Rabu, 11 Mar 2026
light_mode

Gencatan Senjata Israel, Kemenangan Bagi Palestina?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 30 Mei 2021
  • print Cetak

Oleh : Nur Wahida Lota
Mahasiswi, tinggal di Samarinda

Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Palestina telah terjadi di jalur Gaza, namun serangan masih terus dilakukan oleh polisi Israel terhadap warga Palestina di kompleks masjid Al-Aqsa pada dini hari usai shalat, polisi Israel menyerbu warga Palestina dengan menembakkan gas air mata, Jumat (21/05/2021).

Meskipun gencatan senjata telah dideklarasikan dan disambut baik oleh berbagai negeri muslim, bahkan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan siap memfasilitasi perdamaian Palestina dan Israel seusai keduanya sepakati gencatan senjata. Kantor berita negara UEA, Minggu 23/05/2021 melaporkan bahwa putra mahkota Abu Dhabi sheikh Mohamed Bin Zayed Al-Hayhan siap mewujudkan perdamaian.

Dikutip dari serambinews.com pada 23/05/2021. Bukan hanya UEA yang menyambut baik gencatan senjata tersebut, tetapi Sudan dan Mesir pun ikut menyetujui aksi perdamaian antara Palestina dan Israel. Usai gencatan senjata disepakati ternyata penyerbuan terhadap kompleks Al-Aqsa masih saja dilakukan oleh polisi Israel dengan tidak terduga. Hal ini menunjukkan bahwa adanya gencatan senjata antara Palestina dan Israel tidak bisa memastikan bahwa Israel akan berhenti melakukan penyerangan terhadap Palestina.

Gencatan senjata yang telah disepakati dan disambut baik oleh pemimpin negeri muslim, justru menunjukkan bahwa betapa lemahnya perlindungan dan jaminan yang bisa diberikan oleh pemimpin-pemimpin negeri muslim terhadap saudara-saudara yang ada di Palestina. Bahkan kesepakatan dan persetujuan mereka atas gencatan senjata tersebut malah memberikan kesempatan bagi Zionis untuk melakukan pemulihan di balik kata gencatan senjata atau aksi perdamaian, dan bisa saja melakukan penyerangan secara tiba-tiba.

Penyerangan dan teror yang dilakukan oleh tentara Zionis tidak akan pernah berhenti, hanya karena adanya gencatan senjata atau aksi perdamaian yang didukung oleh negeri-negeri muslim lainnya. Karena dukungan yang dibutuhkan oleh Palestina bukan hanya sekedar peryataan dan persetujuan gencatan senjata atau kecaman dari pemimpin negeri islam.

Hal ini menegaskan kepada dunia bahwa pemimpin-pemimpin negeri muslim hanya mampu melakukan kecaman terhadap Israel tanpa melakukan tindakan tegas dengan mengirimkan atau menggerakkan militernya untuk membatu Palestina, karena saat ini Palestina bukan hanya membutuhkan bantuan berupa sembako dan juga kecaman-kecaman yang bersifat sementara, tetapi  lebih membutuhkan bantuan yang dapat menghentikan aksi teror dan penyerangan yang terus-menerus dilakukan oleh kaum Zionis.

Namun sebagaimana yang terlihat tidak ada satupun negeri muslim yang berani mengirimkan atau memberikan bantuan militer kepada Palestina untuk mengusir kaum Zionis meninggalkan negeri Palestina. Pemimpin negeri muslim saat ini tidak bisa melakukan hal yang lebih dari kecaman-kecaman karena, mereka tunduk di bawah kekuasaan negara adidaya serta hubungan yang sangat erat dengan kaum penjajah dengan melalui kerja sama sehingga hal ini mengakibatkan pemimpin negeri islam hidup di bawah kendali para penjajah.

Sehingga para penjajah seperti kaum Zionis pun dengan mudah melakukan penjajahan terhadap negeri muslim lainnya karena tidak adanya perlindungan yang kuat. Pembebasan tanah mulia Palestina ini membutuhkan kekuatan militer yang hebat dan kuat, karena dengan kekuatan militer tentara Israel dan sekutuhnya akan mampu dikalahkan. Namun hal itu tidak akan mungkin bisa dilakukan selama pemimpin negeri-negeri kaum muslimin masih terpecah belah dan masih ketergantungan dengan negara Barat, karena sudah pasti keterpihakan negara barat tentulah bukan berpihak kepada islam, sehingga manaruh harapan pada negeri muslim yang tunduk pada kuasa barat adalah sebuah kesia-siaan.

Satu-satunya kekuasaan yang mampu memberikan bantuan dengan kekuatan militer yang hebat ialah dengan sistem Islam, karena di bawah naungan Islam kaum muslimin akan bersatu dengan ikatan aqidah Islam, dengan adanya ikatan aqidah ini persatuan kaum muslimin akan menghadirkan kekuatan yang besar serta semangat jihad yang membara untuk melawan para musuh-musuh Islam. Karena itu, hendaknya  hanya Islam yang menjadi harapan satu-satunya untuk mengakhiri aksi penyerangan dan teror yang dilakukan oleh tentara Israel. Karena hanya sistem Islam akan melahirkan pemimpin atau kholifah yang mampu memberikan perlindungan bagi kaum muslimin di seluruh negeri-negeri islam.

Sebagaimana dalam sebuah hadist yaitu “Imam/Khalifah itu tak lain laksana perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang dibelakangnya, dan digunakan sebagai tameng.” ( Hr. Bukhari dan Muslim). Makna, Al iman junnatun (imam/khalifah itu laksana perisai) sebagimana dijelaskan oleh imam an-Nawawi: “Maksudnya, ibarat tameng. Karena dia mencegah musuh menyerang (menyakiti) kaum muslim. Mencegah masyarakat, satu dengan yang lainnya dari serangan. Melindungi keutuhan Islam, dia disegani masyarakat, dan mereka pun takut terhadap kekuatannya.”

Umat Islam dengan segenap kekuasaanya akan sangat ditakuti oleh kaum kafir, karena akidahnya yang kuat. Karena akidah inilah, mereka siap menang dengan kemuliaan atau mati syahid. Begitulah dorongan iman, karena dengan iman inilah rasa takut dalam dada kaum muslimin terhadap orang-orang kafir menjadi tidak ada lagi, sehingga melihat hal ini kaum kafir pun semakin takut dengan kekuatan kaum muslimin.

Karena itu dengan ikatan akidah Islam di bawa naungan khilafah, kaum muslimin akan bersatu melawan musuh untuk mempertahankan dan menjaga kehormatan, agama, darah dan harta kaum muslimin. Sistem Islam lah yang akan menjadi penjaga kesatuan, persatuan dan keutuhan setiap jengkal wilayah umat Islam. Wallahu’alam bisshawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menakar Kebijakan PPKM Darurat

    Menakar Kebijakan PPKM Darurat

    • calendar_month Sabtu, 3 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyarakat   Laju peningkatan jumlah kasus Covid-19 semakin mengkhawatirkan dan tak terkendali. Banyak daerah yang mulai kewalahan dalam penanganan, dari tumpukan pasien, rumah sakit yang mulai penuh, para nakes yang terus tumbang. Hingga, memaksa para petinggi negeri untuk segera mengambil tindakan. Pemerintah kini resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan […]

  • Puluhan Anak-anak Keracunan di Muarasipongi

    Puluhan Anak-anak Keracunan di Muarasipongi

    • calendar_month Jumat, 12 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peliput  : Salman Rais Daulay  / Editor      : Dahlan Batubara   MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Setidaknya 25 anak-anak keracunan di Desa Simpang Mandepo, Kecamatan Muarasipongi, Mandailing Natal, Jum’at (12/5/2017). Mereka keracunan diduga akibat makan jajanan jenis siomai yang dijual pedagang keliling. Wartawan Mandailing Online, Salman Rais Daulay melaporkan dari Muarasipongi, sebagian anak-anak yang keracunan […]

  • Ops Ketupat Toba 2012,  Polisi Bersenjata Disiagakan

    Ops Ketupat Toba 2012, Polisi Bersenjata Disiagakan

    • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO)- Personil polisi bersenjata akan disiagakan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) guna memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hendak mudik. “Hal ini merupakan upaya mengurangi gangguan keamanan menjelang maupun saat perayaan Idul Fitri 1433 Hijriah,” ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro usai apel gelar Pasukan Operasi (Ops) Ketupat Toba […]

  • PT SMGP Gelar Sosialisasi Pelestarian Alam

    PT SMGP Gelar Sosialisasi Pelestarian Alam

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang bergerak di bidang panas bumi menggelar sosialisasi pelestarian alam terhadap masyarakat di 3 kecamatan yakni Kecamatan Panyabungan Selatan, Panyabungan Barat, dan Kecamatan Puncak Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Acara tersebut selama tiga hari di Kecamatan Penyabungan sejak Selasa (14/12), dan berakhir di aula Kantor Camat Kecamatan […]

  • Wabup Atika Pimpin Apel Pasca Pelantikan

    Wabup Atika Pimpin Apel Pasca Pelantikan

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utammi Nasution memimpin apel gabungan perdana pasca-pelantikan kepala daerah. Berlangsung di pelataran Masjid Agung Nur Alan Nur Aek Godang, Panyabungan, Senin (24/5/2025). Atika dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa pesan. Di antaranya meminta pegawai pemerintah menunjukkan citra yang baik kepada masyarakat, termasuk pemudik. “Wajah Madina di mata perantau […]

  • Walbup: Membaca Al-Qur’an Mampu Merubah Diri

    Walbup: Membaca Al-Qur’an Mampu Merubah Diri

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Al-Qur’an berlaku sepanjang zaman dan dijamin oleh Allah SWT atas kesucian serta keasliannya. Untuk itu setiap mukmin yakin bahwa membaca Al-Qur’an adalah termasuk amal yang sangat mulia dan akan mendapat pahala apabila mengerti makna serta mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya. Demikian disampaikan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution […]

expand_less