Selasa, 17 Mar 2026
light_mode

Islam Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
  • print Cetak

Oleh: Nurhabibah, S.Pd
Tinggal di Padangsidempuan

Tak terasa beberapa hari lagi  bangsa Indonesia merayakan kembali hari kemerdekaan negeri ini untuk yang ke-76 kalinya. Di tengah suasana perayaan kemerdekaan itu, bangsa ini tentu layak bertanya: Apa sebetulnya arti kemerdekaan yang hakiki itu? Betulkah kita telah benar-benar merdeka? Betulkah kita telah sungguh-sungguh terbebas dari segala bentuk penjajahan?

Penjajahan pada hakikatnya adalah politik suatu bangsa/negara untuk menguasai bangsa/negara lain demi kepentingan pihak yang menguasai. Hakikat penjajahan sama dengan perbudakan. Sama-sama merupakan ekpsloitasi satu pihak atas pihak lain secara zalim.

Penjajahan gaya lama dilakukan dengan menggunakan kekuatan militer. Mengambil-alih dan menduduki satu negara/wilayah serta membentuk pemerintahan kolonial di negara/wilayah jajahan. Cara ini secara umum sudah lama ditinggalkan. Pasalnya, penjajahan secara militer ini mudah membangkitkan perlawanan dari penduduk negeri yang dijajah. Jelas, karena mereka secara nyata merasakan langsung penindasan atas diri mereka, negeri mereka dan sumberdaya mereka.

Karena itu kaum penjajah kemudian menempuh model/gaya penjajahan baru. Penjajahan ini tak mudah dirasakan oleh pihak terjajah. Penjajahan ini mewujud dalam bentuk kontrol atas ekonomi, politik, pemikiran, budaya, hukum dan hankam negeri yang dijajah. Tujuannya tetap sama: mengeksploitasi kekayaan negeri terjajah demi kesejahteraan dan kemakmuran kaum penjajah.

Penjajahan gaya baru sama berbahayanya dengan penjajahan gaya lama. Bahkan boleh jadi lebih berbahaya. Sebabnya, dengan penjajahan gaya baru, pihak terjajah sering tak merasa sedang dijajah. Contohnya adalah bangsa ini. Bangsa ini setiap tahun tetap antusias merayakan hari kemerdekaannya. Namun demikian, pada saat yang sama bangsa ini seolah tak pernah menyadari bahwa kekayaan mereka terus dikuasai oleh bangsa lain lewat perusahaan-perusahaan mereka. Tambang emas, minyak, gas dan banyak sumberdaya alam lainnya di negeri ini telah lama dikuasai dan diekploitasi. Misalnya PT Freeport. Atau misalnya di daerah kita sendiri seperti PT. SMGP yang ada di Mandailing Natal.

Alhasil, bangsa dan negeri ini sebetulnya belum benar-benar merdeka secara hakiki. Belum benar-benar terbebas dari penjajahan. Secara fisik kita memang merdeka. Namun demikian secara pemikiran, ekonomi, politik, budaya, dll sejatinya kita masih terjajah.

Misalnya saja, bagaimana kita bisa merasa merdeka saat di tengah – tengah masyarakat kita banyak yang kelaparan. Apakah kita tidak malu meneriakkan merdeka di saat banyak saudara saudara kita yang masih tidur di kolong jembatan.

Bukankah sejatinya yang namanya merdeka itu terbebas dari yang  namanya tekanan.

Lalu bagaimana kemerdekaan yang hakiki itu seharusnya?

Mewujudkan penghambaan hanya kepada Allah SWT, itulah misi utama Islam. Itu pula arti kemerdekaan hakiki. Dalam pandangan Islam, kemerdekaan hakiki terwujud saat manusia terbebas dari segala bentuk penghambaan dan perbudakan oleh sesama manusia. Dengan kata lain Islam menghendaki agar manusia benar-benar merdeka dari segala bentuk penjajahan, eksploitasi, penindasan, kezaliman, perbudakan dan penghambaan oleh manusia lainnya.

Terkait misi kemerdekaan Islam ini, Rasulullah saw. pernah menulis surat kepada penduduk Najran. Di antara isinya berbunyi:

«… أَمّا بَعْدُ فَإِنّي أَدْعُوكُمْ إلَى عِبَادَةِ اللّهِ مِنْ عِبَادَةِ الْعِبَادِ وَأَدْعُوكُمْ إلَى وِلاَيَةِ اللّهِ مِنْ وِلاَيَةِ الْعِبَادِ  …»

Amma badu. Aku menyeru kalian untuk menghambakan diri kepada Allah dan meninggalkan penghambaan kepada sesama hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian agar berada dalam kekuasaan Allah dan membebaskan diri dari penguasaan oleh sesama hamba (manusia)… (Al-Hafizh Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa an-Nihayah, v/553).

Misi Islam mewujudkan kemerdekaan hakiki untuk seluruh umat manusia itu juga terungkap kuat dalam dialog Jenderal Rustum (Persia) dengan Mughirah bin Syubah yang diutus oleh Panglima Saad bin Abi Waqash ra. Pernyataan misi itu diulang lagi dalam dialog Jenderal Rustum dengan Rabi bin Amir (utusan Panglima Saad bin Abi Waqash ra.). Ia diutus setelah Mughirah bin Syubah pada Perang Qadisiyah untuk membebaskan Persia. Jenderal Rustum bertanya kepada Rabi bin Amir, “Apa yang kalian bawa?” Rabi bin menjawab, “Allah telah mengutus kami. Demi Allah, Allah telah mendatangkan kami agar kami mengeluarkan siapa saja yang mau dari penghambaan kepada sesama hamba (manusia) menuju penghambaan hanya kepada Allah; dari kesempitan dunia menuju kelapangannya; dan dari kezaliman agama-agama (selain Islam) menuju keadilan Islam…” (Ath-Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, II/401).

Islam datang untuk membebaskan manusia dari segala bentuk penghambaan kepada sesama manusia sekaligus mewujudkan penghambaan hanya kepada Allah SWT. Islam datang untuk membebaskan manusia dari kesempitan dunia akibat penerapan aturan buatan manusia menuju kelapangan dunia (rahmatan lil alamin). Islam juga datang untuk membebaskan manusia dari kezaliman agama-agama dan sistem-sistem selain Islam menuju keadilan Islam.

Semua itu akan menjadi nyata jika umat manusia mengembalikan hak penetapan aturan hukum hanya kepada Allah SWT dan Rasul saw. Caranya dengan memberlakukan syariah Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Tanpa itu, kemerdekaan hakiki, kelapangan dunia dan keadilan Islam tak akan pernah bisa terwujud. Selama aturan, hukum dan sistem buatan manusia yang bersumber dari akal dan hawa nafsu mereka terus diterapkan dan dipertahankan maka selama itu pula akan terus terjadi penjajahan, kesempitan dunia dan kezaliman. Allah SWT telah memperingatkan hal itu:

﴿وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ﴾

Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku maka sungguh bagi dia kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkan dirinya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta (TQS Thaha [20]: 124).

Karena itulah Allah SWT memerintahkan kita semua untuk menerapkan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Penerapan hukum syariah Islam itu menjadi bukti kebenaran dan kesempurnaan klaim keimanan dan penghambaan mereka kepada Allah SWT (Lihat, antara lain: QS an-Nisa [4]: 65). Pada saat yang sama, Allah SWT mewajibkan penguasa untuk memerintah dengan menggunakan hukum-hukum syariah.

Pentingnya Kepemimpinan Islam

Tugas pemimpin atau penguasa dalam Islam adalah melakukan pengaturan urusan dunia (siyasah ad-dunya). Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahîh Muslim menjelaskan bahwa siyasah (politik) adalah mengatur sesuatu dengan apa yang membuat sesuatu itu baik (al-qiyam ‘ala asy-syay bi ma yushlihuhu). Yang wajib digunakan dalam melakukan tugas siyasah itu tidak lain adalah syariah. Ini sejalan dengan perintah Allah SWT baik kepada umat Islam maupun penguasa untuk menerapkan syariah.

Semua itu hanya bisa berjalan dan terwujud di dalam sistem kepemimpinan Islam yang disebut oleh para ulama  dengan istilah Imamah/Khilafah.

Sistem kepemimpinan Islam — yakni Imamah/Khilafah — inilah yang benar-benar bakal mampu mewujudkan kemerdekaan hakiki bagi umat manusia. Hanya sistem ini pula yang sekaligus bisa mewujudkan tujuan kemerdekaan itu, yakni kehidupan yang adil, makmur, sejahtera, aman dan tenteram. Tentu dalam naungan ridha Allah SWT.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satpol PP Razia Kafe Dan Warung Maksiat

    Satpol PP Razia Kafe Dan Warung Maksiat

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Berita): Satpol Pamong Praja Kabupaten Mandailing Natal, Jum’at (8/10) merazia kafe-kafe dan warung-warung yang di duga tempat maksiat. Sat Pol PP melakukan pembonghkaran di kafe-kafe dan waryng yang pondoknya tertutup Plt Kakan Satpol PP, Nur Kholis, saat dikonfirmasi wartawan, Jum’at (8/10) mengukapkan, razia ini di lakukan atas dasar perintah Bupati Madina Ir Aspan Sofian […]

  • Kades Jambur Baru Berupaya Perbaiki Kesalahan. Warganya Diwajibkan Sumbang Batu Untuk Perbaiki Jalan yang Dirusaknya

    Kades Jambur Baru Berupaya Perbaiki Kesalahan. Warganya Diwajibkan Sumbang Batu Untuk Perbaiki Jalan yang Dirusaknya

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ||Mandailing Online- Kepala Desa Jambur Baru di Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal Riswan Haedy, berusaha memperbaiki kesalahan dengan membangun kembali jalan lingkungan yang dirusak. Musyawarah desa dilakukan untuk mencari solusi, namun hasilnya menuai kritik dari warga. Warga desa mengungkapkan bahwa setiap kepala keluarga dipaksa menyetor 2 buah batu untuk material perbaikan jalan lingkungan yang […]

  • Tournament Bupati Cup I 2023 Madina Resmi Dibuka

    Tournament Bupati Cup I 2023 Madina Resmi Dibuka

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAM( Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhaeri Nasution resmi buka tournamen Sepak Bola Bupati Cup I tahun 2023 yang diadakan di Lapangan Yonif 123 Kompi Senapan B Mangga Dua, Desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan. Senin (3/7/2023) Dalam sambutannya Bupati Madina memberikan support bagi para pemain yang akan bertanding kali ini. Bupati […]

  • Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

    Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Islam sangat menganjurkan kebersihan dan wudhu menjadi contoh nyata praktik kesehatan bagi manusia. Itulah yang membuat takjub seorang warga AS bernama Matthew Braun. Perkara yang seringkali dianggap remeh itu justru membuat pria kelahiran Kota Brodhead, Wisconsin itu jatuh hati pada Islam. Braun memang seorang yang sangat peduli kesehatan. Minat pendidikannya pun pada segala ilmu kesehatan, […]

  • Lynette Wehner: Alquran Seperti Ditulis Untukku

    Lynette Wehner: Alquran Seperti Ditulis Untukku

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kisah Lynette Wehner memeluk Islam bermula ketika ia bekerja di sebuah sekolah Islam. Sikap profesionalnya itu menafikan kekhawatiran keluarganya. “Anda pasti akan menjadi Muslim,” ungkap Wehner, menirukan pandangan mertuanya, seperti dilansir onislam.net, Senin (25/11). Perkataan mertuannya itu memang membekas dipikirannya. Namun, ia tidak memungkiri memiliki sebuah kelas lebih penting ketimbang harus khawatir soal mertuannya. Sejak […]

  • Dua Sungai Di Madina Bisa Hasilkan 30 MW Listrik

    Dua Sungai Di Madina Bisa Hasilkan 30 MW Listrik

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Natal di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dapat menghasilkan arus listrik 20 hingga 30 mega watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hitro (PLTMH). Tiga perusahaan swasta sudah melirik Madina dalam rencana investasi. Ketiganya adalah PT.Demarco Energi Sejati, PT.Terrasys Energi Madina dan PT. Hesa Laras […]

expand_less