Rabu, 11 Mar 2026
light_mode

Eksotisme Rodang Tinapor di Film “MARINA”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 22 Apr 2016
  • print Cetak
Satu adegan film Marina

Satu adegan film Marina

SIABU (Mandailing Online) – Tympanum Novem Films kembali menggarap film Mandailing terbaru untuk produksi ke sepuluh mereka.

Kali ini memilih judul “Marina” dengan rencana durasi sekitar 2 jam, lebih panjang dari film-film yang diproduksi Tympanum sebelumnya.

Film “Marina” ini digarap dengan plot cerita bisa lebih lentur agar penonton lebih terhibur.

Hingga kini tahapan produksinya masih tahap shooting, diperkirakan akan dirilis ke pasar bulan Ramadan dalam bentuk VCD.

Rodang Tinapor di Desa Bonandolok, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal merupakan lokasi dan setting utama ceritanya.

“Bukan tanpa alasan. Tentu karena Rodang, rawa yang luasnya ribuan hektar memang memiliki banyak potensi, baik potensi sumber kehidupan penduduk, maupun potensi ekowisata,” kata Askolani Nasution yang menyutradarai film ini di sela kegiatan pengambilan gambar, Jum’at (22/4/2016).

Sejak masa kolonial, Rodang Tinapor sudah dikenal sebagai sumber ikan air tawar terpenting untuk kawasan Mandailing Godang, Mandailing Julu hingga Mandailing Angkola. Rawa yang terbentuk karena pertemuan dua sungai besar, Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola, memang membentuk perairan rawa yang amat luas. Karena itu menjadi ekosistem yang sesuai untuk tempat perkembangbiakan ikan.

Disebut Rodang “Tinapor”, karena rawa ini tempat ikan menyemai telur. Alhasil, selain menjadi areal persawahan bagi Desa Bonandolok, Simangambat, Hutapuli, Hutaraja, Huraba, dan Tanggabosi, di kawasan ini juga setiap harinya hidup puluhan keluarga yang hidup dari hasil mencari ikan.

Berbagai alat penangkap ikan digunakan, mulai dari jaring, kail, lobu-lobu, pangilar, dan lain-lain. Mereka naik perahu kayu, menyusuri sungai dan rawa sambil menangkap ikan. Berbagai macam jenis ikan air tawar mudah diperoleh, mulai dari “capet”, “piri-piri”, “aruting”, “tingkalang”, “limbat”, “tunggu lubuk”, “inggit-inggit”, ikan mas, “alu tano” dan lain-lain.

Ikan tangkapan mereka setiap hari memenuhi kebutuhan pasar mulai dari Panyabungan hingga ke Padang Sidimpuan. Tentu saja tak banyak yang tahu bahwa ada sebuah rawa besar di Mandailing Natal yang sejak zaman dahulu kala sudah mensuplai kebutuhan ikan di daerah sekitarnya. Dan tak banyak yang tahu bahwa ada puluhan keluarga yang turun-temurun hidup dari mencari ikan dengan perahu kayu seadanya.

Belum lagi potensi ekowisatanya. Rawa yang membentang, dengan sungai-sungai yang berkelok-kelok, plus perahu kayu yang hilir mudik, menjadi pemandangan yang eksotis.

“Anda akan melihat mata hari terbenam di balik bukit dengan lanskap pemandangan yang luas dan para perahu pulang membawa hasil tangkapan atau hasil panen,” ujar Askolani.

“Anda bisa juga masuk lebih dalam menyusuri rawa, kawasan ‘Paya Kerek’ dan ‘Tudung Bendi’, dengan kayu berkanopi luas, akar saling menyilang seperti bakau, dan perahu kayu melintas di bawahnya. Itu mengingatkan kita pada rawa-rawa khas Amazon, dengan ular dan buaya yang sesekali muncul tanpa mengganggu. Itu amat eksotis. Kasihan kalau potensi seperti itu tidak dikembangkan,” kata Askolani Nasution yang juga penulis cerita film “Marina” ini.

Jangan hanya berpikir tentang wisata bahari, pegunungan, hutan tropis, wisata rawa juga dapat menawarkan pengalaman yang mengasikkan. “Karena itu kami setiap hari betah di sini bersama kru dan pemain. Bukan sekedar mengembangkan kreativitas seni, tetapi sekaligus menikmati ekosistemnya,” imbuhnya.

Film “Marina” dimainkan oleh anak-anak lokal yang setiap hari bergelut dengan kebiasaan di Rodang Tinapor. Mandi-mandi di sungai, membawa perahu, memancing, dan lain-lain.

“Bayangkan saja, para pemain anak-anak kita yang malah membawa rombongan pemain dan kru dengan perahu seadanya, melintasi sungai Batang Angkola dengan hanya menggunakan dayung sebilah bambu,” kata Holik Nasution dari Divisi Media Tympanum Novem.

Mereka sehari-hari tak berbaju, dengan kulit yang masak terpanggang matahari, otot yang keras. Mereka anak-anak yang tidak pernah mengeluh. Begitu pulang sekolah, mereka langsung ke sana, begitu setiap hari.

“Kami berharap, dengan film ‘Marina’, penonton bukan hanya terhibur karena kisah yang menggetarkan kemanusiaan, tetapi sekaligus menawarkan eksotisme Rodang Tinapor yang dimiliki Mandailing Natal. Hanya penonton yang bisa melihat potensi ini, karena penduduk lokal hanya menyadari potensi mata pencaharian saja,” katanya.

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pedagang Pasar Sigalangan Minta Perlindungan DPRD

    Pedagang Pasar Sigalangan Minta Perlindungan DPRD

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan. Sebanyak 14 orang pedagang Pasar Sigalangan, Kecamatan Batang Angkola, Tapsel, Rabu (11/1), mendatangi kantor DPRD setempat untuk meminta perlindungan kepada dewan atas tidak meratanya pembagian kios. Pasar yang tadinya bangunan lama terbuat dari papan, kini direhab secara besar-besaran menjadi pasar dengan konstruksi bertingkat. Namun, sejumlah pedagang lama tidak kebagian kios. “Kami yang sudah puluhan […]

  • DCS Dapil 1 Hanura Madina

    DCS Dapil 1 Hanura Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 1 Hanura

  • Masyarakat Sambut dengan Gembira Hewan Kurban Ikanas

    Masyarakat Sambut dengan Gembira Hewan Kurban Ikanas

    • calendar_month Minggu, 10 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat beberapa desa menyambut gembira dan haru hewan kurban dari Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) yang disembelih pada Minggu (10/7). Proses penyembelihan ini pun turut disaksikan oleh pengurus DPC Ikanas Khusus Mandailing Natal yang ditunjuk oleh panitia sebagai tim monitoring. Hal ini, kata Ketua Harian DPC Khusus Ikanas Mukhtar Nasution yang memonitor […]

  • Gempa 5,5 SR Guncang Psp

    Gempa 5,5 SR Guncang Psp

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter mengguncang Psp, Senin (7/2) sekira pukul 15.08 WIB. Guncangan gempa terasa sampai ke Madina, Sibolga, dan Tapteng. Uniknya, meski guncangan terasa hingga ke luar daerah, masyarakat Psp justru banyak yang mengaku tidak merasakan gempa yang memang hanya berlangsung selama 5 detik tersebut. Kabid Pelayanan Data dan Informasi Balai Besar […]

  • WNI dipaksa wajib militer di Singapura?

    WNI dipaksa wajib militer di Singapura?

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bergabungnya dua Warga Negara Indonesia (WNI) dengan militer Singapura, mendapat protes keras dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko terhadap pemerintah Singapura. Hal ini diketahui, saat dilakukannya latihan gabungan Indonesia-Singapura di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Bahkan, Moeldoko sempat mengancam Panglima Angkatan Bersenjata Singapura melalui hubungan telepon, soal WNI yang bergabung dengan […]

  • Relawan Desa Sinunukan I dan II Siapkan Strategi Menangkan Paslon 1 pada Pilkada Madina

    Relawan Desa Sinunukan I dan II Siapkan Strategi Menangkan Paslon 1 pada Pilkada Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Sinunukan ( Mandailing Online ): 3 pekan jelang pencoblosan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Calon Bupati dan Wakil Bupati mulai mempertajam strategi pemenangnan. Di Kecamatan Sinunukan, relawan desa Sinunukan I dan Sinunukan II melakukan deklarasi untuk memenangkan paslon nomor urut 1 yang memiliki jargon  “On Ma” H Harun Mustafa Nasution […]

expand_less