Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Angka Putus Kuliah Meningkat Saat Pandemi, Islam Punya Solusi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Sep 2021
  • print Cetak

Oleh: Indah Rizky Aulia
Mahasiswi

 

Meningkatnya kasus pandemi covid-19 ternyata bukan hanya berpengaruh pada sektor kesehatan, melainkan juga sektor perekonomian. Faktanya banyak masyarakat kehilangan lapangan pekerjaan pada masa pandemi ini. Hal ini mengakibatkan terjadinya krisis ekonomi yang menimbulkan berbagai permasalahan termasuk meningkatnya angka mahasiswa yang putus kuliah. Dampak ekonomi di tengah pandemi banyak dialami orang tua mahasiswa yang berada pada perekonomian menengah-bawah di mana mereka kehilangan pekerjaan dan sulitnya memperoleh penghidupan di masa pandemi.

Seperti yang dikutip dari (jawapos.com) Sri mengatakan sepanjang tahun lalu angka putus kuliah di Indonesia mencapai 602.208 orang. “Kita tahu kondisi saat ini bagaimana krisis pandemi covid-19 menyebabkan angka putus kuliah naik tajam,” katanya. Sri mendapatkan informasi soal angka putus kuliah tersebut dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikburistek. Informasi yang dia terima, rata-rata angka putus kuliah paling banyak ada di perguruan tinggi swasta (PTS).

Sri mengatakan pada tahun sebelumnya angka putus kuliah sekitar 18 persen. Kemudian di masa pandemi ini naik mencapai 50 persen. Kondisi ini tidak lepas dari bertambahnya penduduk miskin akibat dampak ekonomi, sosial, dan kesehatan dari pandemi Covid-19.

Melihat fakta di atas, angka putus kuliah paling banyak ada di perguruan tinggi swasta (PTS), hal ini pun berdampak pada kelangsungan perguruan tinggi tersebut. Bahwasannya semakin banyak angka putus kuliah maka kelangsungan perguruan tinggi khususnya yang berada di bawah akan terpengaruh, karena tidak ada pendanaan masuk untuk biaya oprasional dan biaya kelangsungan kampus tersebut. Hal ini dipengaruhi kondisi ekonomi dan sosial masyarakat yang menurun sehingga meningkatnya angka putus kuliah di saat pandemi.

Sejak saat awal pandemi, para mahasiswa telah menyuarakan atas permasalahan mengenai pembiayaan uang kuliah yang masih diberlakukan, namun, upaya yang dilakukan pemerintah ternyata belum dapat menuntaskan permasalahan yang ada. Justru Kebijakan-kebijakan pemerintah dalam hal ini menimbulkan berbagai kontradiktif di kalangan mahasiswa. Pasalnya kebijakan penanganan yang dilakukan tidak sampai pada pembebasan pembiayaan uang kuliah.

Terkendalanya biaya pendidikan di tengah pandemi membuat mahasiswa memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah. Inilah potret pendidikan dari sistem kapitalisme, tidak adanya jaminan dalam hal pendidikan. Padahal pendidikan menjadi suatu hak yang harus dipenuhi oleh negara, sebagai upaya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tapi nyataanya saat ini justru pendidikan dijadikan salah satu bagian untuk memperoleh keuntungan dan menjerat mahasiswa atas biaya pendidikan yang semakin mahal. Pendidikan sangat berperan penting dalam suatu negara. Untuk itu negara harus bertangung jawab dalam memastikan keberlangsungan pendidikan. Serta mampu  menekan dan mencegah angka putus kuliah.

Melihat potret pendidikan pada sistem kapitalisme justru bukan menjaga generasi penerus bangsa melainkan berpotensi mengancam berkurangnya intelektual generasi penerus bangsa. Sudah seharusnya sadar akan lalainya sistem kapitalisme-sekular dalam menjaga potensi intelektual generasi bangsa yang justru telah menjadi ancaman bagi kelangsungan kehidupan di kemudian hari. Oleh karena itu, tidak dapat berharap solusi tuntas pada sistem kapitalisme.

Sebagai hamba Allah sudah seharusnya kembali pada fitrah sebagai manusia atas potensi yang telah Allah berikan dengan senantiasa patuh terhadap aturan-Nya. Salah satunya dengan bersegera kembali pada syariah Islam, karena Islam mampu memberikan solusi tuntas atas seluruh persoalan kehidupan, termasuk mengenai tanggungjawab dan penjagaan terhadap potensi intelektual. Terbukti Islam dengan keagungannya telah berjaya dalam kemajuan peradaban Islam selama 13 abad lamanya. Serta mampu melahirkan generasi intelektual yang handal dari berbagai bidang keilmuan. Islam juga menjamin terpenuhinya semua kebutuhan tiap-tiap individu rakyat, baik pada sektor kesehatan, pendidikan bahkan keamanan semua bisa diperoleh.

Semua ini dapat ditempuh dengan pemanfaatan kekayaan SDA yang hanya dikelola oleh negara tidak diprivatisasi oleh kelompok elit penguasa. Hasil dari kekayaan yang ada dalam negara nantinya digunakan untuk memberikan kemaslahatan kepada umat dengan memberikan jaminan kesehatan, pendidikan, serta keamanan. Selanjutnya, Islam memandang bahwasannya pemimpin memiliki tanggungjawab dalam mengurusi rakyat. Seperti dalam hadits Nabi Muhammad SAW bersabda “imam (khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggungjawab atas pengurusan rakyatnya”. (HR. Bukhari).

Dalam Islam, pemimpin harus menjalankan tugasnya dengan bersungguh-sungguh serta bertanggungjawab dalam mengurusi urusan rakyatnya. Dengan kesadaran yang penuh atas perannya karena semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.

Untuk itu kesadaran pemimpin akan ketakutan kepada Allah hanya ada dalam penerapan Islam secara kaffah. Sehingga tidak ada lagi pengabaian terhadap urusan dan hak rakyatnya. Wallahu’alam bi shawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah Harga Karet Murah, Padi Pula Gagal Panen

    Sudah Harga Karet Murah, Padi Pula Gagal Panen

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sudah menjerit akibat harga komoditas karet alam yang murah, kini diperparah bakalan gagal panen padi akibat sawah direndam banjir. Itu nasib yang menimpa penduduk Desa Hutapuli dan Hutaraja Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Mayoritas hamparan sawah di dua desa itu digasak banjir dalam sepekan terakhir menyebabkan tanaman padi yang telah menguning alias […]

  • Harga Cabai Merah di Tanjungbalai dan Panyabungan Naik

    Harga Cabai Merah di Tanjungbalai dan Panyabungan Naik

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Harga cabai merah dalam beberapa hari terakhir ini yang diperdagangkan di Kota Tanjungbalai dan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami kenaikan. Di Tanjungbalai misalnya, harga cabai merah lokal kini seharga Rp12.000 per kg dari sebelumnya Rp10.000 per kg, sementara cabai merah keriting diperdagangkan seharga Rp18.000 per kg dari sebelumnya Rp14.000 per kg. Sedangkan di Kota […]

  • Sejak H-4 Lebaran, Kenderaan Tinggalkan Medan Capai 11.000 Unit

    Sejak H-4 Lebaran, Kenderaan Tinggalkan Medan Capai 11.000 Unit

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Hingga H-4 lebaran, jumlah kenderaan yang meninggalkan Medan via Tebing Tinggi mencapai kisaran 11.000 unit. Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNTRD) melalui anak usaha Jasa Marga PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT) mencatat peningkatan volume lalu lintas yang cukup signifikan pada exit Gerbang Tol (GT) Tebing Tinggi. Tercatat lebih dari 11.000 kendaraan […]

  • Film Si Bisuk Naoto Beredar di Sumut, Sumbar dan Riau

    Film Si Bisuk Naoto Beredar di Sumut, Sumbar dan Riau

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIDEMPUAN (Mandailing Online) – Film berbahasa Mandailing “Si Bisuk Naoto” besutan sutradara Askolani Nasution sudah beredar di di berbagai kawasan di Sumtera Utara, Riau dan Sumatera Barat dalam bentuk DVD. Film yang diproduksi Tympanum Novem Multimedia kerjasama dengan Nila Sari Pro ini telah merambah kawasan Sidempuan, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Palas, Paluta, Rantau Prapat, […]

  • Pj Kades Rumbio Nekat Kangkangi Surat Edaran Bupati Madina

    Pj Kades Rumbio Nekat Kangkangi Surat Edaran Bupati Madina

    • calendar_month Sabtu, 1 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) Pj Kepala Desa Rumbio, Kecamata Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal( Madina ) nekat kangkangi surat edaran Bupati tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Kepala Desa Rumbio Borkat Parlagutan Lubis telah mengganti Perangkat Desa nya secara sepihak tanpa kordinasi dengan pihak Kecamatan sesuai dengan surat edaran Bupati Madina. Dalam surat edaran tersebut secara […]

  • DPRD: Usut penggelapan beasiswa

    DPRD: Usut penggelapan beasiswa

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Mencuatnya dugaan penggelapan yang dilakukan sejumlah oknum kepala sekolah (Kasek) di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Medan Johor, DPRD Medan melalui Komisi B segera menjadwalkan pemanggilan terhadap Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan dan membentuk panitia kerja (panja). Anggota Komisi B DPRD Medan, T Bahrumsyah, mengatakan pihaknya sudah menerima informasi itu, dalam waktu […]

expand_less