatera ini.

Demikian rilis Aliansi Rakyat Peduli Madina, Kamis (14/4/2016).

Hasil diskusi pengurus Aliansi Rakyat Peduli Madina, Rabu, 13 April 2016, mengharapkan Bupati, DPRD, dan Dinas Pendidikan memprioritaskan anggaran untuk memperbaiki daya saing siswa, termasuk merangkul Kementerian Pendidikan dan melibatkan lembaga ahli nasional dan internasional untuk memperbaikinya.

Aliansi Rakyat Peduli Madina menganalisis, selain dana dari Pemerintah Pusat dan Provinsi, pada Tahun 2015, Dinas Pendidikan mengelola APBD Rp40 miliar untuk kepentingan pendidikan di Mandaling Natal. “Satu rupiah pun tidak ada untuk mata anggaran kompetensi guru dan pelajar,” kata Ardian, Jubir ARPM.

Fakta yang terjadi akibat pengabaian kualitas guru dan siswa itu, terutama pada saat-saat pelajar hendak memasuki perguruan tinggi, siswa asal SMA dan SMK Madina kesulitan memasuki perguruan tinggi negeri. “Untuk tahun ini saja, misalnya, berapa jumlah siswa asal Mandailing Natal yang diterima lewat jalur undangan?” kata Ardian.

Di daerah lain di Sumatera Utara, Tapanuli Tengah, misalnya, mengirim 265 siswa SMA/SMK lewat jalur undangan, meningkat ratusan orang dibanding jumlah Tahun 2014. Yang menarik, 13 sekolah dari daerah ini berhasil mengantar siswanya masuk PTN. Dua di antaranya bahkan masuk ITB, 6 masuk IPB, dan 1 UGM.

Kota Medan, contoh lain, juga meloloskan ratusan siswanya lewat jalur undangan. Satu sekolah saja, SMA Negeri 4 Medan, meloloskan 80 orang dan 80 persen pelajar di sana masuk PTN pada setiap tahun. Belasan di antaranya diterima di perguruan tinggi pavorit, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor.

Aliansi Rakyat Peduli Madina menganalisis, dari segi akreditasi saja, hingga Tahun 2016, baru 7 dari 40 (18 persen) SMA di Mandailing Natal yang memiliki nilai A atau baru 7 dari 22 (31%) dari yang sudah memiliki akreditasi.

Jika dibandingkan dengan umumnya sekolah yang sudah memiliki akreditasi di Sumatera Utara, SMA yang sudah bernilai A 35% (116 dari 335) atau di Sumatera Barat 36% (109 dari 305). Makin jauh dibandingkan dengan Jakarta, 73% (98 dari 135), Yogjakarta 77% (33 dari 43), atau Bandung 90% (27 dari 30).

SMK juga demikian. Baru 10 persen yang sudah akreditasi A (2 dari 20). “Sementara secara umum di Sumatera Utara sudah 20 persen atau 109 dari 507 sekolah yang ada,” kata Ardian.

Perbandingan sekolah di tingkat dasar dan menengah yang sudah memiliki akreditasi A lebih parah lagi. Untuk tingkat SMP baru 2 persen (3 dari 124), sementara Sumatera Utara sudah 8 persen (185 dari 2345). Pada tingkat SD Mandailing Natal baru 1,7 persen (7 dari 405), Sumatera Utara 3,2 persen (240 dari 7420) sekolah yang ada.

Akreditasi bertujuan untuk memberikan informasi tentang kelayakan sekolah dan jaminan mutu pendidikan yang diperoleh siswa. Nilai akreditasi, seharusnya, memotivasi penyelenggara pendidikan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, baik pada tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun internasional.

Begitu pentingnya akreditasi ini, sejak Tahun 2003, Pemerintah menetapkannya dalam UU No. 20, terutama dalam Pasal 60, yang diperkuat Surat Keputusan Mendiknas No. 87/U/2002 dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Pasal 86 dan 87.

Aliansi Rakyat Peduli Madina menyadari akreditasi bukan obat pertama untuk meningkatkan kembali mutu pendidikan di Mandailing Natal. Sejak daerah ini menjadi kabupaten, dunia pendidikan telah dirasuki kepentingan birokrasi, di mana guru atau calon guru, kepala sekolah, dan kepala dinas harus menyetor kepada atasannya.

Belum lagi harus mengikuti arus pada saat Pilkada. Salah memilih bisa digeser atau tersingkir. Diperparah lagi harus menyetor puluhan juta untuk menjadi guru. “Kalau Bupati masih membiarkan ini terjadi, maka guru yang ada adalah orang yang punya uang, bukan orang ingin yang mendedikasikan dirinya ke dalam dunia pendidikan,” kata Ardi.

Pembiaran atas hal ini juga membuat public tidak percaya lagi kepada dunia pendidikan di Madina: Orang tua cenderung menyekolahkan anaknya ke luar Mandailing Natal atau mendorong anaknya lebih cepat bekerja.

Jika jumlah siswa pada Tahun 2015/2016 digenapkan menjadi 67.000 orang, siswa SMP 13.400, dan murid SMA 7.200 orang, akan tampak selisih 53.600 siswa SD tidak melanjutkan sekolah ke SMP dan 6.200 siswa SMP tidak melanjutkan sekolah ke SMA.

“Hanya 11 persen pelajar SD yang meneruskan sekolah sampai ke jenjang SMA, ini sangat memprihatinkan,” kata Ardian.

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sungai Batang Natal Meluap

    Sungai Batang Natal Meluap

    • calendar_month Rabu, 18 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Sungai Batang Natal meluap. Hingga Rabu sore (18/8/2021) arus air tetap tinggi. Progres dinamika peluapan sudah mulai terlihat sejak kemarin. Sejumlah warga Muara Soma yang dihubungi, di sejumlah titik arus air telah mencapai permukaan tebing sungai. Dan dikhawatirkan arus bisa merembes ke pemukiman jika luapan kian tinggi. Sejauh ini […]

  • Pemkab Madina Tegaskan Tidak ada Kenaikan Tarif PBB

    Pemkab Madina Tegaskan Tidak ada Kenaikan Tarif PBB

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Maraknya isu tentang kenaikan  PBB ( pajak bumi dan bangunan )  oleh Pemerintah diberbagai daerah di Indonesia membuat masyarakat Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) waswas. Memastikan hal itu, pemerintah daerah Kabupaten Mandailing Natal tegaskan tak ada kenaikan tarif PBB. Melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Madina Ahmad Yasir Lubis mengakui […]

  • Dahlan Iskan: Genset Sewaan Operasi Bertahap

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menuturkan bahwa krisis pasokan listrik di Sumatera Utara dan sekitarnya akan segera teratasi. Sebab genset yang disewa oleh PLN sudah tiba di Medan. “Genset sudah sampai di Paya Pasir di Medan, di situ banyak pembangkit listrik PLTG dan PLTD dan sekarang sedang dipasang […]

  • Awal Juni Ada Razia Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di Madina

    Awal Juni Ada Razia Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di Madina

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPT Pependa) atau Kantor Samsat Panyabungan bekerjasama dengan PT. Ak. Jasaraharja dan Satlantas Polres Mandailing Natal akan menggelar Razia Gabungan Kepatuhan Pajak Kenderaan Bermotor yang dimulai Tanggal 3 hingga 6 Juni 2024. Kepala UPT. Pependa Kantor Samsat Panyabungan Salamat Nasution S.Sos mengatakan razia gabungan dilaksanakan […]

  • 3 Anggota DPRD Sibolga Tolak Provinsi Tapanuli

    3 Anggota DPRD Sibolga Tolak Provinsi Tapanuli

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Sibolga menyampaikan aspirasi berupa penolakan terhadap rencana pembentukan Provinsi Tapanuli kepada Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho di Medan, Kamis, 12 Mei 2011. Tiga anggota DPRD Kota Sibolga itu adalah anggota Fraksi Gabungan Bersama Hendri Tamba, anggota Fraksi Partai Golkar Jamil Zeb Tumori, dan anggota […]

  • Mendagri Minta Kepala Daerah Sosialisasi Soal Kenaikan BBM

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meminta para gubernur, bupati atau walikota di seluruh Indonesia untuk melakukan sosialisasi kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pemerintah akan memberlakukan kebijakan tersebut dalam waktu dekat. “Kami minta agar kepala daerah di masing-masing daerah bisa menyosialisasikan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi ini kepada tiap warganya di […]

expand_less