Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Antikritik di Negeri yang Menjunjung Tinggi Demokrasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
  • print Cetak

Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd
Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyarakat

 

Viralnya sejumlah mural yang dijadikan sebagian rakyat untuk menyuarakan kritikannya malah ditanggapi para penggawa negeri dengan penghapusan dan tindakan hukum bagi pembuatnya.

Nampaknya bersuara lewat senipun di negeri demokrasi terus di bungkam.  Sungguh ini sangat bertolak belakang dengan jargon negeri ini yang katanya menjunjung tinggi aspirasi dan suara rakyat.

Atas sikap para petinggi negeri yang terlihat antikritik tersebut terang saja mendapat respon dan tanggapan dari berbagai kalangan. Pengamat komunikasi politik, M. Jamiluddin Ritonga menyoroti sikap pemerintah yang menghapus mural Jokowi 404 not foundSebab menurutnya, pengahapusan tersebut tidak sejalan dengan prinsip negara yang menjunjung aspirasi rakyat dan sudah disepakati bangsa ini.

Menurutnya penghapusan mural tersebut, menguatkan dugaan bahwa pemerintahan hari ini antikritik. Dosen Universitas Esa Unggul itu menyebutkan mural tersebut tidak ada kaitannya dengan pelecehan lambang negara seperti yang dikatakan pemerintah. 

“Sebab, Jokowi sebagai presiden bukanlah lambang negara, karena itu, tidak sepantasnya mural tersebut dihapus. Dia menambahkan bahwa mural itu mungkin salah satu sarana rakyat menyalurkan aspirasi dan suaranya. Jadi, tak semestinya ditanggapi dengan penghapusan hingga berujung ditarik ke ranah hukum (18/8).

Ya, benar saja maraknya penghapusan mural oleh aparat keamanan belakangan ini sama halnya pemerintah melakukan pembungkaman terhadap kebebasan mengeluarkan pendapat dan kritik yang dijamin dalam negara dan UU. Jadi, terlihat penguasa tampaknya belum siap untuk menerima kritik dan masukan.

Bagi mereka kritik seolah aib yang memalukan. Para penguasa dinilai belum siap menerima berbagai masukan dan kritikan. Mereka masih merasa seperti raja yang mana rakyat hanya boleh mengaminkan titah sang raja. Ya, jelas saja ini sangat berbahaya bagi kebaikan bangsa dan negara. Kritik itu adalah bagian nasehat dan saling mengingatkan. Sebab tak akan ada asap kalau tidak api. Tak akan ada kritikan jika saja rakyat telah diurus dengan penuh tanggungjawab, sejahtera, adil dan makmur.

Maka, sudah seharusnya para petinggi negeri bersikap lebih arif dan bijaksana. Menerima setiap masukan dan kritikan dari rakyat. Jika ada salah dalam kebijakan ya diperbaiki, jika ada yang tak tepat dalam pengurusan rakyat ya mestinya evaluasi dan lebih memaksimalkan peran dalam menjaga amanah melindungi dan memenuhi setiap kesulitan rakyat. Jadilah pemimpin yang dicintai rakyat dan mencintai rakyat. Takut hanya pada Allah Swt semata, sebab kepemimpinan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

Sudah seharusnya para pemimpin negeri ini mencontoh bagaimana kepemimpinan Islam. Lihatlah kepemimpinan Umar yang rela memanggul karung gandum agar rakyatnya tak kelaparan. Lihatlah bagaimana para pemimpin Islam mau mendengar dan menerina nasehat demi kebaikan negara dan rakyat. Itulah sebaik-baik pemimpin, rakyat yang utama dan menjadi prioritas untuk diurusi.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan di Pantai Barat Tidak Melaut

    Nelayan di Pantai Barat Tidak Melaut

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATAHAN (Mandailing Online) – Dalam dua minggu terakhir nelayan di wilayah Pantai Barat, Mandailing Natal (Madina) jarang melaut akibat cuaca yang tidak menentu serta ancaman badai. M. Zailani, nelayan di Kecamatan Batahan kepada wartawan, Senin (24/6/2013) mengatakan, kondisi cuaca tak menentu dan badai membuat para nelayan di wilayah ini tidak bisa melaut mencari ikan. Situasi […]

  • Durian Mentong Panyabungan Tembus Jakarta, Harganya 250.000/Buah

    Durian Mentong Panyabungan Tembus Jakarta, Harganya 250.000/Buah

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Budidaya durian Mentong ternyata memiliki prospek yang sangat menggiurkan, selain harganya yang sangat mahal juga mampu berbuah tiga kali dalam setahun. Durian Mentong asal Desa Sipapaga Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal saat ini pasarnya sudah merambah Jakarta. Harga jualnya di tingkat konsumen mampu mencapai sekitar 250.000 per buah. Beda dengan durian […]

  • 3 Anggota DPRD Sibolga Tolak Provinsi Tapanuli

    3 Anggota DPRD Sibolga Tolak Provinsi Tapanuli

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Sibolga menyampaikan aspirasi berupa penolakan terhadap rencana pembentukan Provinsi Tapanuli kepada Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho di Medan, Kamis, 12 Mei 2011. Tiga anggota DPRD Kota Sibolga itu adalah anggota Fraksi Gabungan Bersama Hendri Tamba, anggota Fraksi Partai Golkar Jamil Zeb Tumori, dan anggota […]

  • Ini Dia Kontrak Politik Yusuf-Imron dengan PKS

    Ini Dia Kontrak Politik Yusuf-Imron dengan PKS

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah resmi mendukung dan memperjuangkan pemenangan pasangan calon bupati/wakil bupati Madina Drs. HM. Yusuf Nasution,Msi-H. Imron Lubis,S.Pd.MM, Minggu malam (23/8) lalu. Dan kontrak politik antara PKS dengan pasangan Yusuf-Imron tentu menjadi salah satu landasan bagi PKS dan pasangan Yusuf-Imron dalam membangun Madina ke depan yang harus direalisaskan […]

  • Samakan Persepsi, Bupati Ikuti Rakor Pemberantasan Korupsi

    Samakan Persepsi, Bupati Ikuti Rakor Pemberantasan Korupsi

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam rangka menyamakan persepsi tindak pidana korupsi, Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution mengikuti rapat koordinasi pemberantasan korupsi yang diselenggarakan KPK di aula Tengku Rizal Nurdin, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan pada Rabu (23/2). Bupati mengikuti rapat tersebut secara virtual dari aula kantor Bupati Madina bersama Sekdakab Gozali […]

  • Penyidik Kejati Sumut Pegang Satu Nama Calon Tersangka Korupsi

    Penyidik Kejati Sumut Pegang Satu Nama Calon Tersangka Korupsi

    • calendar_month Selasa, 26 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, akhirnya memegang satu calon nama tersangka baru, dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi pada Dinas PU Deliserdang. Meski membenarkan, sayang pihak Kejatisu belum mau buka mulut perihal nama atau inisial calon tersangka tersebut. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu Marcos Simaremare, didampingi tim penyidik […]

expand_less