Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Sejumlah Pesantren di Madina Kerjasama dengan Yayasan Mataniari

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2020
  • print Cetak

Tidak bisa dipungkuri, bahwa hingga saat ini pesantren memiliki peranan besar dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Bukan hanya dalam bidang pendidikan, tapi pesantren juga menyatu dengan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Begitu juga Mudir atau pimpinan pondok pesantren, merupakan tokoh masyarakat dimana pesantren itu berada. Singkatnya, pesantren dan kehidupan masyarakat berhubungan sangat erat.

Peran otentik pesantren tersebut sejatinya bisa ditingkatkan agar bisa memberi lebih banyak mamfaat kepada masyarakat luas. Salah satu peran yang bisa dimaksimalkan yaitu dalam bidang ekonomi. Pesantren bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar tentunya dengan ke khas-an daerahnya.

Berdasarkan Pangkalan Data Pondok Pesantren Kemenag, pada tahun 2019 kurang lebih terdapat 21 pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Mandailing Natal dengan jumlah santri sekitar 21.874 orang. Angka ini secara kuantitas tidak main-main, hanya bagaimana angka ini signifikan juga secara kualitasnya.

Pemamfaatan pesantren sebagai basis pertumbuhan ekonomi tidak bisa dilakukan secara parsial. Maka Yayasan Mataniari Sian Madina sebagai satu lembaga kemasyarakatan mencoba berdiskusi panjang dengan Mundir-Mundir atau pimpinan pondok pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal, sehingga penandatanganan pernyataan dan dukungan ikut bergabung oleh Mundir-Mundir atau pimpinan pondok pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal baik sebagai pengurus, pembina, dan penasihat adalah menjadi satu wujud kebersamaan kerjasama yang amat baik atas nama kepentingan umat dan masyarakat.

M. Yazid Pulungan selaku ketua Yayasan Mataniari Sian Madina, Sabtu (4/7/2020) di Panyabungan berkata bahwa wujud kebersamaan kerjasama yang amat baik antara pengurus yayasan dengan Mundir-Mundir atau pimpinan pondok pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal, bukan saja semata-mata basa-basi sekedar silahturahmi, tapi pihak Yayasan Mataniari Sian Madina merealisasikan beberapa program-programnya ke dalam pesantren-pesantren tersebut pada bulan Februari 2020 yang lalu, yaitu program air bersih dan program kemandrian ekonomi pesantren melalui pembagian bibit buah-buahan yang diharapkan bisa menjadi income jangka panjang untuk pesantren tersebut.

Disamping itu M. Yazid Pulungan, juga berkata bahwa kesinambungan hubungan yang erat antara Mundir-Mundir atau pimpinan pondok pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal dengan pihak Yayasan Mataniari Sian Madina, adalah dengan mencoba merealisasikan rencana program-program yang lebih menguatkan peranan otentik pesantren agar bisa memberi lebih banyak manfaat kepada umat dan masyarakat luas.

“Salah satu program kami yang akan dicoba direalisasikan dalam masa terdekat ini antara lain adalah, membangun posko bank sampah di dalam pesantren yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal,” ungkap Yazid.

Proyek perencanaan pengelolaan sanitasi, dan sampah di pesantren-pesantren sekitar Kabupaten Mandailing Natal ini, bukan saja untuk lebih meningkatkan sistem kebersihan di lingkungan pesantren, tapi juga memberikan pola pemikiran baru bahwa pengelolaan sampah yang baik boleh juga menjadi solusi income atau pendapatan.

“Dan program kami yang lainnya, adalah kerjasama kemitraan untuk Program Beasiswa Santri Berprestasi, rencana program ini adalah kerjasama yayasan kami dengan NGO Islamic Aid Malaysia dan International Shariah Research Academy for Islamic Finance, dengan sasaran program untuk mendapatkan insentif beasiswa penuh di beberapa Universitas Islam yang ada di Malaysia kepada santri-santri berprestasi yang berasal dari pesantren-pesantren yang ada disekitar Kabupaten Mandailing Natal,” katanya.

Tentunya dengan tujuan untuk mengejar kesempatan peluang mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi di bidang keuangan Islam, disamping juga untuk memperbesar kader profesional Muslim yang terlatih dan berkomitmen guna untuk pengembangan syariah dan keuangan Islam.

Di hari yang sama, Abdul Aziz Lubis selaku pendiri dan bendahara Yayasan Mataniari Sian Madina, menambahkan bahwa kemitraan program antara pihak yayasan dengan NGO-NGO luar negeri, seperti Islamic Relief World Wide, Ummah Global, dan khususnya Islamic Aid Malaysia, adalah berdasarkan misi dan visi yang sama yaitu development ummah, disamping misi memperkuat hubungan antara dua negara.

Abdul Aziz Lubis juga menjelaskan bahwa rencana program-program Yayasan Mataniari Sian Madina untuk pesantren-pesantren sekitar Kabupaten

Mandailing Natal ini, merupakan satu role model program development ummah di negara berkembang seperti Indonesia, sehingga kepercayaan mitra-mitra NGO luar negeri itu sebagai donator program tetap terjaga. (rel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seniman Peniup Saleot Makin Punah

    Seniman Peniup Saleot Makin Punah

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ALAT MUSIK SALEOT – Seorang seniman yang tergabung dalam grup gordang sambilan dari Siantona, Mandailing Julu serius meniup alat musik saleot yang termasuk salah satu alat musik tiup tradisional Mandailing. Saat ini hanya terhitung sedikit orang Mandailing yang mampu memainkan alat musik ini, bahkan dikhawatirkan akan punah. Dibutuhkan upaya re-generasi agar seniman peniup saleot […]

  • Jumat Bersih, KPPG Madina Bersihkan TPU di Nagajuang

    Jumat Bersih, KPPG Madina Bersihkan TPU di Nagajuang

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    NAGAJUANG (Mandailing Online) – Setelah meluncurkan program Jumat Subuh Berkah, Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melaksanakan kegiatan Jumat Bersih. Kali ini dilaksanakan di Kecamatan Nagajuang berupa bersih-bersih Tempat Pemakaman Umum (TPU). Giat yang dilaksanakan pada Jumat (29/10) berpusat di TPU Desa Sayurmatua, TPU Desa Tambiski, dan TPU Desa Banua Simanosor. Ketua […]

  • Bupati Madina Segera Disidang di Medan

    Bupati Madina Segera Disidang di Medan

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Berkas perkara Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara, Hidayat Batubara, dalam waktu dekat ini akan segera dilimpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi. Hidayat Batubara bakal disidangkan di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Medan, Sumut. “Disidang di Medan dan kami segera memberikan surat rekomendasi kepada Mendagri Gamawan Fauzi untuk menonaktifkan Bupati Mandailing Natal,” kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan […]

  • Yang Unik HUT RI di Madina

    Yang Unik HUT RI di Madina

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mobil ini tak pernah alpa mengibarkan bendera merah putih ukiran kecil di setiap menjelang 17 Agustus. Siapa nama pemakai mobil ini? Silahkan Anda menelusurinya bedasar nomor plat-nya. Sejumlah PNS di Pemkab Madina yang ditanya Mandailing Online, menyatakan bahwa pria pemakai mobil ini tiap tahun tidak pernah alpa menyematkan bendera merah putih setiap menjelang HUT kemerdekaan […]

  • Doa Untuk Muslim Thailand Selatan (1)

    Doa Untuk Muslim Thailand Selatan (1)

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEREKA HENDAK MENGGANTI BAHASA KAMI (Liputan Rizki Lesus, wartawan Alhikmah, tim Jurnalis Islam Bersatu dalam Road4Peace, Ahad 17 November 2013) “Drr…drr…drr..” desing Helikopter hilir mudik menggantung di langit Yala, Thailand. Malam itu, di atas Mesjid Besar Darul Muhajirin, di jantung kota, suaranya berderu kencang. Kelap-kelip merah berputar-putar di atas kota Yala. Entah tak tahu mengapa […]

  • Jumlah Tertimbun Sekitar 10 Orang

    Jumlah Tertimbun Sekitar 10 Orang

    • calendar_month Rabu, 6 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengakuan Salah SEorang yang Selamat PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah orang yang terperangkap dalam timbunan reruntuhan tanah pada peristiwa lobang runtuh di bukit Sarahan, Desa Huta Bargot Julu, Kecamatan Huta Bargot, Mandailing Natal, diperkirakan 10 orang. Kejadiannya, sekitar pukul 11.15 WIB, Senin malam (4/2). Para penambang yang tertimbun ini adalah penduduk dari berbagai desa di […]

expand_less