Selasa, 17 Mar 2026
light_mode

Kader Ulama Perempuan, Jadi Solusi Kesejahteraan Hakiki?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Riani,S.Pd.I
Guru tinggal di Medan

Topik mengenai perempuan dan anak selalu jadi perhatian dan hangat untuk diperbincangkan, salah satunya pemberdayaan perempuan. Di dalam sistem kapitalis segala aspek diincar untuk diberdayakan, begitupun perlindungan anak yang tak kunjung habisnya. Namun dengan begitu, masalah yang dihadapi perempuan baik persoalan keluarga, ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak tak jua berbuah manis.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berbasis masjid.

“MoU ini akan menjadi komitmen bersampa dalam memberikan pelindungan kepada perempuan dan anak. Mudah-mudahan menjadi langkah awal yang diwujudkan dalam langkah konkret berikutnya,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan MoU yang diliput secara daring dari Jakarta, (19/2).

Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar mengatakan, untuk menindak lanjuti program-program yang ada di MoU akan mengadakan pendidikan kader ulama perempuan sebagai salah satu tindak lanjut nota kesepahaman dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “Banyak ulama, tetapi yang perempuan sangat langka.

Di seluruh dunia, tidak pernah kita dengar ada majelis ulama yang ketuanya perempuan, padahal tidak diharamkan,” kata Nasaruddin pada acara penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak yang diliput secara daring dari Jakarta. Melalui pendidikan kader ulama perempuan, Nasaruddin berharap bisa lebih banyak ulama-ulama perempuan di berbagai daerah sehingga pembacaan Al Quran dan penafsirannya tidak bias gender. (19/2)

Nota kesepakatan yang telah ditandatangani ini mencakup pertama, percepatan pencapaian lima arahan Presiden yaitu peningkatan peran perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penghapusan pekerja anak dan penurunan perkawinan anak. Kedua, pengarusutamaan gender dan pemenuhan hak anak dalam program masjid. Ketiga, peningkatan kualitas dan kuantitas ulama yang responsif gender dan peduli hak anak, khususnya kader ulama perempuan yang menguasai keilmuan Islam berbasis gender melalui pemahaman Islam yang moderat. Keempat, penyediaan dan pertukaran data terpilah, statistik dan informasi berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berbasis masjid.

Nuansa Islam moderat dengan mengatasnamakan gender sangat kental didengungkan, ini dapat menghantar lahirnya rujukan publik yang memperkuat moderasi dan penguatan sekularisme, yang justru akan menjauhkan Islam yang hakiki. Pendidikan kader ulama perempuan dikhawatirkan akan menjadi bumerang yang menyudutkan Islam karena dianggap sebagai agama yang diskriminatif pada perempuan, padahal senyatanya tidak demikian.

Ulama adalah pewaris para nabi, kedudukan ulama begitu istimewa, ketaatan, ketaqwaan dan rasa takut mereka kepada Allah yang membuat para ulama berbeda bukan halnya karena keluasan dan kedalaman ilmu yang dimiliki. Begitupun peran ulama yang sangat mulia yaitu menjaga Agama Allah, tetap istiqamah dan konsisten terhadap kebenaran. Para ulama mengabdikan seluruh hidup mereka untuk menegakkan agama Allah SWTi, membina dan membimbing umat agar selalu dalam ketaatan kepada Allah.

Untuk mewujudkan kesejahteraan terutama bagi perempuan dan anak-anak, dapat dibangun dengan keluarga yang ideal, kontrol masyarakat dan peran maksimal negara sebagai pengatur urusan umat. Negara memberikam fasilitas kepada perempuan agar dapat menjalankan perannya dengan maksimal. Negara bertanggung jawab penuh menciptakan keluarga ideal dengan membuka lapangan kerja bagi kepala keluarga, jaminan kesehatan, pendidikan, hidup layak dan keamanan serta mencetak ulama yang berkontribusi dalam perbaikan kualitas keluarga, masyarakat dan negara, sehingga tercipta kesejahteraan yang hakiki. Wallahu’alam bi showab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musa Rajekshah Resmikan Masjid Raya Al-Musannif Desa Tabuyung

    Musa Rajekshah Resmikan Masjid Raya Al-Musannif Desa Tabuyung

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS  (Mandailing Online) – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah meresmikan Masjid Raya Al-Musannif, Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Minggu (26/9/2021). Ini masjid ke-24 dari 99 masjid Al-Musannif yang akan dibangun oleh Yayasan Haji Anif. Kehadiran Ketua DPD Golkar Sumut ini mendapat sambutan antusias dari warga Muara Batang Gadis, terutama […]

  • Mahasiswa Minta Kejaksaan Periksa Kadis PMD Madina

    Mahasiswa Minta Kejaksaan Periksa Kadis PMD Madina

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Kejaksaan Negeri Mandailing Natal ( Madina ) Didemo sejumlah Mahasiswa. Mereka menuntut Kejari Madina periksa Kepala Dinas PMD Ahmad Mainul Lubis dan mafia Bimtek  Jum’at 6/10/2023. Dengan membawa sejumlah poster bertulisan “rakyat menderita mafia bimtek tertawa” mahasiswa berorasi di depan pintu masuk kantor Kejaksaan Madina. Ada beberapa tuntutan mahasiswa mengatas namakan […]

  • Dibutuhkan Konsorsium Pengusaha Daerah untuk Percepatan Ekonomi

    Dibutuhkan Konsorsium Pengusaha Daerah untuk Percepatan Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 5 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Untuk percepatan pemulihan ekonomi di daerah, para kepala daerah di Indonesia perlu membentuk wadah berkumpulnya para pengusaha daerah. “Wadahnya bisa sejenis konsorsium” ujar Irwan Hamdani Daulay, pelaku usaha di Madina, dalam satu keterangan pers diterima Mandailing Online, Ahad (5/4/2023). Konsorsium ini diharapkan mampu memberikan sumbang saran, bantuan pembangunan, sumber daya manusia […]

  • Industri Keripik Kesulitan Bahan Baku

    Industri Keripik Kesulitan Bahan Baku

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Industri keripik di Mandailing Natal (Madina) masih terus dihantui kendala bahan baku singkong alias ubi kayu. Dampaknya, banyak industri keripik kayu ubi mengubah produknya produk keripik tepung. Kondisi itu berakibat semakin lemahnya pelaku industri kripik Madina menghadapi gempuran produk sejenis dari Sumatera Barat dalam persaingan pasar Madina. Ilmanuddin, salah satu pengusaha […]

  • Petugas Bersihkan Sungai Aek Mata Dengan Alat Seadanya

    Petugas Bersihkan Sungai Aek Mata Dengan Alat Seadanya

    • calendar_month Senin, 5 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Dalam rangka hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environtment Day yang diperingati setiap 5 Juni, Pemkab Mandailing Natal( Madina ) pagi ini 5/6/23 melakukan bersih bersih sepanjang pusat kota Panyabungan tak terlepas sungai aek mata yang kotor akibat tumpukan sampah. Melibatkan tenaga kebersihan, Satpol PP, dan Anggota Koramil 13 Panyabungan , […]

  • Pemkab Madina Stop Beasiswa, Rakyat Kecewa

    Pemkab Madina Stop Beasiswa, Rakyat Kecewa

    • calendar_month Rabu, 1 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Penghapusan dana beasiswa untuk mahasiswa miskin berprestasi tahun ini oleh Pemkab Madina menimbulkan kekecewaan di masyarakat. “Aku belum tahu alasan Pemkab Madina menghapus program beasiswa itu. Aku juga kesal begitu dengar dari kawan berita penghapusan itu. Bagaimana tidak kesal, bantuan yang sangat bermanfaat itu begitu saja dihapus pemkab,” kata Siddik Borotan, […]

expand_less