Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

PLURALISME DI SUMATERA UTARA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Jan 2021
  • print Cetak

Oleh : Ahmad Husein
Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Keberagaman agama dan Budaya, etnis, suku dan marga yang ada di Sumatera Utara sangat banyak, setiap agama, budaya etnis, suku, agama dan marga bisa hidup rukun antara satu dengan yang lainnya, saling menghargai dan menghormati dalam kehidupan sosial, politik dan kerukunan beragama yang tidak saling mengganggu bahkan saling membantu jika mereka yang bertetangga ada kemalangan (meninggal) khususnya masyarakat Tapanuli Tenggara (Barus).

Kerukunan antara beragama dan saling membantu dalam sosial masyarakat.  Seperti nilai-nilai keislaman yang di wariskan oleh Nabi kepada ummat sesudahnya. Piagam Madinah adalah salah satu rujukan pancasila Negara kita Indonesia yang mengadopsi aturan-aturan yang terdapat dalam piagam madinah tersebut. Dimana masyarakat multicultural bisa hidup bersama dibawah peraturan piagama Madinah yang di gagas oleh  Nabi Muhammad saw.

Sumatera utara adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang terdiri dari beberapa Agama Islam, Kristen, hindu, budha dan Kong Hu Chu dan banyak suku, suku Batang Angkola, suku batak karo, suku Mandailing, suku batak pakpak, suku batak Simalungun, suku batak toba, suku melayu dan suku Nias. Keberagaman yang biasanya akan  mudah memicu konflik karena mementingkan ego masing-masing suku, tetapi masyarakat Sumut bisa hidup rukun.

Perpindahan Nabi dari kota Mekkah ke Madinah disambut hangat kaum Ansor akan kehadiran Nabi tersebut, Nabi melihat keberagaman agama dan suku yang hidup disebuah kota yang awalnya namanya Yastrib berubah menjadi Madinah, keberagaman itulah yang membuat Nabi berfikir untuk melahirkan Piagam Madinah yang terdiri suku Muhajirin dan Ansor,  Aus, khazraj, bani Quraishah, bani Nadhir, bani Qunaiqa’ dll. Di dalam isi piagam Madinah tersebut adalah persatuan seperti Negara kesatuan Negara Indonesia, jika ada permasalahan agama dan suku mereka saling membantu jika musuh, bahaya datang menyerang.

Aset terbesar yang ada di sumatera Utara adalah kesadaran, saling menghormati antara satu sama lainnya yang melahirkan kerukunan bersama hal yang saya syukuri sebagai mahasiswa yang memperhatikan kerukunan toleransi beragama di Indonesia kita mampu menjaga dan mempraktekkan nilai-nilai keislaman yang ada di piagam Madinah itu.

Keberagaman agama itu tidaklah mudah untuk menjaganya kita lihat perang salib misalnya, perang yang berlangsung kurang lebih dari dua abad, dimulai dari perang salib pertama sampai perang salib ke Sembilan yaitu pada tahun 1095-1291. Perang salib terjadi kefanatikan Kristen yang koordinir oleh paus yang mempunyai tujuan untuk merebut kota suci Palestina dari kaum Muslimin.

Bangsa Mongol Pada tahun  (1212) memerangi ummat islam disebabkan Masalah ideologi (Agama) orang mongol termasuk jenghis khan adalah penganut ajaran Shammaniah yang mempertahankan yang mempertahankan kepercayaan kuno terhadap kesucian berbagai peristiwa dan benda alam, diantaranya: air, api, hujan dan petir. Sementara ummat islam menggunakan benda-benda suci tersebut sebagai ritual ibadah dan islam juga memerangi paganisme dan animisme yang di percaya orang-orang mongol yang membuat bangsa mongol tidak suka kepada Islam dan ingin memerangi ummat Islam pada masa itu.

Khawarij juga mempunyai cerita atas nama perbedaan pemilihan dalam peristiwa attahkim ini menegaskan sebuah fakta awal bahwa kemunculan mereka pada mulanya murni bersifat politik. Polemik politik mulai mendapatkan sentuhan-sentuhan wacana teologis-keagamaan pada masa pemerintahan ‘Abdul Malik ibn Marwan, terutama gencar dilakukan oleh kelompok Azariqah yang memiliki pengaruh cukup signifikan bagi perkembangan doktrinal sekte Khawarij.  Pada titik ini, terjadi pembauran antara wacana politik dengan doktrin keagamaan. Tidak jarang wacana keagamaan diinterpretasi sedemikian rupa sesuai dengan motif-motif politik-kekuasaan. Dalam arti, peristiwa attahkim menjadi awal upaya instrumentalisasi wacana keagamaan untuk melegitimasi pandangan-pandangan politik sekte Khawarij. Fenomena semacam ini bahkan telah diindikasikan ‘Ali ibn Abi Thalib ketika sekte Khawarij menyuarakan la hukma illa-Allah saat peristiwa attahkim.

Beberapa sejarah warisan kepada kita yang sangat memilukan dan memperhatikan antara ummat beragama bahkan satu agama di sebabkan keberagaman agama dan pikiran yang melahirkan konflik yang berdarah-darah yang bertentangan dengan naluri dan rasional manusia yang  hidup  di muka bumi ini, manusia yang baik  mengingikan kehidupan yang ramah sedangkan Islam menawarkan konsep kehidupan Rahmatullilalamin.

Kemunculan toleransi beragama di ummat Islam untuk melahirkan perdamaian di muka bumi, setiap agama pasti mengingikan perdamaian, agama mengajarkan kebaikan, agama mengajarkan berbuat. Gusdur juga mengatakan: tidak penting apapun agama dan sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah Tanya apa agamamu.

Begitulah bapak pluralisme mengajarkan pentingnya toleransi beragama apalagi kita yang hidup di Indonesia.

Perlunya tokoh agama post Modern ini seperti Gusdur yang melihat sisi persamaan dan tidak melihat sisi perbedaan dalam beragama, karena untuk kedamaian bangsa dan Negara. Dalam Islam hal seperti itu tidak salah bahkan sangat dianjurkan. Tuhan bisa saja menghendaki siapa saja yang diinginkan untuk memeluk agamanya, al-Qur’an juga menyuruh tidak ada paksaan dalam beragama (3: 256). Sumatera Utara adalah pewaris nilai-nilai kebaikan al-Qur’an kebebasan dalam beragama, hal ini harus kita jaga bersama saling membantu dan saling menghormati jika tidak korban darah akan mengotori tanah seribu marga yang ada di sumut ini. Dialektika juga menjadi tawaran jika terjadi kesalahpahaman antara ummat beragama di bawah lindungan pemerintah setempat.***

(Ahmad Husein juga aktif di Forum Penulis Madina)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Polisi Bacok Selingkuhan Istri

    Mantan Polisi Bacok Selingkuhan Istri

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KISARAN- Mantan polisi Mapolres Asahan, Ronggo Warsito (43) menggerebek istrinya, RS (40) sedang berhubungan intim dengan pria selingkuhannya ZE (42) di rumah kontrakannya, Jumat (10/2), di Jalan DR Wahidin Gang Beruang, Kisaran. Akibatnya, Warsito emosi dan membacok ZE. Informasi yang dihimpun POSMETRO MEDAN (Grup Sumut Pos) di lokasi kejadian menyebutkan, Warsito sudah lama mendengar kabar […]

  • Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 4)

    Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 4)

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampuran (air terjun) Caroce di Desa Tandikek, Kecamatan Ranto Baek, Mandailing Natal. Lokasi Sampuran Caroce berjarak sekitar 500 meter di sisi kanan pemukiman Desa Tandikek. Masuk ke lokasi tergolong mudah karena pengunjung dapat menaiki kenderaan roda 2 dan mobil roda 4. Desa Tandikek berjarak sekitar 30 Km dari Simpang Gambir. Simpang Gambir berjarak sekitar 41 […]

  • Bupati Tapsel Lantik 67 Kepala Desa

    Bupati Tapsel Lantik 67 Kepala Desa

    • calendar_month Selasa, 15 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPANULI SELATAN (Mandailing Online) – Bupati Tapanuli Selatan, H. Syahrul M Pasaribu melantik 67 kepala desa, Senin (14/5/2018). Para kepala desa terpilih itu hasil Pemilihan Kepala Desa Serentak pada tanggal 23 April 2018 lalu. Mereka dilantik di Gedung Serbaguna, Kompleks Perkantoran Pemerintah Tapanuli Selatan, Jl. Prof. Lafran Pane, Sipirok. Pelantikan tersebut sesuai dengan Surat Keputusan […]

  • Inilah Pria Diduga Menganiaya Loper Harian Tribun-Medan

    Inilah Pria Diduga Menganiaya Loper Harian Tribun-Medan

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SUNGGAL – Roni, pelaku pemerasan dan penganiayaan loper koran Tribun-Medan sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsekta Sunggal Medan. Roni diduga memalak dan menganiaya loper koran Tribun-Medan, Dapot Panjaitan. Ia menyundut pipi korban dengan api rokok.(*) Sumber : Tribun medan

  • Sungai Batang Gadis Meluap. Lahan Pertanian Terendam

    Sungai Batang Gadis Meluap. Lahan Pertanian Terendam

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meluapnya sungai batang gadis di Desa Huta Godang Muda,Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) membuat lahan pertanian dan perkebunan warga terendam. Kepala Badan (Kaban) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina Muksin mengatakan tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Madina menjadi penyebab. ” kondisi sore ini air sudah mulai surut, […]

  • Pembunuh Istri dan Mertua di Madina, Warga Medan Ditangkap di Labuhanbatu

    Pembunuh Istri dan Mertua di Madina, Warga Medan Ditangkap di Labuhanbatu

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    RANTAUPRAPAT: Personel Polres Labuhanbatu berhasil menangkap seorang tersangka yang diduga pelaku pembunuhan di dusun III desa Bintungan Bejangkar Baru Kec Batahan Kab Madina. Itu, berkat informasi yang dikirimkan pihak Polres Madina. Disebutkan, pelaku kejahatan yang disangkakan melanggar pasal 338 KUHP tersebut berhasil ditangkap di Dusun Sidorukun Simpang Pangkatan kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu, Selasa 19 April […]

expand_less