Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Menikmati Pecal Mandailing di Tangerang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 13 Jun 2017
  • print Cetak

Warung makan kas Mandailing “Naposo” di Jl.Dr.Setyabudi, Pondok Kacang, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

 

TANGERANG (Mandailing Online) – Bagi sebagian orang, bulan puasa menjadi bulan yang merindukan bagi kampung halaman. Bagaimana tidak, di setiap daerah pasti memiliki panganan atau kuliner khas yang dinikmati selama bulan Puasa.

Tak terkecuali bagi para pendatang dari Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kini warga keturunan Mandailing Natal di Tangerang Selatan tak perlu lagi repot pulang ke kampung halaman untuk menikmati berbagai menu khas daerahnya tersebut.

Warung Makan Naposo yang terletak di Jalan Dr Setiyabudi, Kebon Manggis, Pondok Kacang, Kecamatan Pondok Aren ini menyediakan berbagai menu khas asli dari daerah Mandailing Natal. Diantaranya Pecel Khas Mandailing, Misop, Ikan Asap Khas Mandailing, Sop Iga Khas Mandaiiling , Belut Bakar dan masih banyak lagi menu lainnya.

Reporter TangerangNews.com  sempat mencicipi salah menu andalan Warung Makan Naposo saat berbuka Puasa, Minggu (11/6/2017) kemarin. Pecel Khas Mandailing Natal jadi menu pertama yang dicicipi.

Pecel ini sekilas memang mirip dengan pecel atau gado-gado yang umumnya kita nikmati sehari hari. Namun jangan salah, pecel ini punya level pedas yang khas yang dijamin membuat anda melek mata setelah seharian lemas berpuasa.

Selain itu, yang unik dari Pecel Mandailing Natal ini ialah adanya campuran mie lidi yang didatangkan khusus dari Mandailing Natal.

Mahfud Rangkuti, Pemilik Warung Makan Naposo ini kepada TangerangNews.com menuturka, Pecel Khas Mandailing Natal ini memang menjadi salah satu menu andalan warung makannya.

Menurut Mahfud, perbedaan pecel ini dengan pecel pada umumnya terletak di rasa kencurnya yang lebih banyak dan perpaduan bumbu dan cabai khas mandailing.

“Yang membedakan tentu dari rasa kencurnya yang lebih berasa, dan memakai cabai si bangor, cabai yang kita datangkan khusus dari pegunungan di mandailing natal,” ungkap Mahfud.

Seporsi pecel khas Mandailing Natal ini dihargai hanya Rp12.000 saja. Tentu, dengan campuran mie dan aneka sayuran yang diguyur dengan bumbu kacang yang khas membuat buka puasa anda jadi begitu nikmat dan mengenyangkan.

Warung Makan Naposo sendiri selama bulan puasa buka sejak Pukul 16.00 WIB hingga pagi hari di waktu sahur.

Sumber : TANGERANGNEWS.com /RAZ

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Upaya Kriminalisasi Terhadap Petani Plasma KUD Kuala Tunak

    Ada Upaya Kriminalisasi Terhadap Petani Plasma KUD Kuala Tunak

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Pengurus KUD Kuala Tunak mensinyalir ada upaya kriminalisasi terhadap petani plasma yang tergabung dalam KUD Kuala Tunak, Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina), Sumut. Hal ini terlihat setelah ratusan petani peserta plasma mendatangi Kantor Kebun Madina Selatan (KMS) PT. Sawit Sukses Sejati (PT SSS) tanggal […]

  • Pengaduan Sekretaris DPRD Madina Tidak Berdasar

    Pengaduan Sekretaris DPRD Madina Tidak Berdasar

    • calendar_month Rabu, 26 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kemelut di DPRD Madina pun akhirnya masuk ke wilayah hukum. Aksi menyegel 2 ruangan pimpinan DPRD dan ruangan Sekretaris DPRD yang dilakukan sejumlah anggota dewan justru diadukan ke polisi. Sekretaris DPRD Madina Zulkarnaen Siregar resmi mengadukan anggota DPRD Madina, Sofyan Edisyahputra dan anggota DPRD lainya ke Polres Madina pada 22 September […]

  • Produser  Penentu Masa Depan Musik Mandailing

    Produser Penentu Masa Depan Musik Mandailing

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    Dalam sebuah wawanacara dengan pemerhati musik Mandailing yang juga penulis sekaligus sutradara film “Biola na Mabugang”, Askolani Nasution mengatakan, produser menjadi faktor utama penentu masa depan musik etnik Mandailing. Menurutnya, produser musik Mandailing belum mau mengoptimalkan kualitas produksinya, terutama dalam hal kemasan baik dalam sampul maupun faktor ekstrinsiknya. Jika dicermati lebih jauh, lanjut Askolani, tidak […]

  • Putusan MK, Anggota DPRD Pindah Partai Tidak Harus Mundur

    Putusan MK, Anggota DPRD Pindah Partai Tidak Harus Mundur

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPR dan DPRD yang mencalon kembali di Pemilu 2014 melalui partai politik berbeda tidak harus mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR/DPRD. Demikian putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 39/PUU-XI/2013 dan Nomor 45/PUU-XI/2013 tanggal 31 Juli 2013 tentang pengujian pasal 16 ayat 3 huruf c UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai […]

  • Petugas Bersihkan Sungai Aek Mata Dengan Alat Seadanya

    Petugas Bersihkan Sungai Aek Mata Dengan Alat Seadanya

    • calendar_month Senin, 5 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Dalam rangka hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environtment Day yang diperingati setiap 5 Juni, Pemkab Mandailing Natal( Madina ) pagi ini 5/6/23 melakukan bersih bersih sepanjang pusat kota Panyabungan tak terlepas sungai aek mata yang kotor akibat tumpukan sampah. Melibatkan tenaga kebersihan, Satpol PP, dan Anggota Koramil 13 Panyabungan , […]

  • Apakah Tapian Siri-siri Bisa Hanyut? : Dari Dila Ni Aek Hingga Persatuan Batu-Batu

    Apakah Tapian Siri-siri Bisa Hanyut? : Dari Dila Ni Aek Hingga Persatuan Batu-Batu

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Ada istilah di dalam tataran sifat arus sungai : “manjalaki na toruk, mangkojar na lampas” (mencari yang rendah, mengejar yang tinggi). Itu istilah bagi para  “parsaba na i topi aek” (petani yang bertani di tepi sungai) dalam memahami sifat-sifat arus sungai. Suatu pemahaman yang diwariskan secara turun […]

expand_less