Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Uang Kost Ditagih, Nyawa Melayang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Susi Ummu Ameera
Pegiat Literasi

Miris! Kelakuan manusia sekarang ini seperti tidak punya hati. Rasa tega karena kesal atau sakit hati bisa membuat gelap mata. Gara-gara hal sepele namun bisa membuat nyawa melayang. Seolah tak peduli mana hak dan kewajiban yang harus dipertimbangkan. Seperti kasus pembunuhan yang terjadi baru-baru ini.

Tiga anak kost tega menghabisi pemilik kostnya karena ditagih uang kost oleh korban pemilik kost di Medan.

Motif penyebab tersangka melakukan penganiayaan hingga korban luka dan meninggal dunia karena kesal sakit hati karena meminta uang kos,” katanya saat rekonstruksi di Lantai II Polrestabes Medan, Rabu (31/3/2021).

Kriminalitas di kota Medan tidak dapat dituntaskan hanya dengan sanksi penjara atau denda. Selain tidak setimpal antara hukuman dengan perbuatan, dan sudah banyak kasus serupa dan hukumpun diberi namun hingga hari ini sanksi tersebut tidak berefek jera bagi pelaku dan masyarakat yang menyaksikannya, bahkan pembunuhan semakin merajalela.

Jika kita telisik pemberlakuan hukum positif dari sistem kapitalis-demokrasi belum menyentuh masalah pokoknya. Pasalnya pendidikan akhlak dilepaskan begitu saja oleh negara kepada institusi keluarga, pendidikan di lingkup sekolah tidak membentuk manusia yang  berakhlak sebab kurikulumnya sekuler yaitu memisahkan agama dari kehidupan.

Permasalahan ini sangat kompleks jika ditarik dari pangkalnya, yaitu penanaman akhlak yang dibangun dalam keluarga, sekolah, dan negara. Harus ada sinkronisasi atas semua pihak untuk melahirkan generasi yang berakhlak dan beradab. Jika tidak, maka kejadian serupa akan terulang di mana-mana.

Berbeda halnya di dalam sistem kehidupan Islam. Negara tidak semata-mata sebagai penegak hukum namun menjalankan peran komplit yang bersifat preventif hingga kuratif dengan aturan-aturan syari’at Islam yang sempurna. Negara memberikan edukasi terkait aturan dalam bermuamalah dengan sesama yang didorong suasana keimanan. Islam juga memastikan kebutuhan individu terpenuhi, agar tidak ada kesulitan untuk membayar kewajiban jika diperlukan.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Satpol PP Pemkot Binjai Membakar Kantornya Sendiri

    Ratusan Satpol PP Pemkot Binjai Membakar Kantornya Sendiri

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI : Ratusan petugas Satpol PP Pemkot Binjai mengamuk dan membakar kantornya sendiri di Jl Jambi, Kelurahan Rambung Timur, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), Kamis sore, 10 Maret 2011. Aksi ini merupakan buntut kemarahan ratusan anggota Satpol PP akibat dipecat oleh Pemkot Binjai dengan alasan tidak mampu membayar gaji pegawai honorer dilingkungan […]

  • Hutan Register 89 dirambah secara ilegal

    Hutan Register 89 dirambah secara ilegal

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Hutan Lindung Register 86 terletak di desa Siregar Aek Nalas Simarsarudung dan Desa Sampuara Kecamatan Uluan Kabupaten Toba Samosir, persis di bibir pantai Danau Toba dirambah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Alhasil ekosistem danau toba yang di banggakan sebagai objek wisata Provinsi Sumatera ini terancam, baik erosi dan pendangkalan air danau […]

  • Ini Dia Daftar Pantangan Bagi PNS di Pilkada

    Ini Dia Daftar Pantangan Bagi PNS di Pilkada

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ini dia daftar pantangan bagi pegawai negeri sipil (PNS) dalam hal dukung mendukung calon bupati/wakil bupati pada Pilkada serentak tahun 2015. PNS tak boleh mengajak keluarga dan warga mendukung salah satu pasangan calon. PNS tak boleh menghimbau atau menyerukan berupa seruan mendukung salah satu pasangan calon. PNS yang punya jabatan tak […]

  • Azwar: Itu Honorer Betulan atau Siluman

    Azwar: Itu Honorer Betulan atau Siluman

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ratusan ribu tenaga honorer kategori dua (K2) yang sudah menjalani tes CPNS tahun lalu, siap-siap gigit jari. Pasalnya dari jumlah honorer K2 yang hampir mencapai 605.179 orang, pemerintah hanya akan meluluskan sekitar 30 persennya saja. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) menjadwalkan, pengumuman kelulusan honorer K2 menjadi CPNS digelar besok […]

  • Cabut Izin KP USU, Bupati Madina Kangkangi Putusan MA

    Cabut Izin KP USU, Bupati Madina Kangkangi Putusan MA

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution dinilai mengangkangi keputusan Mahkamah Agung karena mencabut Izin Usaha Perkebunan (IUP) Koperasi Perkebunan Universitas Sumatera Utara (KP USU). Itu diungkapkan Humas KP USU, Umar Bazer, Minggu (6/9) di Panyabungan. Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum Medan juga menilai Bupati Madina tidak menjalankan amanah atau kepercayaan […]

  • Oknum Pegawai Tukang Bagi-Bagi Proyek di PU Madina Hilang?

    Oknum Pegawai Tukang Bagi-Bagi Proyek di PU Madina Hilang?

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Penenderan proyek di Dinas PU Mandailing Natal (Madina) tahun ini diperkirakan bakal kacau. Pasalnya, seorang pegawai di instasi itu berinisial M yang selama ini dikenal sebagai tukang bagi-bagi proyek, sudah menghilang dalam sepekan terakhir. “Dia sudah menghilang. Uang yang kami tanam untuk mendapatan proyek pun nampaknya bakalan raib lah ini,” ungkap […]

expand_less