Selasa, 17 Mar 2026
light_mode

Kenaikan Harga Cabe, Di Duga Ulah Si Tengkulak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


Panyabungan: Minggu – minggu terakhir ini beralatan dapur bernama cabe menjadi perhatian. Benda unik berwarna merah ini, sejak awal tahun 2011 menjadi perbincangan masyarakat Kabupaten mandailing Natal ini. Cabe pun jadi ulasan media massa . Pasalnya, rasa pedas yang menyertai rasanya, ternyata berimbas pada harganya yang kian naik di awaltahum 2011 ini.

Benda unik yang berwarna merah ini bisa dibilang menembus rekor tersendiri. Seperti ramai di bicarakan masyarakat Madina, harga cabai terus meroket hingga 100% per kilogram. Padahal.

Masyarakat Madina sempat dibuat bingung dengan fenomena kenaikan harga cabe yang luar biasa ini. Masyarakat berani mengarakan soal penyebab kenaikan harga cabai akhir-akhir ini. Naiknya harga bahan pangan ini ternyata bukan disebabkan kekurangan suplai atau melonjaknya permintaan pasar. Penyebabnya adalah karena ulah tengkulak (spekulan) yang memanfaatkan situasi di tahun 2011 ini.

Melonjaknya harga si pedas ini sudah membuat panik pasar. Kepanikan terjadi lantaran para tengkulak menghembuskan isu kalau cabe sulit didapat di pasar oleh karena pasokan dari petani tersendat atau karena cuaca buruk. Sebenarnya ulah para tengkulak mencari untung dengan menaikkan harga cabe tidak akan terjadi jika masyarakat juga tidak merasa heboh soal cabe tidak ada di salurkan pemerintahan.

Memang, hukum ekonomi mengenai harga barang sangat ditentukan oleh suplai dan permintaan pasar. Namun saat kenaikan harga cabe terjadi, suplai dan permintaan pasar tidak menunjukkan statistik yang luar biasa. Pasokan cabe ke pasar-pasar tradisional lebih dari cukup. Begitupun permintaan konsumen juga biasa-biasa saja.

Kenaikan harga cabe ini tidak berkorelasi positif pada kesejahteraan petani cabe. Petani cabe tidak ikut menikmatinya, tapi keuntungan itu dinikmati segelintir pemain yang menguasai mata rantai perdagangan, mulai tengkulak, spekulan hingga pedagang besar.

Hasmar Lubis salah satu masyarakat Madina Mengatakan bahwa Masalah kenaikan harga cabe yang tidak masuk akal ini harus segera diselesaikan, karena jika tidak diambil tindakan, tengkulak dan spekulan itu akan semakin berani memainkan harga kebutuhan yang lainnya.

Tambah Hasmar, Pemerintah harus mengambil langkah dan tindakan yang tegas terhadap mereka itu. Jangan hanya memberantas tengkulak yang memainkan harga cabe saja, namun juga terhadap mereka-mereka yang memainkan harga bahan kebutuhan pokok (sembako). Kita menunggu tindakan yang nyata dari pemerintah untuk menghentikan aksi-aksi para tengkulak dan spekulan karena kejadian ini membuat masyarakat heboh dalam membutuhi rumah tangga. Ungkap Hasmar (Mag)
Sumber : Beritasore

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stunting Turun Hingga 13,5% di Madina

    Stunting Turun Hingga 13,5% di Madina

    • calendar_month Jumat, 7 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut berhasil menurunkan angka stunting hingga 13,5%. Angka ini berada di bawah angka target nasional yakni 14 persen. Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan penurunan angka stunting memang belum maksimal dan belum mencapai target. Stunting merupakan suatu keadaan di mana tinggi badan anak lebih rendah […]

  • Gubsu dan Bupati Harus Seriusi Potensi PLTA Batang Gadis

    Gubsu dan Bupati Harus Seriusi Potensi PLTA Batang Gadis

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Potensi arus listrik sekitar 150 Mega Watt pola PLTA di Sungai Batang Gadis merupakan anugrah yang harus dimanfaatkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi di Mandailing Natal serta kebutuhan energi listrik di Sumatera bagian utara. Pembangunan PLTA dengan sistem waduk di titik 13 Km dari titik hilir Lumpatan Babiat bukan saja sebagai […]

  • Audisi Calon Bintang “Biola Na Mabugang 2” dan Album Musik Asli Mandailing

    Audisi Calon Bintang “Biola Na Mabugang 2” dan Album Musik Asli Mandailing

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)-Sanggar Amaloan resmi melaksanakan audisi terhadap pelajar dalam rangka menjaring bakat untuk bermain di film “Bioala Na Mabugang 2” dan produksi album musik asli Mandailing. Audisi berlangsung di aula KPU, Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (10/2) untuk pelajar dari MAN Siabu, SMA 1 Panyabungan, SMA Plus Madina dan SMK Armina. Audisi juga akan dilanjutkan pada […]

  • Pemko Padangsidimpuan Jalin MoU dengan BPJS

    Pemko Padangsidimpuan Jalin MoU dengan BPJS

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    P Sidimpuan – Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan BPJS perihal jaminan pemeliharaan kesehatan warga masyarakat sebagai peserta BPJS Kesehatan yang akan ditanggung oleh APBD Kota Padangsidimpuan. Dalam kerjasama yang diteken Walikota Padangsidmpuan Andar Amin Harahap SSTP MSi dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padangsidimpuan dr Sari Qurantulainy AAK di kamar kerja […]

  • Pemkab Madina Alokasikan 14% DD Tangani Covid-19

    Pemkab Madina Alokasikan 14% DD Tangani Covid-19

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina akan mengalokasikan 14 persen Dana Desa (DD) tahun 2020 untuk penanganan dan penanggulangan dampak virus Corona atau Covid-19. Hal ini telah dirapatkan dan segera di terbitkan surat edara Bupati Mandailing Natal (Madina) terkait penggunaan DD. Itu diungkap Wakil Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution kepada Wartawan usai memimpin rapat penanganan […]

  • Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (3)

    Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (3)

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial) Sejarahwan Mandailing Syekh Abdul Manan Siregar lahir di Sipirok pada tahun 1894 dan wafat pada tahun 1989 di Padangsidimpuan. Pada usia mudanya ia bercita-cita menjadi ulama. Ia pun meningkalkan desanya, Sipirok, berjalan kaki selama berhari-hari menempuh jarak hampir 300 kilometer menuju Basilam di Tanjungpura. Untuk belajar agama pada […]

expand_less