Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Potensi Pemuda Rantau yang Diabaikan Pemda Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 18 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Anak muda adalah aset negara. Kita percaya bahwa anak muda masih mempunyai banyak energi, ide-ide segar dan mau belajar. Mereka berani mengambil resiko dan tidak ragu mencoba hal-hal baru.

Sudah saatnya, Mandailing Natal membuka mata, pikiran dan hati seluas-luasnya bahwa selamanya bumi Gordang Sambilan tidak akan pernah berkembang jika masih terus menerus menutup diri. Menutup diri dari teknologi yang semakin canggih, pusat perbelanjaan yang ramah lingkungan, kesehatan yang diprioritaskan dan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pemuda Madina, notabenenya didominasi oleh para kaum perantau. Merantau ke luar kota untuk mendapat pendidikan dan meningkatkan kualitas diri. Pasalnya, di kota ini belum ada kampus yang menjanjikan pendidikan terbaik bagi para anak mudanya. Hanya ada satu kampus yaitu STAIN Madina.

Mandailing Natal banyak melahirkan putra putri daerah yang mempunyai segudang prestasi tapi minum apresiasi.

Mengapresiasi dan memfasilitasi adalah hal yang sangat penting bagi masing-masing pelajar ditengah hidup dengan ekonomi pas-pasan. Sebagian besar pemuda Madina memiliki keinginan yang sama untuk mengharumkan nama, budaya, kekayaan alam, pendidikan dan kesehatan di Madina. Namun, mereka selalu berpikir puluhan kali ketika sudah sukses dan menyelesaikan studi apakah harus pulang ke kampung halaman? Maka saat ini adalah momen yang tepat untuk melihat kembali peran anak muda dalam percaturan kehidupan sosial-politik, kesehatan dan pendidikan di Mandailing Natal (Madina). Mengapa?

Pertama, perlunya mengapresiasi anak muda yang merantau dengan berbagai hal yang membuatnya merasa dihargai dan dibutuhkan perannya untuk kemajuan Madina. Kita bisa membuat sebuah acara yang mengumpulkan dan membuat forum diskusi seluruh anak muda  yang sedang kuliah di berbagai PTN yang tersebar di Indonesia. Membuat data semua prestasi dan mengumumkannya dengan bangga bahwa apapun yang mereka perjuangkan tidak ada yang sia-sia. Madina membutuhkan anak muda. Hanya ajang apresiasi, yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh pemerintah atau para anggota DPD KNPI Madina. Dan lebih baik jika ditambahkan dengan adanya beasiswa.

Kedua, perlunya membuat platform digital yang resmi dan di-update secara berkala untuk transparansi pemerintah dan info-info Madina. Dan yang melek teknologi hanyalah anak muda. Yang bisa mengetahui pemblokiran, mencegah tersebar hoax di medsos dan yang hadir di tengah-tengah masyarakat adalah anak muda. Bahkan, masih banyak masyarakat desa dan para orang tua yang tidak memiliki hp dan tidak tahu menahu tentang apa-apa. Apalagi di masa pandemi virus corona ini, diharapkan yang bisa menyebarkan informasi adalah anak muda karena lebih paham orang-orang terdekatnya masing-masing. Dibandingkan berkoar-koar di sepanjang jalan tidak ada yang peduli. Pemerintah saat ini, hanya asal jadi, asal ada saja kegiatannya, masuk berita dan koran, tanggung jawab lepas. Seharusnya, berbaur dengan masyarakat, lihat apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Bukan hanya sehabis pemilu yang terdengar kasus korupsi.

Ketiga, berdayakan mahasiswa dan para anak muda dengan sebaik-baiknya. Anak muda ada dalam segala disiplin ilmu. Dari segi kesehatan, kita bisa membuat pengabdian masyarakat seperti sosialisasi kesehatan, cek tensi gratis dan lain-lain. Kerahkan anak muda untuk turun tangan dan percayakan kepada mereka. Dari segi pendidikan, selama pandemi tidak bersekolah bisa membuat komunitas naposo nauli bulung untuk mengajar anak-anak di daerah sekitar.

Banyak hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk perubahan Madina yang lebih baik. Jika bapak dan ibu yang sedang duduk di kursi pemerintahan hanya meneruskan jobdesk  dari kepengurusan sebelumnya tanpa ada memberikan perubahan, lebih baik anggarkan pendapatan negara untuk acara-acara kecil yang merakyat dan melibatkan warga secara utuh. Itu lebih memberikan dampak jika dilakukan terus menerus dengan evaluasi-evaluasi yang dimusyawarahkan.

Pendeknya, bahwa Madina sebagai daerah yang plural adalah keniscayaan. Oleh karena itu, mengelola pluralitas masyarakat dengan melibatkan anak muda adalah jalan terbaik untuk Madina yang lebih madani. Budaya tidak membentuk manusia. Manusialah yang membentuk budaya. Mari kita bentuk budaya baru. Walaupun tidak sempurna, Madina layak diperjuangkan.***

Nanda Sri Wahyuni Pulungan adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran USU.

Tetapi dia juga menulis karya sastra, terutama pusi. 

Beliau sudah menerbikan dua buku kumpulan puisi : “Hujan di Semenanjung Gersang” (2018) dan  “Usah Kau Kenang Lagi” (2019).

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alumni Musthofawiyah Dukung Musthafa Bakri Calon Bupati Madina

    Alumni Musthofawiyah Dukung Musthafa Bakri Calon Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Alumni Pesantren Mustofhawiyah Purba Baru mendukung penuh Mudir Almukarrom, H Musthafa Bakri Nasution sebagai Calon Bupati Mandailing Natal. Itu dikatakan, Ketua Himpunan Alumni Musthofawiyah (HAM) Madina, Muhammad Ali Nasution kepada wartawan di Panyabungan, Kamis (1/8/2019) Dikatakannya menjalang perhelatan Pilkada Madina 2020 yang akan masuk tahapan September 2019, bahwa dalam memilih pemimpin […]

  • Ibu-ibu Tantang Bupati

    Ibu-ibu Tantang Bupati

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jika Pasar Pabukoan Dipindahkan Ratusan pedagang pabukoan yang sebagian besar terdiri dari kaum ibu, menyerbu Kantor Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemadam Kebakaran, Paluta, Jumat (29/7) pagi. Dalam aksi ini, mereka bersorak-sorak dan bernyanyi lagu batak. Aksi protes pedagang ini dipicu pemindahan lokasi lapak pabokuan dari pelataran depan pusat pasar Gunung Tua ke Lapangan Merdeka Gunung […]

  • Innocence of Muslims: Hadiah Rp900 Juta Bagi Pembunuh Pembuat Film

    Innocence of Muslims: Hadiah Rp900 Juta Bagi Pembunuh Pembuat Film

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ESHAWAR, (MO) – Seorang menteri Pakistan menawarkan hadiah US$100.000 atau sekitar Rp900 juta bagi pembunuh pembuat film Innocence of Muslims. pada hari Sabtu untuk siapa saja yang membunuh pembuat video online yang menghina Islam, sebagai protes sporadis bergemuruh di seluruh bagian dunia Muslim. “Saya mengumumkan hari ini, si penghujat adalah orang berdosa yang telah berbicara […]

  • Pemkab Madina Peroleh 228 CPNS dari Menpan

    Pemkab Madina Peroleh 228 CPNS dari Menpan

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Berita): Sebanyak 228 orang Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) akan diterima oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sesuai dengan hasil penetapan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Men-PAN) sekitar kurang lebih sebulan yang lalu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Madina Asrul Daulay AP saat ditemui Wartawan di ruang kerjanya, […]

  • Tapteng Layak Dilibatkan Konsorsium Danau Toba

    Tapteng Layak Dilibatkan Konsorsium Danau Toba

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Tapteng –  Meski tidak berada di pesisir Danau Toba, namun Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) layak dilibatkan dalam Konsorsium Pembangunan Destinasi Wisata Danau Toba yang baru-baru ini digagas 5 kementerian RI. Pasalnya, selain memiliki potensi pariwisata yang dapat mendukung dan menjadi bagian dari destinasi wisata Danau Toba, Tapteng saat ini telah memiliki pelabuhan laut yang […]

  • Zubaidah Nasution Desak Polisi Temukan Pembuang Bayi di Hutapungkut

    Zubaidah Nasution Desak Polisi Temukan Pembuang Bayi di Hutapungkut

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Zubaidah Nasution mendesak pihak kepolisian untuk segera menemukan pembuang bayi di Aek Pungkut, Hutapungkut. Zubaidah menilai perlu keseriusan polisi dalam memburu pelaku pembuang bayi tak berdosa itu. “Kita berharap polisi serius dan segera menemukan pelaku pembunuhan dan pembuang bayi yang tali pusarnya saja belum putus […]

expand_less