Minggu, 8 Mar 2026
light_mode

Beredar, Buku Sudutkan Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Sumatera Utara mengharapkan Kapolresta Medan dan jajarannya mengusut tuntas dengan menangkap provokator yang hendak merusak kerukungan hidup antar umat beragama di Sumut.

Sebab, tindakan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab dengan menyebarkan buku, VCD, selebaran yang menyudutkan umat Islam kepada sejumnlah ustadz dan nazir masjid di Medan merupakan tindakan biadab jauh melebihi teroris sebab tindakan tersebut dapat berdampak luar biasa khususnya bagi suasana kondusifitas dan kerukunan umat beragama di Kota Medan khususnya di Sumut.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Masri Sitanggang didampingi Sekretaris Awaluddin Sibarani dan Wakil Sekretaris Amru Lubis di Medan, Jumat (21/01/2011) malam.

Masri yang juga Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Sumut menambahkan, tindakan menyinggung umat Islam ini bukan yang pertama kali diterima umat Islam baik di Sumut maupun daerah lainnya, tetapi umat tetap bersabar. Kejadian seperti ini juga telah berulang kali dilaporkan ke pihak kepolisian namun tidak satu pun pelakunya ditangkap.

“Sampai terulangnya kembali peristiwa serupa, kasus-kasus seperti ini tidak pernah dituntaskan,” tukas Masri sembari menyatakan tindakan pelaku tidak gentlemen karena saat memberikan barang tersebut tidak melampirkan alamat dan identitas pengirim.

Padahal bila jelas pengirimnya, pihaknya siap berdebat atau membuka dialog terbuka antar umat beragama agar diketahui ajaran agama mana yang benar.

“Kita siap membuka forum dialog terbuka disaksikan orang banyak untuk berdepat dan mengklarifikasi tudingan yang ada dalam buku atau VCD tersebut,” jelas Masri sembari menantang para pelaku agar bersikap terbuka tidak bersembunyi-sembunyi dengan memperkeruh suasana kekondusifan, kerukunan dan toleransi umat yang selama ini telah terbina di Kota Medan.

“Karena melebihi teroris, kami minta pihak kepolisian segera membongkar jaringannya dengan mernangkap para pelaku. Kami yakin Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga dan Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno yang tetap konsen memerangi teroris tanpa padandang bulu akan berhasil mengungkap dan menangkap pelaku. Jaringan perampok bank CIMB saja bisa terungkap, apalagi keberadaan para pelaku pengecut yang tidak bertanggung jawab ini,” tandasnya. (BS-002)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • LSM LIRa Madina Bagikan Paket Makan Siang di Pasar Lama

    LSM LIRa Madina Bagikan Paket Makan Siang di Pasar Lama

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di tengah situasi ekonomi yang tak menentu dan pandemi Covid-19, Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRa) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membagikan paket makan siang kepada sopir beca di sekitaran Madina Square Pasar Lama, Panyabungan, Selasa (15/2). Pembagian paket makan siang ini langsung dihadiri Bupati LIRa Ali Musa Nasution, Ketua […]

  • KPU Sumut: Kasasi Atau Tidak Tunggu Instruksi

    KPU Sumut: Kasasi Atau Tidak Tunggu Instruksi

    • calendar_month Senin, 28 Des 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      MEDAN– KPU Sumatera Utara mengklaim belum menerima instruksi apapun dari KPU RI terkait tindak lanjut putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan yang memenangkan gugatan Jopinus Ramli (JR) Saragih-Amran Sinaga. Anggota KPU Sumut divisi hukum Evi Novida Ginting mengatakan, PT TUN Medan memberikan batas waktu 14 hari untuk menyampaikan tanggapan terhadap putusan tersebut. “Kami […]

  • Kasus Cikeusik, bukti intelejen lemah

    Kasus Cikeusik, bukti intelejen lemah

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Minggu (6/2) kemarin bentrokan warga masyarakat dengan jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang menjadi peristiwa berdarah. Pasalnya, peristiwa itu menewaskan 3 orang, merusak sejumlah mobil dan rumah. Kejadian itu menjadi perhatian. Menkopolhukam, Kapolri, Menteri Agama dan Kejaksaan Agung menggelar rapat mendadak menyikapi kondisi yang terjadi. Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanudin, menilai kasus […]

  • Tunggu Sikap Presiden, Sumut Pecah jadi 4 Provinsi

    Tunggu Sikap Presiden, Sumut Pecah jadi 4 Provinsi

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum melakukan penyisiran terhadap berkas persyaratan usulan pembentukan Provinsi Tapanuli, Provinsi Sumatera Tenggara (Sumteng), dan Provinsi Kepulauan Nias. Kementerian yang dipimpin Gamawan Fauzi itu masih menunggu petunjuk dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait 65 RUU pembentukan daerah baru yang disodorkan DPR, yang tiga diantaranya pembentukan provinsi baru yang […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander  (1840-1876) (bagian 4-selesai)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 4-selesai)

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara   Unsur karakter dan tokoh sebagaimana dapat diikuti melalui cerita yang dibangunnya dapat pula dilihat melalui penggambaran sikap secara psikologis, yang ditemui pada setiap tokoh utama yang ditampilkan. Memang penggambaran karakter tersebut tidaklah setajam dan selengkap sebagaimana dapat ditemui dalam cerpen-cerpen modern Indonesia dewasa ini. Namun […]

  • Polisi Kawal Kegiatan Ibadah Peringatan HUT OPM

    Polisi Kawal Kegiatan Ibadah Peringatan HUT OPM

    • calendar_month Sabtu, 1 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAYAPURA, (MO)- Kepolisian Jayapura tetap mengawal kegiatan ibadah yang dilakukan sekelompok kecil masyarakat untuk memperingati lahirnya Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu (1/12/2012). Pengawalan itu dilakukan karena polisi tidak menggeluarkan izin namun mereka tetap ingin melaksanakan ibadah dan berjanji tidak akan ada pengibaran bintang kejora. Hal itu dikatakan Wakapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw, Sabtu (1/12/2012) pagi. […]

expand_less