Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Sejumlah Penambang Batang Natal Kabarnya Ditangkap Polisi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
  • print Cetak

Satu unit beko beraktivitas tak jauh dari bantaran Sungai Batang Natal

MADINA (Mandailing Online) – Dalam sepekan ini personil polisi mengatasnamakan Polda Sumut dikabarkan menangkap sejumlah penambang emas ilegal Kecamatan Batang Natal, Madina.

Media Metro Tabagsel (grup Sumut Pos/JPNN) melansir berita penangkapan itu yang terjadi pada Selasa (11/8/2020) lalu.

Sejumlah pekerja tambang dikabarkan ditagkap dan 2 unit excavator (beko) diamankan, Selasa (11/8).

Namun, penangkapan ini sempat mendapatkan penolakan dari beberapa pekerja karena polisi hanya menertibkan sepihak atau tidak menertibkan semua penambang ilegal yang berada di lokasi itu.

Kasat Reskrim Polres Madina, Azwar ketika dikonfirmasi Metro Tabagsel membenarkan adanya peristiwa penangkapan tersebut.

“Krimsus Polda yang tangkap, ” kata Azwar, via seluler.

Untuk kronologinya, Kasat Reskrim menegaskan pihaknya tidak ada dilibatkan dalam penangkapan itu.

“Orang Polda yang nangkap, Polres tidak diikutkan, jadi saya gak tau, ” sebutnya.

Untuk memastikan informasi itu, Metro Tabagsel mencoba konfirmasi langsung kepada Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumatera Utara Kombes Pol Rony Samtana melalui telepon selularnya, namun belum ada tanggapan. Pun demikian dengan pesan singkat maupun melalui WhatsApp pribadinya, Mantan Kapolres Tapsel itu tidak merespon. Meskipun pesan itu diketahui dibaca olehnya.

Terpisah, Kamis (13/8), Tim Harian Metro Tabagsel memastikan informasi penangkapan itu kepada Camat Batang Natal, Ali Syahbana. Namun, ia kaget dengan informasi penangkapan tersebut lantaran sedang berada di luar kota.

“Ada penangkapan!, saya sedang di Medan. Saya belum dapat informasi, ” katanya.

Terkait penangkapan dan penertiban itu, ia sangat sepakat agar segera ditertibkan seluruh kegiatan tambang yang tidak memiliki izin (tambang ilegal, red). Karena penambangan ilegal itu sangat berdampak terhadap lingkungan.

“Tentu (setuju penertiban tambang, red). Kalau soal penangkapan ini nanti saya pastikan dulu,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Muarasoma, Rahmad Zulhaidi mengatakan tidak mengetahui seperti apa penangkapan tersebut. Hanya saja, ia membenarkan warga yang ditangkap berdomisili di Muarasoma.

“Tidak tau saya, kalau lokasi kejadiannya di Desa Ampung Siala dan Jambur Baru, bukan disini. Memang, orangnya (orang yang ditangkap, red) ada orang sini, ” tuturnya.

Hingga kini, belum ada pihak terkait yang memberikan keterangan resmi terkait informasi penangkapan tambang ilegal tersebut.

Tambang emas tanpa izin telah berlangsung dalam dua tahun terakhir di sepajang pinggiran Sungai Batang Natal, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal (Madina).

Jumlah excavator pun kian bertambah dalam sebulan terakhir mengeruk bantaran sungai. Informasi yang beredar, hingga pekan lalu jumlah exsvator telah mencapai sekitar 230 unit.

Excavator itu bekerja nyaris siang malam mengeruk material pasir kerikil yang mangandung butiran butiran emas.

Sumber : Metro Tabagsel
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjuangkan Penciutan Lahan Sorikmas Mining

    Perjuangkan Penciutan Lahan Sorikmas Mining

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Muspida dan Rakyat Naga Juang Sepakat Mengajukan ke Jakarta PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pertemuan warga Naga Juang dengan muspida Mandailing Natal (Madina), Kamis (4/4/2013) menghasilkan kesepakatan bahwa muspida bersama warga akan memperjungkan penciutan luas wilayah kontrak karya PT.Sorikmas Mining, terutama kawasan bukit Sambung. Demikian dinyatakan salah satu perwakilan warga Naga Juang, Oslan Simangunsong menjawab wartawan […]

  • Warga Aek Marian Pasang Kayu dan Bendera di Lobang Jalan

    Warga Aek Marian Pasang Kayu dan Bendera di Lobang Jalan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Didorong rasa kecewa sekaligus untuk protes terhadap kondisi jalan yang berlubang, warga memasang kayu dan bendera merah di lobang badan jalan Lintas Sumatera titik Desa Aek Marian, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina). pemasangan kayu dan bendera itu juga berguna sebagai rambu-rambu bagi para supir agar menghindari lobang yang […]

  • Pasca Operasi Cairan Diwajah, Suara Nasaruddin Mulai Normal

    Pasca Operasi Cairan Diwajah, Suara Nasaruddin Mulai Normal

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) –Masih ingat Nasruddin, anak usia 11 tahun warga desa tanjung jae, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal ( Madina ) yang wajahnya membengkak akibat cairan. Kini ia mulai bernafas lega setelah pihak RSU Adam Malik Medan berhasil mengeluarkan cairan diwajahnya. Suara Nasruddin yang sempat nyaris menghilang akibat cairan di wajahnya, sekarang sudah […]

  • Poldasu kerangkeng mantan Bupati Palas

    Poldasu kerangkeng mantan Bupati Palas

    • calendar_month Selasa, 5 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus) Kepolisian Dearah Sumatera Utara (Polda Sumut) akhirnya menahan mantan Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis mulai, hari ini. Sejak siang tadi Basyrah Lubis masih menjalani pemeriksaan penyidik di gedung Ditreskrimsus Polda Sumut terkait korupsi proyek multi years senilai Rp 6 miliar itu berasal dari Dana […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

              Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara    3. PEMBAHASAN Memberikan pengertian serta batasan-batasan apa dan bagaimana sebenarnya yang dikatakan sebuah cerita pendek adalah suatu pekerjaan yang rumit dan bahkan menjurus kepada kesia-siaan belaka. Ukuran panjang atau pendeknya sebuah cerita pun ternyata belum bisa memastikan apakah cerita tersebut […]

  • Bahasa Daerah Perlu Diterapkan di Sekolah

    Bahasa Daerah Perlu Diterapkan di Sekolah

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK-Ketua Umum (Ketum) Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sipirok Sekitarnya (IKAPSI) Sumatera Utara (Sumut), Ir Muhammad Yamin MM, menegaskan, bahasa daerah perlu diterapkan dan masuk kurikulum sekolah. “Mata pelajaran aksara, bahasa, dan adat budaya daerah yang ada di Tapanuli Selatan (Tapsel) perlu dimasukkan dalam kurikulum setiap sekolah. Tujuannya, untuk menjaga kelestarian budaya, memberikan pengetahuan dan pemahaman […]

expand_less