Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Keluarga Korban Akan Tuntut PT.SMGP

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 30 Sep 2018
  • print Cetak

Asrod, ayah Musawi (tengah) bersama kerabat yang melayat

SIBANGGOR (Mandailing Online) – Dua keluarga korban akan menuntut pihak PT.SMGP terkait tewasnya dua remaja di kolam pengeboran panas bumi Desa Sibanggor Jae.

Usai masa berkabung, pihak keluarga bersama masyarakat Sibanggor Jae akan bermusyawarah menetapkan sikap.

Kedua keluarga itu adalah keluarga almarhum Irsanul Mahya (15) dan almarhum Muhammad Musawi (15) yang tewas tengggelam di kolam pengeboran panas bumi milik PT.Sorik Marapi Geothermal Power, Sabtu (29/9/2018).

“Kami akan menuntut pertanggung jawaban perusahaan,” kata Asrod, ayah Musawi kepada wartawan usai proses penguburan jenazah anaknya di kediamannya Desa Sibanggor Jae, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Minggu siang (30/9/2018).

Sikap yang sama dikatakan Khairul Saleh, ayah Mahya. Dia menyatakan, selesai masa berkabung pihaknya akan membicarakan proses hukum yang akan ditempuh.

Berita terkait : Warga : Kolam SMGP Tidak Ada Pagar

Jenazah Musawi dan Mahya dimakamkan di desa itu, Minggu sekitar pukul 10.00. Pusara keduanya saling berdekatan.

Kedua korban adalah sahabat karib. Rumah mereka juga tak begitu jauh, hanya berjarak sekitar 3 rumah dan masih satu lorong.

Asrod, ayah Musawi masih sangat terpukul ketika Mandailing Online dan sejumlah wartawan melayat ke rumah duka. Nafasnya terlihat sangat berat dengan tatapan nanar.

“Mabiar au sega pasari-sarina. Aha dope artina pala sega au (saya takut rusak memikirkannya. Apalagi artinya saya jika sudah rusak-red),” ujar buruh tani itu lirih sambil terisak kepada kerabat yang datang melayat.

Baca juga : Dua Santri Tewas Tenggelam di kolam PT.SMGP

Sementara itu, warga Desa Sibanggor Jae sangat mendukung sikap kedua keluarga korban dalam upaya minta pertanggungjawaban terhadap pihak PT.SMGP.

Kepada wartawan, warga menyatakan bahwa sebenarnya situasi warga di kampung itu sangat marah, namun masih mampu meredam gejolak.

“Sebenarnya sekarang di sini lagi panas. Mudah-mudahan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Nasaruddin Siregar, warga Desa Sibanggor Jae.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panwaslu Madina Akan Tertibkan Baliho Calon Bupati

    Panwaslu Madina Akan Tertibkan Baliho Calon Bupati

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Mandailing Natal (Madina) akan melakukan pengamanan alat peraga kampanye calon bupati Madina berupa baliho, spanduk dan lainnya yang sudah menyebar di berbagai kawasan Madina, termasuk kota Panyabungan. “Penertiban ini nantinya dilaksanakan secara bersama yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Polres Madina,” kata Ketua Panwaslih Madina, Ahmad […]

  • Dua Desa Bakal Gagal Penen, Ratusan Ha Padi Direndam Banjir

    Dua Desa Bakal Gagal Penen, Ratusan Ha Padi Direndam Banjir

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Lahan persawahan di Desa Hutapuli dan Hutaraja Kecamatan Siabu dinyatakan akan gagal panen akibat terrendam banjir. Padahal padi-padi itu sudah diambang panen. Tanaman padi yang mayoritas telah menguning itu pun diprediksi akan gagal panen karena rendaman banjir sudah seminggu berlangsung yang menyebabkan bulir padi bakalan busuk. Sejauh ini belum ada data […]

  • Pupuk Terlambat, Panen Padi Diperkirakan Merosot

    Pupuk Terlambat, Panen Padi Diperkirakan Merosot

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para petani di Siabu, Mandailing Natal dongkol. Pasalnya, hasil panen di musim tanam ini akan merosot akibat keterlambatan pendistribusian pupuk ke tingkat petani. “Waktu diperlukan pupuk tak ada. Ehh, menjelang padi berbulir pupuk pun dayang. Untuk apa lagi itu. Terlambat sudah.!!!!!,” kata Juan, (38), petani di Desa Huraba Kecamatan Siabu, Rabu […]

  • Pegawai Ngamuk, Pecahkan Kaca, Obok-obok Kursi, Uang Operasional Dilarikan,  PLN Putuskan Arus Litrik ke Gedung Disperindag Madina

    Pegawai Ngamuk, Pecahkan Kaca, Obok-obok Kursi, Uang Operasional Dilarikan, PLN Putuskan Arus Litrik ke Gedung Disperindag Madina

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah pegawai di Dinas Perindustrian Perdagangan Pasar UKM Penanaman Modal Kabupaten Mandailing Natal, dikabarkan mengamuk akibat oknum Bendahara di instasi itu diduga melarikan uang operasional. Peristiwa hari Selasa (28/6/2016) ini mengindikasikan kepemimpinan  di dalam internal Pemkab Mandailing Natal mulai menunjukkan kerapuhan serta merosotnya moralitas para pejabat. Aksi ngamuk para pegawai itu […]

  • Terancam Putus

    Terancam Putus

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jembatan di titik Sidaing Desa Parmompang terancam putus. Hal ini diakibatkan beberapa bagian pinggir jembatan sudah  mulai ambruk. Para pemakai jalan harus ekstra hati-hati.(hol)

  • Sumut Daerah Terkorup, Kerugian Negara Rp400 M

    Sumut Daerah Terkorup, Kerugian Negara Rp400 M

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, – Sumatera Utara menempati ranking pertama provinsi dengan potensi terkorup di Indonesia. Hal itu tergambar dari catatan yang dikeluarkan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra). Dari 278 kasus korupsi yang terjadi di Sumut, jumlah kerugian negara diperkirakan mencapai sekitar Rp400 miliar. “Urutan pertama Sumut, kemudian disusul Provinsi Aceh, Papua Barat dan DKI Jakarta. Kerugian […]

expand_less