Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Himbauan Agar Anak-Anak Tetap Riang Belajar dari Rumah, Mungkinkah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
  • print Cetak

Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamat Politik

Pandemi belum juga landai yang menunjukkan situasi sudah bisa bersahabat kembali. Pasien terinfeksi hingga meninggal terus berjatuhan. Baik yang dirawat di RS maupun yang hanya isolasi mandiri (isoman). Sehingga membuat pemerintah harus memberlakukan PPKM, bahkan memperpanjangnya. Meskipun terjadi pro-kontra dengan kebijakan tersebut, tetap saja diberlakukan. Walhasil, rakyat semakin menjerit karena banyak yang kehilangan pekerjaan tanpa ada kepedulian yang sungguh- sungguh untuk menanggung beban rakyat selama pandemi.

Begitu juga dengan nasib pelajar. Sudah lebih dari setahun, mereka harus belajar dari rumah secara online (daring). Banyak kekurangan di sana sini yang menjadi kendala pelaksanaan sekolah daring tidak tuntas diselesaikan. Bahkan sebagian sekolah nekat tetap luring dengan berbagai pertimbangan dan menjalankan prokes.

Situasi sulit ini tentu tidak luput dari perhatian banyak pihak. Terlepas apakah perhatian itu tulus atau sekedar basa basi. Karena secara naluri kemanusiaan, melihat situasi generasi ditengah pandemi ini pasti sedih dan menyayat hati.

Sebagaimana dilansir dari media TEMPO.COM, Jumat (23/07/2021), di tengah peringatan Hari Anak Nasional, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan anak-anak Indonesia masih dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19. Kondisi ini menyebabkan anak-anak harus melakukan seluruh aktivitas, termasuk belajar dan bermain.

Ia mengungkapkan, anak-anak harus tetap dapat meraih cita-citanya di masa depan. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun mengajak anak-anak tetap riang belajar, kreatif, dan berprestasi di bidang yang disukai.

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah melalui APBN mendukung pendidikan anak dengan memberikan berbagai bentuk bantuan. Bantuan itu dicairkan dalam program keluarga harapan atau PKH, bantuan operasional sekolah, program Indonesia Pintar, kartu Indonesia Pintar, sampai subsidi kuota internet.

Himbauan Menkeu, Sri Mulyani tersebut sudah benar.  Bantuan yang diberikan adalah kewajiban dari negara sebagai pengurus rakyat. Bahkan ajakan untuk tetap riang belajar, kreatif dan berprestasi adalah motivasi yang positif. Hanya saja pertanyaannya, mungkinkah?

Semenjak pandemi, belajar melalui online, banyak orang tua yang kehilangan pekerjaan atau berkurang penghasilan. Lalu dituntut harus menyiapkan dana untuk anak-anaknya belajar online. Oke, katanya data dibantu oleh pemerintah, bagaimana dengan handphone-nya? Adakah pemerintah membagi handphone gratis bagi keluarga yang tidak mampu membelinya? Berapa sih bantuan dari pemerintah dalam kartu-kartu itu? Boro-boro beli handphone, makan saja tidak tentu lagi. Dapatkah anak-anak bahagia dengan situasi seperti ini?

Akhirnya, para guru dan sekolah kembali putar otak agar anak-anak yang tidak mampu dari segi ekonomi tetap mendapatkan haknya sebagai pelajar. Ada yang inisiatif hingga membuat kelompok ke rumah siswa, di kantor desa, hingga ke rumah guru bagi yang tidak punya fasilitas handphone.

Bagi keluarganya yang hidup berkecukupan atau berlebihan tentu saja senang. Apalagi anak-anaknya stay at home, yang sebelumnya merupakan perkara langka terjadi. Akibat semua kerjaan dan sekolah from home, bisa berkumpul bersama dan bahagia bersama. Tetapi inikan persentase yang sangat kecil dibandingkan jumlah keluarga pra sejahtera yang ada di Indonesia.

Tidak sedikit juga kasus yang menyayat hati menimpa anak-anak sekolah yang belajar online. Ada yang sampai bunuh diri karena dampak pacaran. Belajar online justru jadi ajang pacaran dan mencari pacar bagi sebagian anak-anak. Saking cintanya, putus, mau bunuh diri, surat pun diposting terlebih dahulu. Naudzubillah min zaalik. Selain itu, candu gadget dan game semakin meriah tak terkendali. Bagaimana bisa bahagia belajar? Anak-anak sudah dicekoki dengan konten-konten sampah dari handphone.

Seharusnya, pengelolaan belajar daring harus betul-betul diperhatikan. Teknis pelaksanaannya harus matang. Kerjasama yang baik dan komunikasi efektif antara pihak sekolah, orangtua dan negara harus ditingkatkan. Sebab, yang harus mampu memberikan rasa nyaman bagi anak-anak untuk tetap belajar dari rumah dengan fasilitas adalah tanggung semua pihak. Negara tidak bisa hanya sekedar menghimbau, namun harus berperan maksimal.

Jika persiapan matang, fasilitas mapan, kepedulian tidak setengah-tengah, sehingga semua mendapatkan haknya tanpa merasa kesulitan. Yakinlah, anak-anak akan bahagia belajar meskipun dari rumah. Namun, jika hanya sekedar basa basi dan setengah hati, jangan heran jika generasi ini justru makin hancur di tengah pandemi ini akibat mendekatkan mereka dengan dunia digital tanpa awasan orangtua, pantauan sekolah dan penjagaan negara dari konten-konten jahat perusak masa depan generasi negeri ini.

Semoga wabah segera berlalu, dan anak-anak kembali bisa ke sekolah menuntut ilmu seperti sedia kala. Secara naluri perkembangan psikologi mereka, tentulah berkumpul dan bertemu dengan teman adalah kebahagiaan yang tidak terlukiskan. Juga kebiasaan berkompetisi di kelas sudah menjadi hal yang membuat mereka inovatif menghasilkan karya-karya dan ide-ide.Wallahu a’lam bissawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SUKA No 1, Dahwin No 2, Sofwat-Beir No 3

    SUKA No 1, Dahwin No 2, Sofwat-Beir No 3

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KPU Madina hari ini, Kamis (24/9/2020) menyelenggarakan rapat pleno pencabutan dan penetapan nomor urut pasangan calon bupati/wakil bupati Mandailing Natal (Madina) yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna, Panyabungan. Hasil pencabutan nomor sebagai berikut : Pasangan HM Jakfar Sukhairi Naaution-Atika Azmi Utammi Nasution, App.BFin atau lebih populer disebut pasangan SUKA memperoleh nomor urut 1. Pasangan Dahlan […]

  • DCS Dapil 1 Madina Partai Gerindra

    DCS Dapil 1 Madina Partai Gerindra

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Partai Gerakan Indonesia Raya ( GERINDRA )

  • Harga Sejumlah Bahan Pokok di Madina Masih Stabil

    Harga Sejumlah Bahan Pokok di Madina Masih Stabil

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2013, harga sejumlah bahan pokok di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) relatif stabil. Meski begitu, beberapa hari ke depan bisa saja berubah saat akan libur panjang. Demikian disampikan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Prindag Pemod Kopresi dan UKM Madina Ikhwan Nasution kepada wartawan, Rabu […]

  • Oknum TNI Ketangkap Curi Motor

    Oknum TNI Ketangkap Curi Motor

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Pematangsiantar, berhasil membekuk Koptu EM (48) oknum TNI-AD, pelaku pencurian sepedamotor (ranmor), Jumat (29/7). Informasi yang dihimpun, penangkapan dilakukan setelah Rian Handoko (29) karyawan showroom Motor, berteriak rampok, sekitar pukul 12.00 WIB. Personel Lalulintas yang kebetulan bertugas menertibkan kemacetan di pusat Kota Pematangsiantar itu, langsung merespon dan mengejar oknum TNI […]

  • Kapolda Sumut: PPKM Jangan Dijadikan Menakutkan

    Kapolda Sumut: PPKM Jangan Dijadikan Menakutkan

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra menekankan agar PPKM Level 4 Covid-19 jangan dijadikan menakutkan, tetapi dicari penyelesaiannya. Itu dikatakannya menjawab wartawan di aula kantor bupati Madina usai melakukan pertemuan dengan semua pihak, Jum’at (10/9/2021). Kapoldasu bersama Pangdam Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanudin berada di Mandaling Natal (Madina) hari ini […]

  • Calo PNS Ditindak Tegas

    Calo PNS Ditindak Tegas

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) AA Mangindaan mengingatkan proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) agar tidak terjadi percaloan. Jika ada calo yang bermain dalam proses penerimaan dan pelaksanaan ujian CPNS akan di proses secara hukum. ” Siapapun calo yang berani akan kita tindak tegas dan diajukan ke […]

expand_less