Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

“Kami Sudah Bosan Dengan Janji”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 8 Sep 2016
  • print Cetak
seorang warga memandu supir agar ban mobil tak terperosok di jembatan Desa Air Apa, Sinunukan

Seorang warga memandu supir agar ban mobil tak terperosok di jembatan Desa Air Apa, Sinunukan

SINUNUKAN (Mandailing Online) – Jembatan sudah mengancam nyawa manusia, mengancam kenderaan yang lewat. Akibatnya warga Sinunukan Mandailing Natal mengungkapkan kekecewaan.

Menurut warga, jembatan itu sudah menahun rusak. Kayu lantainya lepuk. Kenderaan roda empat sering terperosok. Padaha jembatan itu urat nadi ekonimi dan urat nadi sosial warga di Kecamatan Sinunukan.

Kekecewaan itu muncul sekitar sepekan pasca kunjungan bupati Madina memantau jembatan di kilometer 12 Desa Air Apa, Kecamatan Sinunukan itu pekan lalu. Warga mengungkapkan, bahwa di hadapan warga bupati berjanji memerintahkan kepala Dinas PU Madina segera memperbaiki jembatan itu.

Kekecewaan itu diluapkan warga di Facebook melalui akun Eko Purnomo yang diposting 6 September 2016. Postingan itu mendapat banyak komentar, termasuk dari kalangan anggota DPRD Madina.

Inilah ungkapan kekecewaan warga itu : “Buat para bapak bapak pejabat yg ada diatas sana, kami tidak butuh yg namanya janji karena kami sudah bosan dengan janji”.

“Kami tidak butuh dengan sumpah karena kami sudah muak mendengar sumpah serapah. Saat ini yg kami butuhkan BUKTI DAN KERJA NYATA”.

“Untuk apa anda jauh jauh dari sana kalau cuma tebar pesona, Memberi angin syorga, Menina bobokkan kami dengan janji janji, Sementara urat nadi kami tergantung kondisi jembatan ini.”

Tolong…Sesaat saja anda pikirkan, andaikan ditempat bapak bapak seperti yg kami rasakan?? Apakah bapak senang? Apakah bapak bisa tenang? Apakah bapak masih bisa tidur nyenyak .

“Kondisi terkini jembatan Batang bangko desa Airapa kec sinunukan paska kunjungan bupati beserta anggota DPRD madina.”

Sementara itu, Kepala Dinas PU Madina, Syahruddin Nasution, ST menjawab wartawan pekan lalu menyatakan bahwa bupati Madina telah memerintahkannya memperbaiki jembatan itu.

Saat ini pihaknya sedang melakukan penghitungan biayanya. Dananya direncanakan bersumber dari Dana Tak Terduga (Dana TT) Pemda Madina dan dana talangan dari sejumlah perusahaan di Pantai Barat.

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dr Bilal Philip, Penggila Marxisme yang Menjadi Pakar Islam

    Dr Bilal Philip, Penggila Marxisme yang Menjadi Pakar Islam

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    “Tidak ada waktu untuk liburan, ketika Anda menyadari betapa sedikit waktu yang ada, dan betapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk Islam,” kata Bilal Philips, mengawali kisah hidupnya dari seorang non-Islam, menjadi pakar Islam yang giat berdakwah. Abu Ameenah Bilal Philips, merupakan seorang mualaf yang mengabdikan dirinya pada pendidikan Islam. Ia sangat terpesona pada agama […]

  • Pemkab dan DPRD Madina Akan Bahas Perubahan Sewa Pasar Baru Panyabungan

    Pemkab dan DPRD Madina Akan Bahas Perubahan Sewa Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) dan DPRD akan duduk bersama mengevaluasi peraturan daerah tentang Pasar Baru Panyabungan terutama poin peluang penurunan besaran sewa kios. Itu dikatakan bupati Madina Saipullah Nasution menjawab wartawan usai melakukan dialog dengan pedagang di Pasar Baru Panyabungan, Selasa (30/9/2025). Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis serta wakil ketua […]

  • Warga Singkuang I Unjuk Rasa di Kantor PT Rendi, Ini Tuntutannya

    Warga Singkuang I Unjuk Rasa di Kantor PT Rendi, Ini Tuntutannya

    • calendar_month Kamis, 13 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Singkuang I, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut berunjuk rasa di depan kantor PT Rendi Permata Raya. Salah satu tuntutannya menagih janji Bupati H. M. Jafar Sukhairi Nasution untuk mencabut IUP (Izin Usaha Perkebunan) PT Rendi Permata Raya yang tak kunjung memenuhi kewajiban membangun kebun plasma. […]

  • KPK Kembalikan Uang Korupsi Syamsul Rp75 M

    KPK Kembalikan Uang Korupsi Syamsul Rp75 M

    • calendar_month Rabu, 4 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT- Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) akhirnya mengembalikan uang Pemkab Langkat Rp75 miliar lebih. Dana tersebut sebelumnya disita guna keperluan pengungkapan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Bupati Syamsul Arifin. Pengembalian uang sitaan dilakukan pada Senin (2/7) lalu sekira pukul 16.00 WIB di kantor Bupati Langkat. Pengembalian itu disaksikan Kapolres Langkat AKB Eric Bhismo dan beberapa […]

  • Orang Kaya Panyabungan dan Oknum Pejabat Gunduli Hulu Sungai Rantopuran

    Orang Kaya Panyabungan dan Oknum Pejabat Gunduli Hulu Sungai Rantopuran

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onlne) –  Ribuan hektar hutan kawasan hulu Sungai Rantopuran sudah gundul oleh kerakusan para orang kaya dari kota Panyabungan dan sejumlah pejabat pemerintah. Kawasan yang digunduli itu berada di wilayah Desa Sopo Batu dan Gungun Tua Julu, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal. Hutan itu masuk dalam kawasan hutan register atau hutan lindung. Tetapi, para […]

  • Persimpangan di Sekitar Rumah Dinas Bupati Madina Butuh Halte Bis

    Persimpangan di Sekitar Rumah Dinas Bupati Madina Butuh Halte Bis

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Sungguh sangat memprihatinkan nasib warga dari kawasan Panyabungan Barat yang hendak menunggu angkutan umum di Jalur Lintas Sumatera titik persimpangan Panyabungan-Longat. Mereka harus menanggung panas terik di musin kemarau dan basah dikala hujan. Pasalnya, tak ada halte di sekitar itu bagi yang hendak menunggu bus jurusan Kotanopan mapun jurusan Natal. […]

expand_less