Kamis, 19 Mar 2026
light_mode

Kejamnya Dunia Menghantam Generasi Muda

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Ibu Rumah Tangga, Tinggal di Barus

Hari ini kita sering mendengar dan melihat pemberitaan para pemuda generasi bangsa ini. Begitu banyak kasus demi kasus dan maksiat demi maksiat yang mereka lakukan. Bukan hanya satu atau dua orang mereka yang selalu bermaksiat kepada Allah tetapi berjamaah mereka berbondong-bondong melakukan itu. Terkadang hati ini tak mampu untuk menghadapinya sungguh deras air matalah yang menyertai semua yang mereka lakukan.

Rasanya di seluruh pelosok negeri para pemuda selalu melakukan maksiat. Dan itu mereka lakukan secara terang-terangan. Bukan hanya anak kota tetapi anak desa juga sudah melakukannya.

Lihat saja pemberitaan di lensakini.com tertangkap sebanyak 27 orang pelajar dan waria di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, dimana mereka diamankan petugas Mapolsek Batunadua ketika mereka sedang berpesta miras dan mabuk-mabukan disalah satu kafe. Dan para tersangka adalah kebanyakan anak-anak dibawah umur yang KTP saja mereka belum punya. Lantas bagaimana nasib anak muda seterusnya jika yang begini saja sudah melibatkan generasi muda penerus bangsa.

Bukan hanya itu saja sesuai pemberitaan lensakini.com pada tanggal 8 Februari 2012 terjaring 15 muda-mudi yang lagi mojok di warung-warung bukit Marsayang. Yang mana pondok itu tertutup rapat dan tak akan bisa orang luar bisa melihat apa yang mereka lakukan.

Sungguh miris kita melihat kelakuan para pemuda hari ini. Mereka sudah terang-terangan bermaksiat dan masyarakat sekitar pun tak mengkontrolnya atau memberi nasehat agar mereka tak terjerumus oleh gelapnya dunia hari ini. Yang penting bagi masyarakat apalagi penyedia tempat, mereka mendapatkan keuntungan dari kunjungan para pemuda-pemuda itu. Sehingga dengan keuntungan itu mereka menjadi kaya dan bisa membeli apa yang mereka inginkan.

Ilustrasi generasi muda

Fenomena ini bukan terjadi di kota sidempuan aja tetapi dihampiri seluruh negeri ada. Begitu rusaknya generasi hari ini diperbuat oleh sistem kapitalisme ini. Sistem ini tak lagi memperdulikan halal dan haram suatu perbuatan tetapi sistem ini hanya mementingkan untung dan rugi yang didapatkan. Tak akan ada generasi bangsa yang baik dan berakidah Islam lagi kita temukan jika yang begini selalu kita lihat dan kita dengar setiap hari. Belum lagi fenomena hari Valentine day yang akan dirayakan setiap tahunnya oleh para pegiat pacaran. Mereka akan melakukan apa saja untuk kekasihnya dengan mengatasnamakan cinta, dan mirisnya yang banyak melakukan itu adalah para pemuda-pemudi generasi penerus bangsa ini. Jadi kepada siapa lagi bangsa ini akan bertumpu jika generasi mudanya saja seperti ini ?

Berbeda sekali jika kita hidup dalam sistem islam kaffah. Dimana seluruh umat diberikan pengajaran tentang ilmu agama termasuk juga para pemuda, sebab ditangan para pemudalah kemakmuran suatu negeri akan terpelihara. Jika pemudanya sekarat maka dunia akan sekarat seketika juga. Itulah pentingnya pemuda.

Dan masyarakat sekitar juga mengontrol keseharian saudara-saudaranya dan saling mengingatkan tanpa harus melihat apakah itu mendapatkan untung atau tidak. Masyarakat juga akan suka rela melakukan amar ma’ruf nahi mungkar Karena itu adalah perintah Allah. Bukan hanya itu saja. Negara jika bersistem kan islam kaffah juga selalu menjaga rakyatnya agar selalu taat kepada Allah dan melihat segara aktivitas rakyat apakah sesuai syariat atau tidak. Dan negara akan memberikan sanksi jika rakyatnya tidak taat kepada Allah. Negara juga akan mengontrol bisnis-bisnis apa yang dilakukan rakyatnya dan mengontrol barang-barang apa yang di produksi oleh masyarakat. Jika itu dapat mengundang murka Allah maka akan segera ditindak dan dibumi hanguskan tanpa melihat siapa pelakunya dan apa keuntungan yang akan didapat.

Begitulah mulianya manusia hidup dalam sistem islam. Segala lini kehidupannya diatur oleh negara dan mendapat kontrol masyarakat sehingga ketakwaan kepada Allah dapat dijalankan tanpa ada cela untuk bermaksiat.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuota CPNS Sumut Tunggu Izin Menpan

    Kuota CPNS Sumut Tunggu Izin Menpan

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) EE Mangindaan diharapkan segera menerbitkan data kuota 7.690 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) se-Sumatera Utara tahun 2010. Sehingga sisa waktu dua bulan sampai akhir tahun bisa dimanfaatkan untuk optimalisasi serapan dana APBD Propinsi Sumut serta 31 kabupaten dan kota yang membuka pendafataran CPNS tahun 2010, lebih maksimal. Kepala […]

  • Urang Burok di HUT RI ke-70

    Urang Burok di HUT RI ke-70

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Dua murid Sekolah Dasar Desa Gunung Manaon, Kecamatan Panyabungan turut ambil bagian memakai pakaian “Urang Borok” dalam karnaval peringatan HUT RI ke-70 di Jl. Willem Iskander, Panyabungan, Mandailing Natal. Urang Burok atau Orang Buruk merupakan atraksi berpakaian memakai berbagai jenis daun-daunan sebagai pengganti busana dari kaki hingga topeng menutupi kepala. Atraksi Urang Burok ini […]

  • Tim Pemenangan SAHATA Jenguk dan Bantu Korban Kebakaran di Desa Darussalam

    Tim Pemenangan SAHATA Jenguk dan Bantu Korban Kebakaran di Desa Darussalam

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) peduli korban kebakaran di Jalan Lintas Timur, Desa Darussalam, Kecamatan Panyabungan, Madina, Rabu (6/11/2024). Paslon SAHATA melalui Ketua Tim Pemenangan Khoiruddin Faslah Siregar dan rombongan menjenguk sekaligus menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran […]

  • Segini Harga Gas LPG 3kg Sesuai Perbup Madina dan Wilayah nya

    Segini Harga Gas LPG 3kg Sesuai Perbup Madina dan Wilayah nya

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Di Tahun 2025 Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas 3 kilo gram LPG Kabupaten Mandailing Natal bervariasi. Belum ada kenaikan harga mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup). Mengacu pada Perbup Madina Tahun 2023 di Tahun 2025 HET Gas Elpiji 3kg masih harga lama. Kata Zainan Nur Kabid Pengembangan Perdagangan melalui Wanni selaku […]

  • Harga Kakao di Madina Bertahan

    Harga Kakao di Madina Bertahan

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Semenjak pemerintah menerapkan Bea Keluar (BK) kakao (coklat–red), harga komoditas ini pada tingkat petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tak lagi bisa menyentuh level Rp 20.000/kg seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Harganya kini hanya mampu bertahan pada level Rp 15.000 hingga Rp 17.000/kg. Menurut pemhakuan sejumlah petani, sebelum BK kakao diberlakukan, harga jual kakao […]

  • Fitrah Suryani Nasution Utusan Madina OSN Tingkat Sumut

    Fitrah Suryani Nasution Utusan Madina OSN Tingkat Sumut

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Fitrah Suryani Nasution siswa SMP Negeri I Kotanopan menjadi utusan Kabupaten Mandailing Natal pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Sumatra Utara. OSN itu akan akan dilaksanakan pada Sabtu 9 April 2016 di Medan. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kotanopan, Irsan Hasibuan, S.pd kepada Mandailing Online, Jumat, (8/4)  menyampaikan rasa bangga atas perestasi […]

expand_less