Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Jalan Sunyi Para Pahlawan Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
  • print Cetak

Para pejuang dari bumi Gordang Sambilan

Oleh : Roy Adam Lubis
Editor / tinggal di Panyabungan

Manusia itu unik. Tak mengherankan kalau kemudian kajian terkait karakteristik dan tingkah laku manusia begitu banyak. Mulai dari psikologi, sosiologi sampai zodiak. Semua berkutat pada persoalan tingkah laku dan kebiasaan manusia.

Selain itu adanya kemampuan berpikir dan perasaan (hati) membuat manusia sering berkeinginan sesuatu, tapi melakukan hal yang lain. Kontradiksi antara perasaan dan pikiran itu pula yang terjadi menyikapi kepahlawanan. Dalam banyak konteks dan keadaan, manusia butuh pahlawan. Namun, tidak banyak yang memilih jadi pahlawan.

Itu bisa dimaklumi, sebab menempuh jalan kepahlawanan adalah melewati kesunyian. Para pahlawan memang demikian: hidup penuh pengorbanan dan mati dalam keterasingan berteman sunyi. Pahlawan itu sebuah anomali. Dipuja, tapi dilupakan. Kenangan terhadap mereka hanya sebatas konten dalam momen.

November, bulannya para pahlawan: Hari Pahlawan dan Hari Guru. Pada kenyataannya hanya sebatas seremonial semata tanpa keberlanjutan tindakan dan program yang menguatkan karakter kepahlawanan mereka. Setidaknya demikian di Mandailing Natal.

Sebut saja nama-nama mereka yang tertulis di Tugu Perintis di Kotanopan. Siapa yang kenal dengan perjuangan dan kisah mereka? Barangkali hanya keluarganya saja. Itu pun mereka yang terasing dari sapa dan keramahan pemerintah. Keabadian kepahlawanan mereka hanya sebatas tugu itu dan diziarahi pada malam kemerdekaan. Tanpa sekalipun melakukan kajian perjalanan kehidupan mereka sebagai satu catatan sejarah untuk jadi pijakan bagi generasi yang datang di belakang.

Bahkan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution tak mendapat penghormatan dan penghargaan sebagaimana jenderal besar lainnya, Soedirman. Patungnya berdiri megah di Ibu Kota Negara. Tentunya saja Pak Nas tidak harus dibuatkan patung, tapi setidaknya satu monumen bisa mewakili keberadaannya. Rumahnya yang tertinggal barangkali bisa dijadikan museum sebagaimana yang diterima Tan Malak atau Hatta di Sumatera Barat.

Roy Adam Lubis

Ah, namun demikianlah mereka para pahlawan: dilupakan dalam kesunyian. Tak heran jika tak banyak yang mau jadi pahlawan. Siapa yang sudi hidup penuh pengorbanan, tapi mati dalam keterasingan. Sunyi. Barangkali itu pula kenapa banyak yang tidak bersedia menjadi ‘guru’ meski ia mengajar di sekolah.

Hormatku untuk kalian para pahlawan: yang namanya tertulis di Tugu Perintis sana atau yang tak sempat tercatat sejarah. Tabik.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 40 Anggota DPRD Madina Dilantik, Erwin Efendi Lubis Ketua Sementara

    40 Anggota DPRD Madina Dilantik, Erwin Efendi Lubis Ketua Sementara

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Sebanyak 40 anggota DPRD Mandailing Natal ( Madina), Sumatera Utara periode 2024-2029 resmi dilantik. Erwin Efendi Lubus Ketua Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra) Madina jadi ketua sementara. Senin 2/9/2024 Sekretaris Dewan (Sekwan) Afrizal Nasution mengatakan, sesuai surat keputusan Parpol. Erwin Efendi Lubis selaku Ketua DPRD Sementara dan Indah Anisah sebagai […]

  • Madina Diperkirakan Pilkada Desember 2015

    Madina Diperkirakan Pilkada Desember 2015

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal diperkirakan ikut pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada Desember 2015. Itu dipastikan berdasar revisi UU nomor 1 tahun 2015 tentang Pilkada, ada penambahan daerah yang ikut pada pelaksanaan Pilkadan serentak tahun 2015. Dalam revisi UU nomor 1 tahun 2015 disebutkan bagi daerah yang masa jabatan kepala daerah […]

  • Kecurangan CPNS diusut

    Kecurangan CPNS diusut

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kalangan DPRD Kota Medan menunjukkan keseriusannya mengusut dugaan permainan dalam penerimaan CPNS Kota Medan 2010. Sejumlah anggota dewan mulai mengumpulkan tandatangan dukungan untuk menjalankan hak angket terhadap permasalah ini. Salah seorang inisiator hak angket DPRD Kota Medan, Ahmad Arif, mengatakan langkah ini dilakukan untuk memudahkan dilakukan investigasi atas dugaan kecurangan seleksi CPNS. “Hak […]

  • Nuh Laporkan Dugaan Korupsi Anak Buahnya ke KPK

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh malam ini tiba-tiba terlihat menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Rabu (29/05). Ia datang dengan menumpang mobil Toyota Camry berwarna Hitam dengan Nomor Polisi B 1138 RFS. Begitu turun dari mobil, Nuh bergegas masuk ke dalam Gedung KPK tanpa menjelaskan maksud kedatangannya dan mencoba […]

  • Onggara Lubis, KNPI Madina dan Transformasi Pemuda

    Onggara Lubis, KNPI Madina dan Transformasi Pemuda

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KNPI Kabupaten Mandailing Natal kini dipimpin wajah baru. Segudang PR pun telah menanti di depan mata yang harus dituntaskan. KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) sebagai organisasi konsorsium organisasi kepemudaan memiliki kewajiban membangun karakter generasi muda dalam lalulintas dinamika perjalanan pembangunan di Madina (Mandailing Natal). Peran pemuda dalam pembangunan di segala sektor sangat urgen, baik sektor […]

  • Salat Jum’at Jaga Jarak di Masjid Agung Panyabungan

    Salat Jum’at Jaga Jarak di Masjid Agung Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengurus masjid agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut menerapkan sistem social distancing solat Jum’at, hari ini (18/9/2020). Jarak shaf antar jamaah diberlakukan sebagai upaya mengantisipasi penularan virus corona. Pihak kenaziran memasang tanda silang di lantai masjid untuk mengatur jarak shaf. Pantauan Mandailing Online, jarak antar shaf berkisar setengah meter mengikuti kelebaran petakan kramik […]

expand_less