Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Tragedi KRI Nanggala, Indonesia Harus Ambil Pelajaran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
  • print Cetak

Oleh: Rusliana,SPd.I
Aktivis Forum Muslimah Peduli Mandailing Natal

KRI Nanggala 402 secara resmi dinyatakan tenggelam pada Sabtu 24 April 2021 setelah sebelumnya dinyatakan hilang kontak saat melaksanakan misi latihan penembakan torpedo di perairan utara pulau Bali pada Rabu,  21 April 2021 (Tempo.com,26/4/2021).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan, berdasarkan bukti bukti otentik dapat dinyatakan KRI Nanggala 402 tenggelam dan seluruh awaknya gugur.

Upaya pencarian dan pertolongan atau SAR berskala besar dilakukan dengan melibatkan unsur unsur dari TNI, Polri, Basernas, BPPT, KNKT dan perkuatan bantuan dari negara negara sahabat antara lain Singapura, Malaysia, Australia serta Amerika.

Kebijakan Industri Maritim Masih Dianaktirikan

Pakar maritim, Prof. Daniel M. Rosyid Ph.D menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tenggelam nya KRI Nanggala. Dengan gugurnya para awak kapal, ia berharap ada evaluasi jika secara teknis terkait penyebab “kecelakaan” bukan sekedar persoalan patriotisme.

Tenggelamnya Nanggala 402 bukanlah peristiwa pertama di KRI Indonesia. Sudah ada peristiwa sebelumnya yang telah menimpa KRI lainnya. Pertama KRI Rencong 622 terbakar dan tenggelam di Papua Barat pada tahun 2018 kemudian KRI Teluk Jakarta 541 tenggelam di Jawa timur pada tahun 2020 lalu.

Indonesia adalah negara kepulauan yang membutuhkan satuan KRI yang memadai. Dilihat dari kondisi alutsista Indonesia saat ini yang sangat memprihatinkan baik  dari sisi umur begitu pula jumlahnya yang sangat terbatas.

Dari sisi umur alutsista Indonesia yang sudah tua tentu tidak bisa optimal dalam pengaplikasiannya, bahkan justru mengakibatkan kecelakaan yang menelan banyak nyawa TNI AL, seperti kondisi KRI Nanggala. Hal ini patut disayangkan.

Begitu pula dengan jumlah kapal selam Indonesia, dibanding dengan negara lain seperti korea Utara  yang memiliki 83 buah kapal selam, Cina 74, AS 66, Rusia 62. Dan Indonesia hanya memiliki 5 kapal. Padahal fungsi kapal selam adalah sebagai Alat Utama Sistem Senjata (Alustista), seharusnya mencapai jumlah yang dibutuhkan untuk pertahanan maritim Indonesia yang memadai. Bagaimana mungkin Indonesia bisa menjaga ketahanan militer di bidang maritim jika kondisi pertahanannya saja seperti itu? Hal ini tentunya menjadi pelajaran bagi negeri ini.

Renungan untuk indonesia

Kondisi Indonesia saat ini yang hanya memiliki lima kapal selam yang telah beroperasi sejak tahun 1980-an, sangat jauh dari ideal melihat  laut indonesia yang luasnya 62% dengan panjang pantai 81 ribu kilometer.

Diperlukan upgrade politik islam yang memiliki pengaturan terhadap pertahanan secara detail. Militer ini sangat dipengaruhi visi politik luar negri khilafah yaitu dakwah dan jihad ke suluruh penjuru dunia. Dengan penerapan ekonomi Islam, maka negara akan memiliki angaran besar dari pos pos penerimaan dari kepemilikan umum dan pos lainya sehingga memudahkan negara khilafah dalam pembangunan struktur pertahanan yang kuat.

Dalam Daulah Islam adanya depertemen industri yang mengurusi semua masalah yang berhubungan dengan perindustrian, baik yang berhubungan dengan industri berat seperti industri mesin dan peralatan, pembuatan dan perakitan alat transportasi (kapal, pesawat, mobil dsb) industri bahan mentah dan industri elektronik maupun yang berhubungan dengan industri ringan baik industri itu berupa pabrik pabrik yg menjadi milik umum maupun pabrik pabrik milik pribadi yg memiliki hubungan dengan industri  militer (perperangan) industri dengan berbagai jenisnya itu semuanya harus dibangun dengan berpijak pada politik perang. Sebab jihad dan perang memerlukan pasukan, agar mampu berperang harus memiliki persenjataan. Agar persenjataan itu terpenuhi bagi pasukan secara memadai hingga pada tingkat yang optimal tentu harus ada industri persenjataan di dalam negeri. Khususnya industri perang karena hubungannya yg begitu kuat dengan jihad.

Daulah islam diharuskan mendirikan industri persenjataannya sendiri dan mampu mengembangkan persenjataan sendiri. Dengan begitu Daulah akan tetap memiliki kendali atas dirinya sendiri untuk mengukuhkan kekuatannya. Daulah juga harus sanggup memiliki dan menguasai persenjataan yang paling canggih dan paling kuat.

Dengan begitu semua bentuk dan tingkat kecanggihan yang dibutuhkan Daulah dapat dikuasai hingga akhirnya menggentarkan musuh musuh Daulah. Baik musuh wujud nyata maupun laten sebagaimana firman Allah SWT

Siapkanlah oleh kalian untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yg kalian sanggupi dan dari kuda kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian mengentarkan musuh Allah, musuh kalian  dan orang orang selain mereka yg tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya” (TQS al- Anfal : 60)

Wallahu a’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepdes dan Aparat Desa Akan Dapat Gaji Tetap dan Dana Tunjangan

    Kepdes dan Aparat Desa Akan Dapat Gaji Tetap dan Dana Tunjangan

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkait Undang-Undang Desa Yang Baru Disahkan DPR RI PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tak lama lagi, desa akan mendapat alokasi anggaran pembangunan tersendiri yang cukup besar dari pemerintah pusat. Tak itu saja, kepala desa hingga para aparat desa juga akan mendapat gaji tetap, dana tunjangan pokok dan tunjangan kesehatan. Regulasi ini tertuang dalam Undang-Undang Desa yang […]

  • Komisi VIII DPR RI Rases ke Rutan

    Komisi VIII DPR RI Rases ke Rutan

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Anggota Komisi VIII DPR RI Riskan Qolby Lubis memberikan apresiasi dengan kondisi dan suasana di cabang rumah tahanan (Carutan) Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) saat melakukan reses ke rumah tahanan tersebut. Menurutnya, carutan tersebut bersih, nyaman, tertib dan disiplin. ”Saya melihat carutan sangat baik dan hal ini akan menajadi salahsatu masukan bagi kita dan […]

  • Usai Bedah Visi-Misi, Tomas Muarasipongi Sepakat Pilih SAHATA

    Usai Bedah Visi-Misi, Tomas Muarasipongi Sepakat Pilih SAHATA

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Sejumlah tokoh masyarakat (Tomas) Desa Relokasi, Kecamatan Muarasipongi siap memilih dan memenangkan pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) pada Pilkada 2024. Mereka siap mendukung dan memilih SAHATA setelah memahami visi-misi Paslon ini yang tergolong realistis […]

  • Gubernur Sumut Buka Pameran HUT 17 Madina

    Gubernur Sumut Buka Pameran HUT 17 Madina

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi  buka pameran pembangunan di Tapian Siri-siri Minggu sore (6/3). Pembukaan pameran tersebut juga dihadiri oleh Bupati Madina drs Dahlan Hasan Nasution, Ketua PKK, Unsur Muspika, Tokoh Masyarakat, Alim ulama, Tokoh adat dan di saksikan masyarakat Madina. Pameran ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten […]

  • Wabendum HMI SUMUT Desak Kejatisu Usut Dana Pemekaran Pantai Barat

    Wabendum HMI SUMUT Desak Kejatisu Usut Dana Pemekaran Pantai Barat

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN: Wabendum Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumatra Utara mendesak Kejaksaan Negeri Sumatra Utara (Kejatisu) menyusut tuntas Dana Pemekaran Pantai Barat yang di duga merugikan Negara Miliaran Rupiah demikina di sampaikan Sekretaris Wabendum HMI Sumut Iswadi Batubara kepada wartawan, Sabtu (12/2) di Panyabungan. Kejaksaan Negeri Sumatra Utara (Kejatisu) harus menuntaskan kasus-kasus yang ada di Mnadailing natal […]

  • Anggaran Pendidikan 2011 Capai Rp 248 T

    Anggaran Pendidikan 2011 Capai Rp 248 T

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA-Pemerintah kembali merilis rancangan porsi pembiayaan untuk pos pendidikan pada 2011. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menyatakan bahwa pendidikan tinggi (dikti) mendapat porsi besar dalam perencanaan anggaran 2011 yakni sekitar Rp28 triliun atau sekitar 51 persen anggaran Kemendiknas 2011. “Jumlah tersebut termasuk anggaran dari pendapatan negara bukan pajak (PNBP),” ujar Mendiknas Mohammad Nuh, Selasa (4/1). Tahun […]

expand_less