Minggu, 15 Mar 2026
light_mode

PIONIR YANG HILANG

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Mei 2019
  • print Cetak

Willem Iskander. Amir Hamdani Nasution (inset)

 

Oleh : Amir Hamdani Nasution, SHI.MH

Sekitar tahun 2011-2014, saya dan Abdul Syukur Nasution (sekarang beliau menjadi pengabdi negara di Sibolga) begitu sering berkunjung ke rumah sejahrawan Mandailing yakni Basyral Hamidi Harahap (semasa beliau masih hidup) di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

Rumah Ompung (begitu panggilan kami) penuh dengan buku, dan ada satu bilah pedang keluarga yang Ompung tunjukkan. Beliau bilang : “Ini pedang keluarga kami yang melawan Padri kala itu”. Sebagai generasi hari ini, kami mafhum atas psikologis Ompung.

Satu hal yang menjadi bahan diskusi kami di suatu ketika : kenapa Sati Nasution atau yang akrab dipanggil Willem Iskander seolah-olah hilang dari literatur Nasional. Terkesan hilang dari ingatan Republik.

Padahal, ahli sejarah dan tokoh pendidikan kawakan, Dr Hendrik Kroeskamp, sebagaimana dituliskan Basyral Hamidi Harahap, bahwa orang Tapanuli boleh berbangga atas prestasi Willem Iskander sebagai satu diantara orang Indonesia yang pertama telah berhasil membuktikan kemampuannya memimpin lembaga pendidikan yang penting.

Pernyataan Kroeskamp tersebut sejalan dengan isi salah satu tajuk harian De Locomotif yang terbit di Semarang bulan Agustus 1876, berjudul “In Memoriam Willem Iskander”, yang menokohkan Willem Iskander sebagai pionir pendidikan.

Kompas.com tanggal 2 Mei 2016, menyebutkan ada 3 orang Indonesia yang melebihi zamannya. “Perjuangan agar terbebas dari penjajah tidak harus dengan cara mengangkat senjata. Perjuangan bisa dilakukan dengan jalur pendidikan. Pendidikan yang menanamkan kesadaran wawasan kebangsaan”. Mereka adalah Willem Iskander, Ki Hadjar Dewantara (Soewardi Soerjaningrat), dan Engku Moh Syafei.

Kiprah Willem Iskander adalah mendirikan Kweekschool Tano Bato, buka pertama tahun 1862. Kiprah Ki Hadjar Dewantara adalah mendirikan Taman Siswa 3 Juli 1922. Sementara, kiprah M Syafi’i adalah mendirikan Inlandsche Nijverheid School (INS) di Kayu Tanam, Sumatera Barat. Dari perbandingan historis secara sederhana tersebut, ada yang aneh perlakuan rezim pemerintahan ini dari zaman ke zaman terhadap ketiganya. Yang satu “dijunjung tinggi” dan diabadikan menjadi Pahlawan Nasional, yang “dua” secara tidak langsung dihilangkan dari sejarah Republik.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Christopher Shelton: Selesai Baca Alquran, Saya Menjadi Muslim

    Christopher Shelton: Selesai Baca Alquran, Saya Menjadi Muslim

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Setiap harinya, Christopher Shelton mendengar teman-temannya tengah membahas Islam. Satu atau dua temannya memang seorang Muslim.  Itu terjadi ketika Shelton duduk di bangku sekolah. “Awalnya ada teman saya seorang Muslim bernama Raphael, ia bercerita banyak tentang Islam. Saat itu, saya belum tertarik mendengar bahasan itu,” ucap dia seperti dikutip arabnews.com, Rabu (4/12). Memasuki kelas sepuluh, […]

  • Gugah Kesadaran Warga, DLH Madina Akan Rutinkan Jum’at Bersih

    Gugah Kesadaran Warga, DLH Madina Akan Rutinkan Jum’at Bersih

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online: sungai aek mata di kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) masih menjadi pekerjaan rumit Dinas Lingkungan Hidup ( DLH). Kurang nya kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan sungai dengan tidak membuang sampah ke sungai terus disosialisasikan dengan cara turun langsung melakukan pembersihan. Pagi ini saja petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dengan Forum […]

  • Pasca Terbitnya Hak Paten Kopi Mandailing :  Penguatan Petani dan Negosiasi Mandheling Coffee (Bagian 1)

    Pasca Terbitnya Hak Paten Kopi Mandailing : Penguatan Petani dan Negosiasi Mandheling Coffee (Bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hak Paten untuk Kopi Mandailing telah diterbitkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM. Namanya Hak Paten Indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Mandailing. Itu artinya, eksportir dari Indonesia dan produsen bubuk kopi di seluruh dunia yang memasang Mandheling Coffee sebagai nomenklatur labelnya tak dibolehkan lagi kecuali atas seizin dari Mandailing Natal. Perkembangan itu tentu memiliki […]

  • Pabrik Vaksin China di Indonesia, Perbaikan Iklim Investasi Bidang Kesehatan?

    Pabrik Vaksin China di Indonesia, Perbaikan Iklim Investasi Bidang Kesehatan?

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik   Pendemi jadi ladang surga bisnis bagi sebagian pengusaha. Khususnya para kapitalis global termasuk China. Di tengah kondisi ekonomi global yang terus kacau, hanya negeri tirai bambu tersebut yang mampu bertahan secara ekonomi juga mengalami indeks kemajuan yang tidak dimiliki negara-negara lain bahkan AS sendiri. China tidak […]

  • MAN Panyabungan Ikuti Raja Majestic Marching Band

    MAN Panyabungan Ikuti Raja Majestic Marching Band

    • calendar_month Jumat, 30 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  (Mandailing Online) : MAN Panyabungan akan mengikuti kompetisi Raja Majestic Marching Band  tahun 2016 yang akan berlangsung dari tanggal 7-9 Oktober 2016 di Unimed Medan. Tim dari MAN Panyabungan ini adalah Marching Band Gita Nada Pratama Madina (GNPM). Menyongsong keberangkatan tim ini, MAN Panyabungan menggelar konser pamit yang diselenggarakan di lapangan footsal MAN Panyabungan, […]

  • 7 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Madina Tahap Pelimpahan Berkas ke JPU

    7 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Madina Tahap Pelimpahan Berkas ke JPU

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Masih ingat 7 tersangka pelaku tambang enas ilegal yang diamankan Polres Mandailing Natal ( Madina) di Kecamatan Kotanopan sebulan lalu. Perkembangan nya sekarang, Penyidik Polres Madina kabarnya sudah tahap sidik, dan pelimpahan berkas nya ke Kejaksaan. Ipda Bagus Seto, Kaurbin OPS Reskrim Polres Madina mengatakan, berkas ke 7 tersangka pelaku tambang […]

expand_less