Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Konten Pornografi di Buku Pelajaran, Pendidikan Gagal Beri Harapan?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
  • print Cetak

Oleh : Nelly, M.Pd
Akademisi dan Pemerhati Masalah Generasi

Sungguh miris dengan berita yang baru-baru ini viral dan kembali mengejutkan publik, tentang adanya konten pornografi di buku pelajaran sekolah. Seperti diberitakan bahwa perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) menerima laporan dari guru di daerah Jawa Barat mengenai adanya tautan situs porno di dalam Buku Pelajaran Sosiologi SMA Kelas XII. Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim dalam keterangan tertulis mengatakan tautan situs yang bermuatan pornografi ditemukan dalam materi di buku sosiologi yang membahas tentang pemberdayaan masyarakat Kampung Naga di Jawa Barat (14/2).

Menurut Satriawan, P2G masih menemukan bahwa situs yang ditautkan di dalam buku resmi siswa tersebut masih ada berisikan konten porno. P2G menduga buku pelajaran yang memuat tautan situs porno tersebut tidak hanya tersebar dan digunakan di wilayah Jawa Barat saja, tapi kemungkinan juga digunakan di daerah lain karena buku itu dijual bebas.  Ya, kejadian ini sangat memprihatinkan, dimana buku pelajaran seharusnya diperuntukkan  untuk mendidik dan memberikan ilmu pemahaman bagi para siswa ini justru akan merusak generasi.

Sangat dikhawatirkan para siswa akan dengan mudah membuka tautan situs yang memuat konten porno jika buku pelajaran sosiologi itu masih digunakan di sekolah. Ini kejadian yang luar biasa di dunia pendidikan tempat ke dua bagi para siswa mendapat mengajaran, pendidikan namun malah tercoreng dengan kasus tersebut.

Ini jelas sangat berbahaya bagi pendidikan dan moral anak bangsa. Apalagi jika peristiwa seperti ini sudah beberapa kali terjadi, yaitu fakta bahwa dalam buku pelajaran siswa/guru terdapat konten yang tidak mendidik sama sekali bahkan merusak pendidikan anak bangsa. Mengapa Dinas setempat dan para guru sampai kecolongan?artinya memang pengawasan dari pusat hingga daerah sangat kurang tentang proses belajar mengajar.

Maka di sini sudah seyogianya ke depan ada perbaikan dalam dunia pendidikan. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud bisa lebih mengawasi dan memfilter buku-buku pelajaran untuk para siswa serta menginstruksikan semua pihak baik penerbit dan memastikan para guru untuk selektif menggunakan bahan ajar dan mengambil referensi yang tepat dan valid untuk dipakai di sekolah.

Pun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim diharapkan segera menanggapi kasus ini dan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat dan daerah lainnya untuk menarik buku Sosiologi Kelas XII yang sudah beredar dan digunakan sebagai pendukung pembelajaran siswa.

Peserta didik adalah tunas bangsa penerus estafet pembangunan bangsa, jadi mesti diperhatikan benar-benar baik pendidikannya, tenaga pengajarnya, buku-buku pembelajarannya, dan seluruh perangkat pendidikan agar para siswa mendapat ilmu yang akan mencetak mereka menjadi insan takwa, beriman, cerdas, berahlak dan menjadi garda terdepan memajukan bangsa serta negara.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang ada dalam pendidikan Islam. Dalam Islam negara akan sangat bertanggunjawab dalam hal mencerdaskan rakyatnya hingga urusan pendidikan pun gratis.

Seluruh fasilitas sekolah akan dimaksimalkan diberikan negara, kurikulum berbasis pendidikan beraqidah Islam hingga melahirkan output yang tidak saja cerdas secara intelektual, namun beriman, bertakwa dan berkepribadian Islam.

Para guru sangat diperhatikan kesejahteraannya, hingga sejarah mencatat gajih seorang pengajar jika dirupiahkan akan mencapai 42 juta perbulannya. Maka jika saja bangsa ini mau mengambil Islam sebagai  rujukan tentu tak akan didapat karut-marut masalah pendidikan hingga hari ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sorikmas Mining : Agar Ada Manfaat Ekonomi  di Huta Godang Muda

    Sorikmas Mining : Agar Ada Manfaat Ekonomi di Huta Godang Muda

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak manajemen PT. Sorikmas Mining (PT.SM) menyatakan bahwa pilihan Desa Huta Godang Muda sebadai titik pengangkutan logistik lebih pada upaya perusahaan memberikan lapangan kerja kepada penduduk setempat. Government and Media Relations Assitant Superintendent PT.SM, Lia Palupi Nasution, Kamis (17/10/2013) menyatakan adanya protes kaum ibu tentang penolakan desa itu sebagai titik lokasi […]

  • Madina 14 Orang Positif Corona

    Madina 14 Orang Positif Corona

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Angka hari ini, Jum’at (1/9/2020) jumlah penduduk yang positif corona 14 orang terkonfirmasi di Mandailing Natal (Madina), Sumut. Jumlah ini bertambah satu orang dari hari sebelumnya yang masih berjumlah 13 orang. Berdasar data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Madina, 14 orang terkonfirmasi positif tersebut 12 orang di Kecamatan Panyabungan, 1 […]

  • FKDT Dukung Penyaluran Insentif Guru Madrastah Libatkan Perbankan

    FKDT Dukung Penyaluran Insentif Guru Madrastah Libatkan Perbankan

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rencana Pemkab Mandailing Natal (Madina) menyalurkan insentif guru-guru madrastah melalui bank mendapat persetujuan dari Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Madina. Ketua FKDT Madina Najamuddin Nasution, AMd didampingi Sekretaris FKDT Madina Muhammad Ludfan Nasution, SSos menyampaikan kepada wartawan, Jum’at (29/5) persetujuan atas teknis penyaluran insentif itu dengan mempertimbangkan alasan pencegahan tumpang-tindih […]

  • SISTEM HUKUM MANDAILING (2)

    SISTEM HUKUM MANDAILING (2)

    • calendar_month Selasa, 29 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Entitas dan Kontekstualitas Sejarah Oleh : Askolani Nasution Budayawan/Sutradara Sebelum masuknya kolonialisme, pemerintahan desa (harajaon) memiliki sumber penghasilan yang otonom. Raja memiliki lahan persawahan (Saba Bolak) yang sepanjang musim bisa memenuhi kebutuhan pangan kerajaan. Lahan tersebut dipinjamkan kepada penduduk dengan sistem bagi hasil. Bagi hasil persawahan tersebut disimpan dalam gudang (opuk bolon) yang banyaknya cukup […]

  • Dahlan Hasan Siap Mundur Jika Gagal Soal Sorikmas Mining

    Dahlan Hasan Siap Mundur Jika Gagal Soal Sorikmas Mining

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NAGA JUANG (Mandailing Online) – Plt Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menyatakan dengan tegas bahwa dia sudah bertekad akan mengundurkan diri dari jabatannya jika dia gagal menyelesaikan permasalahan antara rakyat dengan PT.Sorikas Mining. Hal ini diungkapkan Plt Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution pada pertemuan antara muspida dengan tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Naga Juang di balai Kantor […]

  • Ketua Komisi 1 DPRD Madina Iskandar Hasibuan “Jangan Saling Menyalahkan, Berikan Kepercayaan Kepada Pemerintah”

    Ketua Komisi 1 DPRD Madina Iskandar Hasibuan “Jangan Saling Menyalahkan, Berikan Kepercayaan Kepada Pemerintah”

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN, (Mandailing Online) – Ketua Komisi 1 DPRD Mandailing Natal Iskandar Hasibuan mengharapkan kepada semua pihak, baik itu komponen mana sajapun untuk tidak saling menyalahkan dan mengaku benar, tetapi masyarakat harus memberikan kepercayaan kepada Pemerintah di bawah Kepemimpinan HM Hidayat Batubara – Dahlan Hasan Nasution untuk melanjutkan pembangunan yang telah terlaksana selama ini agar tidak […]

expand_less