Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Disodomi Sejak Umur 3 Tahun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
  • print Cetak


Medan, Seorang anak didampingi paman dan kakeknya mendatangi Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumatera Utara di Medan, Selasa (04/01/2011).

Kedatangan mereka untuk mengadukan perlakuan pelecehan seksual atau sodomi yang dilakukan Martin Harun Munthe (39) warga Pasar V Mawar XII, Padang Bulan Medan, yang tak lain adalah ayah dari JJ (nama samaran)

Kedatangan M Sitompul dan Sugiata Sitompul serta korban langsung diterima Ketua Pokja Pengaduan dan Fasilitas Pelayanan KPAID Sumut Muslim Harahap.

Dalam pengaduannya mereka melaporkan Martin Harun Munthe yang telah menyodomi anaknya semenjak berumur tiga tahun tepatnya pada Tahun 2003.

Kejadian yang memalukan ini terungkap saat tetangga korban melihat Martin sedang meniduri putra sulungnya di dapur rumahnya. Melihat kejadian tersebut tetangganya melaporkan kepada Yunita br Sitompul. Akibat laporan tersebut terjadilah pertengkaran mulut.

Namun peristiwa tersebut saat itu masih dirahasiakan. Kejadian memilukan ini kembali terjadi pada 20 Februari 2006, 10 November 2007 dan 13 Januari 2010. Masalah ini kemudian diselesaikan secara kekeluargaan dan Martin dimaafkan karena telah berjanji tidak melakukannya lagi.

Tapi pada 27 Desember 2010, kejadian itu terulang kembali. Barulah keluarga melaporkan kasus tersebut ke Poltabes Medan, namun lagi-lagi diselesaikan secara kekeluargaan.

Tidak terimanya keluarga Sitompul, karena geram melihat Martin yang membawa pergi Yunita dan Maylusiana br Munthe adik dari JJ, karena takut pihak keluarga melapor ke KPAID Sumut.

“Mereka sangat khawatirkan denga tindak tanduk Martin yang sewaktu-waktu bisa saja merusak anak perempuannya. Sama lelaki saja dia mau, apalagi sama perempuan,” kata M Sitompul kepada wartawan saat ditemui di Kantor KPAID.

Menurutnya, pekerjaan Martin adalah tukang botot dan saat menikah dengan anaknya tidak ada perihal yang mencurigakan hingga terjadi kejadian yang memalukan ini.

Setelah adanya kejadian yang memalukan ini, korban kemudian tinggal bersama kakeknya di Gang Horas, Jalan Rela, Kelurahan Siderejo, Kecamatan Medan Tembung.

Menyikapi pengaduan keluarga korban, KPAID Sumut segera menindaklanjutinya ke pihak kepolisian untuk selanjutnya dilakukan pengusutan.

Sehubungan kejadian tersebut, JJ terlihat trauma dan mengeluhkan rasa sakit di sekitar bokongnya. Ketika ditanyakan tentang ayahnya, JJ terlihat emosi.

Begitu juga dengan sitompul, meminta agar menantunya itu ditangkap. Karena apa yang dilakukan sangat membuat mereka sekeluarga menjadi malu. (BS-021)
Sumber : Berita sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Demo, Desak Gubsu Usut Korupsi Bansos Covid di Madina

    Mahasiswa Demo, Desak Gubsu Usut Korupsi Bansos Covid di Madina

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Forum Masyarakat Mahasiswa Peduli Pilkada Madina menuding adanya indikasi korupsi penggunaan dana bansos Covid-19 di kabupaten tersebut. Oleh karena itu Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin didesak membentuk tim untuk memeriksa perangkat pemerintahan yang diduga terlibat. Koordinator Forum Masyarakat Mahasiswa Peduli Pilkada Madina, Herman Birje Nasution, juga meyakini ada bansos covid-19 […]

  • HUT RI, Istana Negara Undang Gordang Sambilan

    HUT RI, Istana Negara Undang Gordang Sambilan

    • calendar_month Sabtu, 4 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Pemerintah RI secara resmi mengundang kelompok Gordang Sambilan dari Mandailing dalam rangka pertunjukan pada HUT RI di istana negara, Jakarta. Memenuhi itu, grup Gordang Sambilan dari Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina) bertolak hari ini Sabtu (4/8)dari Panyabungan ke Jakarta. Sobir Lubis, aktifis lembaga kesenian Sian Huta kepada Mandailing Online, Sabtu (4/8) […]

  • Rp50 Juta untuk Website Mubazir

    Rp50 Juta untuk Website Mubazir

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KISARAN (Mandailing Online) – Website http://pemkab-asahan.go.id/ dinilai mubazir dan tidak bermanfat. Meski masih bisa dibuka, namun sejak tahun 2010 hingga 2013, tampilan website tidak ada perubahan. Sebagaimana diketahui, data yang dimasukan terbaru juga tahun 2009 yakni tentang panitia Pengadaan Barang/Jasa di Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan yang mengadakan Pemilihan Umum dengan pascakualifikasi untuk pengadaan barang/jasa borongan […]

  • Enterpreneur dari Kampoeng Kaos dan SMA Negeri 2 Plus

    Enterpreneur dari Kampoeng Kaos dan SMA Negeri 2 Plus

    • calendar_month Selasa, 21 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : DAHLAN BATUBARA Jurnalis   Masa depan yang gemilang itu ada di sektor enterprenur (wirausahawan atau pengusaha). Selain sejahtera secara finansial, pengusaha juga sangat berjasa dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat luas. Alhasil, seorang pengusaha berjasa menyelamatkan para pengangguran. Lebih dari itu, pengusaha adalah pihak yang berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian suatu […]

  • Tolak Wajib Militer, PNS Bisa Dipidana

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Draf Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Komponen Cadang Pertahanan Nasional yang merancang PNS dan para pekerja wajib militer sudah di DPR dan siap dibahas. Bahkan PNS dan pekerja yang menolak wajib militer bisa dipidana. Itu berdasarkan draf RUU Komponen Cadangan yang diperoleh, Kamis (30/5), sanksi bagi warga sipil yang menolak wajib latihan militer bervariasi. […]

  • Pejabat Medan pengalih tanah KAI harus diusut

    Pejabat Medan pengalih tanah KAI harus diusut

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN   –  Oknum pejabat di Pemerintah Kota Medan yang diduga terlibat dalam kasus pengalihan tanah milik Perusahaan Kereta Api Indonesia (KAI) Medan harus diusut tuntas Kejaksaan Agung. “Siapa saja oknum pejabat dan mantan pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Medan yang ikut bermain dalam pengalihan aset milik PT KAI Medan harus diproses secara hukum,” kata Pengamat […]

expand_less