Rabu, 11 Mar 2026
light_mode

Dana Pilkada Madina 37 vs 40,3

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Jan 2020
  • print Cetak

 

Dana Pilkada, ilustrasi

 

Dana Pilkada di Madina kali ini menjadi versus.

Angka 37 milyar versus angka 40,3 milyar.

Rasional vs regulatif.

DPRD Madina ngotot di angka 37 milyar. KPU Madina ngotot di angka 40,3 milyar.

Versus-versusan ini ronde kedua.

Versus ronde pertama adalah antara KPU Madina versus Pemkab Madina. Antara angka 65 milyar yang diakukan KPU vs telaah pihak Pemkab.

Pihak pemkab awalnya menilai angka 65 milyar itu terlalu tinggi untuk kondisi keuangan daerah.

Lalu KPU mengajukan ulang di angka 54 milyar. Lagi-lagi pemkab minta diturunkan.

Akhirnya disepakati angka 40,3 milyar. Angka ini dituangkan dalam NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah).

Dan menjadi angka di draf Rancangan APBD Madina 2020.

Lantas, angka itu direalistiskan lagi oleh DPRD di APBD ke angka 37 milyar.

Mana yang lebih realistis? Mari kita lihat angka di Tapsel. Induk Madina.

Dana penyelenggaraan Pilkada 2020 di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) hanya 3,2 milyar rupiah.

Sedangkan di Madina ditetapkan 37 milyar oleh DPRD di APBD 2020.

Berarti Madina lebih besar 6,8 milyar dari Tapsel.

Padahal jumlah TPS tak jauh beda. Jumlah TPS di Tapsel 1.010 unit. Di Madina 1.286 unit.

Beda jumlah TPS di Tapsel dengan Madina hanya selisih 276.

Jumlah pemilih di Tapsel 203.542 orang. Di Madina 285.322. Selisihnya 81.780 orang.

Jumlah Desa/kelurahan di Tapsel 248. Madina 404.

Data Tapsel dan Madina itu data Pemilu 2019.

Meski dana penyelenggaraan Pilkada Madina tahun 2020 telah ditetapakan di APBD Madina TA 2020 sebesar 37 milyar, ternyata angka itu masih “belum final”.

KPU Madina tetap berharap angkanya 4,3 milyar. Sesuai dengan NPHD. Sesuai dengan yang tercantum di draf Rancangan APBD Madina 2020.

Tetapi, pihak DPRD Madina tetap bersikukuh 37 milyar.

Pihak DPRD menilai KPU tak mampu menjabarkan kebutuhan-kebutuhan biaya pilkada secara rasional sehingga tak meloloskan angka 40,3 yang diminta KPU.

Sedangkan pihak KPU Madina beralasan bahwa angka yang diajukan berpijak pada sejumlah regulasi.

DPRD berpijak pada rasionalitas, KPU berpijak pada sisi-sisi regulaltif.

Rasionalitas vs regulatif ini tak menemukan titik temu.

Pemprov Sumut juga tak bisa menengahi vs itu. Yang akhirnya bergulir ke Mendagri dalam bentuk konsultatif, pekan lalu.

Hasil konsultasi di Kemendagri itu belum diketahui kabarnya. Apakah tetap di angka 37 versi DPRD dan APBD atau 40,3 milyar versi KPU dan NPHD.

Lantas apakah DPRD dapat menerima apabila hasil di Kemendagri itu memenangnkan angka 40,3 milyar?

Atau apakah KPU menerima jika hasilnya 37 milyar?

Mari kita tunggu. Sebab, kabarnya DPRD akan menerbitkan liris pers yang berisi sikap DPRD. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Padi Siganteng Menggemparkan Petani Madina

    Padi Siganteng Menggemparkan Petani Madina

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Namanya padi Siganteng, satu pengembangan varietas tanaman padi di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina). Padi ini telah menjadi buah bibir di kalangan petani karena hasilnya bagai mukzijat. Betapa tidak, tanaman padi ini mampu menghasilkan 9 ton per hektar, mengalahkan pulau Jawa yang sejauh ini hanya mampu pada angka 7,2 […]

  • Ibu Pembuang Bayi di Hutabargot, Ternyata Seorang Guru

    Ibu Pembuang Bayi di Hutabargot, Ternyata Seorang Guru

    • calendar_month Sabtu, 10 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ibu kandung yang mebuang bayi di kawasan Hutabargot ternyata seorang guru SMP. Tersangka berinisial RH (31) warga Desa Hutabargot Lombang Kecamatan Hutabargot, Mandailing Natal (Madina), pekerjaannya guru honor di salah satu SMP Negeri di Panyabungan. Wanita ini ditangkap Polres Madina di kawasan Lingkar Timur Panyabungan depan rumanh makan Paranginan usai menyaksikan […]

  • Abrasi Pantai, Pemukiman Tabuyung Bahaya

    Abrasi Pantai, Pemukiman Tabuyung Bahaya

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Pemukiman Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumut dalam bahaya menyusul rangkaian abrasi pantai laut. Pemkab Mandailing Natal (Madina) maupun Pemprov Sumatera Utara (Sumut) didesak bergerak cepat menangani abrasi. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (DPP Ima Madina) menyatakan pemkab maupun pemprov harus mengindahkan UU Nomor […]

  • Budayawan dan Raja Mandailing Bedah Adat dan Budaya yang Baku

    Budayawan dan Raja Mandailing Bedah Adat dan Budaya yang Baku

    • calendar_month Kamis, 28 Des 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Diskusi tentang adat dan budaya Mandailing dilangsungkan di Sopo Godang Hutasiantar, Panyabungan, Mandailing Natal, Rabu malam (27/12/2017). Hadir dua budayawan Mandailing, yakni Bakhsan Parinduri dan Askolani Nasution serta Patuan Mandailing Hutasiantar. Hadir juga anggota DPRD Madina, Ludfan Nasution, sejumlah tokoh adat dari Hutasiantar serta Pimpinan Kampeng Kaos Madina Sobir Lubis sebagai […]

  • Pohon-pohon Pelindung di JL. Jend. Haris Nasution Dirobohkan. Belum Diketahui Siapa Yang Bertanggungjawab

    Pohon-pohon Pelindung di JL. Jend. Haris Nasution Dirobohkan. Belum Diketahui Siapa Yang Bertanggungjawab

    • calendar_month Kamis, 18 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peliput : Dahlan Batubara PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pohon-pohon pelindung yang berada di sepanjang jalur Jalan Jend. A. Haris Nasution, Lingkar Dalam Timur kota Panyabungan, Mandailing Natal dirobohkan. Sejauh ini belum diketahui pihak mana yang menginstruksikan pembunuhan pohon-pohon itu. Pohon jenis Trembesi dirobohkan secara kasar. Pantauan Mandailing Online, Kamis (18/5/2017), setidaknya sudah sekitar 7 […]

  • RTRW Palas Segera Disusun

    RTRW Palas Segera Disusun

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Kawasan Hutan dan APL Menjadi Prioritas. Palas – Pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Pemkab Palas), melalui Badan Perencanaan Pembagunan Daerah (Bappeda) bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dalam waktu dekat akan menyusun Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Palas, menitikberatkan pada kawasan hutan dan areal penggunaan lain. Penyusunan RTRW pada daerah ini, menyangkut pembahasan tentang […]

expand_less