Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Sampuraga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2020
  • print Cetak

Catatan ringkas : Askolani Nasution

 

Kalau Anda berpikir untuk mencari nenek moyang “Sampuraga”, baik keturunan, marga, asal-usul, dst.; itu benar-benar naif. Karena ia hanya dongeng. Dalam sastra bisa disebut dengan folklor, cerita rakyat yang diceritakan secara verbal, turun-temurun. Tidak tertulis, banyak versi, dan pengarangnya anonim.

Bisa juga disebut legenda, karena diyakini berkaitan dengan asal-usul sebuah tempat. Tetapi bukan sejarah. Unsur sejarahnya hanya karena ada objek yang terkait dengan cerita itu, tetapi setengah dari cerita itu “angan-angan”.

Sebagai sebuah karya sastra, ia adalah seni murni, hasil proses kreatif sastrawan atas lingkungan sekitarnya. Dan di zaman Sastra Klasik, bahkan jauh sebelum itu, cerita-cerita ala “Sampuraga” ini memang dibutuhkan. Karena itu diciptakan sebagai sarana didaktik atas budaya yang berlaku. Sebab itu juga ada cerita “Sangkuriang” yang terkait dengan Gunung Tangkuban Perahu, dll.

Apalagi legenda anak durhaka. Banyak ragam. Dan hampir semua budaya di Nusantara punya cerita begitu. Ada legenda “Batu Menangis” di Kalimantan Barat, legenda “Malin Kundang” di Sumatera Barat, “Si Lancang” di Melayu Riau, “Si Mardan” di Toba, dst. Bahkan, jangan kaget, di Kalimantan Tengah, di Kabupaten Lamandau, ada cerita dengan judul yang persis sama di Mandailing Natal, “Sampuraga” (https://id.wikipedia.org/wiki/Sampuraga). Jangan tanya “Sampuraga” mana yang asli, karena Anda tidak akan menemukan tahun munculnya cerita itu.

Saya meyakini bahwa “Sampuraga” versi Mandailing baru muncul awal abad 19. Karena beberapa buku yang bercerita tentang Sumatera dan Mandailing masa sebelum abad 19, sama sekali tak pernah disebut. Di buku “Heester Nedham’s Work in Sumatera” yang terbit tahun 1899, misalnya, sama sekali tak menyinggung nama itu. Padahal buku itu bercerita amat detail tentang Maga, tentang Sibanggor, kawasan antara Malintang dan Pakantan, dll.

Asumsi awal saya tentang “Sampuraga” baru muncul saat berkembangnya sastra Hikayat tahun 1870-an. Itu bersamaan dengan berkembangnya pendidikan modern di Mandailing, dan Sastra Melayu menjadi pelajaran penting. Misalnya di Kweekschool Tano Bato (1862). Masa itu, terutama di Sumatera, memang menjadi tempat berkembangnya bacaan-bacaan sastra Melayu semacam Hikayat. Ada “Hikayat si Miskin” misalnya, yang ditulis dengan Aksara Arab Melayu, dll.

Cerita-cerita rakyat di Mandailing justru berkembang pesat masa 1920-an ketika Pelopor Cerita Pendek Indonesia, M. Kasim, mengajar di Sekolah Rakyat Kotanopan. Dan tragisnya, cerita-cerita berbahasa Mandailing yang dibuatnya tidak tertulis. Misalnya, cerita “Si Bisuk na Oto.” Ada cerita lainnya, misalnya “Si Tapis Surat Tagan” juga tidak tahu siapa pengarangnya, tidak tertulis. Ketika tahun lalu saya menulis ulang cerita ini, saya benar-benar kesulitan mencari sumbernya. Dan banyak cerita folklor lain di Mandailing yang mulai hilang, tidak tertulis, tidak terdokumentasi, dst. Karena tidak ada yang peduli. Jangankan untuk mendanai penelitian tentang itu, menulis ulang, dst., apalagi untuk menerbitkannya sebagai bahan literasi sekolah di Mandailing Natal, misalnya.

Tentu saja pendapat saya. Yang lain boleh berpendapat dengan asumsi masing-masing.***

Penulis adalah budayawan/sutradara tinggal di Mandailing Natal

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panyabungan Dicemari Galundung, Pemkab Mandul Atasi Tambang Liar

    Panyabungan Dicemari Galundung, Pemkab Mandul Atasi Tambang Liar

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih mandul mengatasi persoalan tambang emas liar di berbagai kawasan di Madina. Sementara itu kota Panyabungan sudah dikepung oleh banyaknya unit-unit galundung (gelondongan batu emas) yang berdampak makin berbahayanya keselamatan warga kota dari pencemaran mercury. Disisi lain, korban nyawa melayang juga sudah banyak terjadi di lobang-lobang […]

  • Harga Esemka mulai Rp65 juta

    Harga Esemka mulai Rp65 juta

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Solo, (MO) – Setelah Esemka lulus berbagai uji dan bisa mendapatkan STNK, kendaraan karya para siswa Sekolah Menengah Kejuruan itu mulai dipasarkan dan harga jualnya sudah diumumkan. “Esemka type SUV Rajawali tahap pertama Rp100 juta/unit, tetapi ini terbatas dan nantinya akan menjadi Rp145 juta/unit. Hal ini terkait harga komponen yang terus naik, sedangkan mobil Esemka […]

  • Nama-Nama PNS Yang Mutasi

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ansor, S.Pd.MM yang selama ini menjabat kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata dimutasi menjadi kepala BLU STAIM dalam mutasi di lingkungan Pemkab Mandailing Natal, Rabu (4/6/2013). Sementara kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata yang baru dijabat oleh Ahmad Meinul Lubis, AP yang selama ini menjabat Kepala Kantor Pelayanan Perizinan […]

  • Bupati Madina Masih Sebatas Menasihati Pelaku Tambang Ilegal Batang Natal

    Bupati Madina Masih Sebatas Menasihati Pelaku Tambang Ilegal Batang Natal

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pada kunjungan ke kawasan Pantai Barat, Jum’at (10/12/2021), Bupati Mandailing Natal (Madina), Ja’far Sukhairi Nasution, singgah di titik Desa Ampung Siala Kecamatan Batang Natal memantau aktivitas tammbang di pinggiran Sungai Batang Natal. Dia menasihati para penambang agar menghentikan kegiatan perusakan lingkungan itu. Sejauh ini belum terdengar tindakan tegas dari pemerintah daerah terhadap para penambang emas […]

  • Dendam Lama, Tikam Tetangga Sampai Tewas

    Dendam Lama, Tikam Tetangga Sampai Tewas

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Dahlan Sembiring (55) warga Dusun V, Desa Durian Lingga Namutrasi, Kecamatan Sei Bingai, Langkat, tewas bersimbah darah akibat luka tikam di rusuk kirinya, Selasa (7/2) sekira pukul 22.30 WIB. Korban tewas ditikam Satria Sembiring (40), merupakan tetangga korban. Penikaman yang menimpa Dahlan Sembiring diduga karena dendam lama yang dipendam Satria. Di mana, dendam itu […]

  • BPKP gelar perkara PS Sidimpuan

    BPKP gelar perkara PS Sidimpuan

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN – Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumatera Utara melakukan gelar perkara dugaan korupsi Persatuan Sepakbola Padangsidimpuan (PS Sidimpuan). Gelar perkara itu bertujuan untuk menghitung seberapa besar kerugian negara pada dugaan korupsi manipulasi dana dan data yang kini ditangani Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan. Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan pihak kejaksaan, kerugian negara pada perkara […]

expand_less