Minggu, 15 Mar 2026
light_mode

Inspektorat : Kasus Gunungtua Jae Masih Tahap Analisa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Feb 2020
  • print Cetak

 

Rahmad Daulay

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus kepala desa Gunung Tua Jae Kecamatan Panyabungan masih tahap analisa oleh Inspektorat Mandailing Natal (Madina).

Itu diungkapkan Ketua Tim Pemeriksa Inspektorat Madina, Rahmad Daulay menjawab Mandailing Online di ruang kerjanya, Rabu (19/2/2020).

Pihaknya juga sudah memanggil berbagai pihak dari Gunung Tua Jae dan dimintai keterangan.

Namun, masih beberapa lagi belum mau hadir ke Inspektorat, termasuk pengurus BUMDes.

“Pihak BUMDes sudah panggilan ketiga. Surat panggilan dititip via perangkat desa. Tapi belum mau datang. Alasan ketidakhadiran pun tak kita peroleh,” ujar Rahmad.

Kasus kepala desa Gunung Tua Jae mencuat setelah warga mengadukan kepala desa kepada Bupati Madina, Inspektorat Madina dan Polres Madina awal Pebruari lalu.

Terdapat 8 poin di dalam berkas pengaduan itu :

Pertama, penghancuran atau perobohan aset pemerintah berupa kantor Kepala Desa Gunungtua Jae tanpa melalui proses yang diduga melanggar Peraturan Pemerintah RI nomor 27 tahun 2014 tentang pengelolaan barang milik negara/daerah dan pasal 406 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

Kedua, Kepala Desa diduga menyalahgunakan wewenang, tugas, hak, dan kewajibannya dan tidak jujur, tidak adil dalam mengelola BUMDes tahun 2017 sebesar Rp 105.370.000.

Ketiga, Kepala Desa Gunungtua Jae diduga sewenang wenang menghunjuk pengurus dalam pengelolaan budidaya ikan yang dinilai tidak secara demokratis. Bahkan pembukuan keuangannya tidak ada yang bertanggung jawab untuk membubuhkan tanda tangan.

Keempat, sampai saat ini kepengurusan organisasi masyarakat STM tidak ada lagi diduga akibat tidak adanya perhatian, pengayoman dan pembinaan kepala Desa Gunungtua Jae terhadap masyarakat. Dan, uang sebesar Rp 8 juta yang diserahkan kepengurusan STM sebelumnya bernama Hilman Nasution kepada kepala desa Mardansyah Rangkuti sampai saat ini tidak tahu uang tersebut dikemanakan oleh kepala desa.

Kelima, kepala desa menyewakan mesin molen kepada orang lain di jalan Sabut, Jalan Saba Rimba, Jalan Tambangan, Jalan kebun Lumban Pasir, Jalan Mangga Manis. Masyarakat tidak tahu siapa yang menyewa dan berapa hari disewakan dan uang sewa molen dikemanakan.

Keenam, pembukuan keuangan kepengurusan dan pengelolaan sarana air bersih Desa Gunungtua Jae tidak ada transparansi kepala desa. Sementara biaya pemasangan ke rumah warga dikenakan biaya sebesar Rp 300 ribu dan untuk iuran perbulan dikenakan biaya Rp 6 ribu per pelanggan.

Ketujuh, sejak serah terima kas keuangan dan barang-barang Gapoktan, salah satunya mesin robot padi dari kepala desa sebelumnya kepada kepala desa sekarang tidak diketahui lagi pembukuannya.

Kedelapan, masih ada tiga kegiatan yang diduga belum dikerjakan oleh kepala desa Gunungtua Jae anggaran tahun 2019, yaitu rehab madrasah, pembangunan drainase, dan pembangunan jalan serta beberapa kegiatan lainnya.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Bupati Madina Ziarahi Makam Para Ulama

    Wakil Bupati Madina Ziarahi Makam Para Ulama

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Menyongsong bulan suci Ramadan, Wakil Bupati Madina H.M Jakfar Sukhairi Nasution melakukan ziarah ke sejumlah makam ulama yang ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (15/4/2020). Jakfar Sukhairi berziarah bersama rombogan lintas elemen Madina. Sebelum ke makam para ulama, Jak’far Sukhairi terlebih dahulu ziarah ke makam kedua orangtuanya yaitu makam H.Khollad Jafar […]

  • Pemungutan Suara Ulang Madina

    Pemungutan Suara Ulang Madina

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Spanduk & Baliho Dilarang Berdiri MADINA- Komisi Pemilihan Umum Mandailing Natal akan menghadirikan tujuh pasangan calon bupati dan wakil bupati Madina, Kamis (24/2). Pertemuan itu untuk menjelaskan secara teknis bahwa tahapan dan jadwal pemungutan suara ulang telah dimulai ”Kita akan sosialisasikan kepada mereka (7 pasangan calon, red) secara teknis pelaksanaan pemungutan suara ulang ini. Seperti […]

  • AGROBISNIS PEPAYA RUNDING

    AGROBISNIS PEPAYA RUNDING

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Agrobisnis itu menjanjikan. Bisa bikin kaya. Jadi bos, alias memiliki karyawan, alias pengusaha di sektor pertanian. Kaum milenial pedesaan harus mengarah ke agrobisnis. Bukan menunggu lowongan kerja yang maha sulit itu. Yang bikin putus asa itu. Semua bisa. Yang sarjana. Yang tamat SMA. Atau tamatan SMP atau SD. Bahkan yang tak tamat SD pun. Mari […]

  • Sudah Dinyatakan Lolos, Ribuan Honorer K1 Gagal Kantongi NIP

    Sudah Dinyatakan Lolos, Ribuan Honorer K1 Gagal Kantongi NIP

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Sebanyak 49 ribu honorer kategori satu (K1) jangan gembira dulu. Pasalnya, meski sudah dinyatakan memenuhi kriteria (MK) oleh tim auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan sudah mendapatkan formasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, bukan jaminan lantas bisa mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP). Terbukti hingga Selasa (10/9) sudah ribuan […]

  • B A B I A T (Episode 1)

    B A B I A T (Episode 1)

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Halak Kotanopan Sudah hampir sebulan ini masyarakat di beberapa kampung di Mandailing dicekam ketakutan. Tidak ada anak anak yang berkeliaran diluar rumah. Apalagi anak anak yang bermain di pinggiran sawah. Lambaian padi yang menguning justru seolah menyimpan ancaman untuk mereka. Bunyi gesekan dedaunan yang ditiup angin bisa mebuat mereka merinding. Begitu matahari mulai tenggelam, […]

  • Nasdem Minta Maaf

    Nasdem Minta Maaf

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Ketua DPP Partai Nasdem Taufik Basari sadar banyak anggota masyarakat kecewa kepada partainya karena kasus korupsi yang menjerat sejumlah kader. Karena itu Taufik atas nama partai menyampaikan permohonan maaf kepada mereka. “Fakta ada kader Partai Nasdem tersangka, kami akui. Kalau ada yang kecewa terhadap peristiwa ini, Partai Nasdem meminta maaf,” kata Taufik […]

expand_less