Senin, 16 Mar 2026
light_mode

Ironi Negeri Hukum, Aparat Penegak Hukum Langgar Hukum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd
Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyakarat

 

Awal Desember kembali masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus yang sangat miris dan mengiris hati dengan viralnya kasus oknum polisi yang menghamili dan memaksa pacarnya aborsi hingga berujung pada bunuh diri dari sang korban. Atas kejadian ini, luapan emosi dan keprihatinan netizen ramai diungkapkan di medsos, hingga tagar #SAVENOVIAWIDYASARI dan #percumalaporpolisi menjadi trending topic di Twitter pada Senin (6/12) usai netizen riuh merespons kasus bunuh diri salah satu mahasiswi perguruan tinggi negeri di Jawa Timur, Novia Widyasari.

Kasus bunuh diri Novia tersebut melibatkan anggota Polres Pasuruan, Bripda Randy Bagus Hari Sasongko yang merupakan kekasih korban. Berdasarkan keterangan kepolisian, Novia ditemukan tewas di dekat makam ayahnya, Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (2/12). Atas desakan publik, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memastikan jajarannya akan mengusut kasus kematian mahasiswi Novia Widyasari Rahayu. Hal tersebut dikatakan Sigit melalui cicitan di akun resmi Twitter-nya @ListyoSigitP menanggapi laporan dari akun @Ayang_Utriza. “Terima kasih informasinya, saat ini permasalahan sedang dalam penanganan Polda Jawa Timur,” ujar Sigit pada Sabtu (4/12). Kabar terakhir diberitakan bahwa Bripda Randy Bagus Hari Sasongko diketahui telah dipecat secara tidak hormat dan ditahan karena keterlibatannya dalam kasus kematian sang kekasih Novia Widyasari yang tewas bunuh diri.

Kasus ini juga mendapat sorotan dari pengamat kepolisian dari Institut for Security an Strategic Studies (ISeSS) Bambang Rukminto yang menanggapi terkait kasus kematian Novia Widyasari yang bunuh diri karena diperkosa dan dipaksa aborsi oleh mantan pacarnya yang merupakan anggota polisi di Polres Pasuruan. Menurut dia, yang bisa membuat efek jera bagi anggota yang melanggar aturan adalah pemberhentian dengan tidak hormat. “Lembaga kepolisian tidak usah segan-segan untuk membuang anggota yang tidak memiliki moral seperti itu,” katanya saat dihubungi Republika, Ahad (5/12).

Ya, kasus kekerasan kepada perempuan, baik fisik maupun psikis oleh anggota polisi seperti itu tidak bisa dibiarkan. Kalau anggota polisi sudah tidak mempunyai tanggungjawab melindungi dan mengayomi kepada sosok perempuan artinya tidak bisa lagi diharapkan untuk melindungi masyarakat yang lebih luas. Maka tak cukup hanya memecat secara tidak hormat kepada aparat hukum yang melanggar hukum, namun harus lebih dari itu, ada sanksi hukum yang berat dan dapat membuat jera bagi siapa saja yang melakukan kejahatan seperti itu agar kasus seperti ini tak lagi terulang. Terlebih ini yang melakukan adalah oknum kepolisian yang tahu hukum, namun sangat disayangkan berperilaku amoral, jauh dari tuntunan agama dan merusak nama institusi kepolisian sendiri.

Maka dari sekian banyak kasus kekerasan seksual yang bukan kali ini saja terjadi di negeri ini dan seakan seperti gunung es tidak lain dan tidak bukan adalah akibat gaya hidup bebas buah diterapkannya sistem kapitalisme. Sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan yang menjadi asas dari sistem ini yang melahirkan generasi-generasi yang jauh dari aturan agama. Bahkan aktivitas pacaran adalah suatu hal yang dianggap biasa di dalam sistem ini, padahal sudah jelas bahwa Islam melarang segala aktivitas yang dapat menjerumuskan kepada kemaksiatan.

Maka sudah saatnya negeri ini mengevaluasi dan muhasabah untuk negeri. Segala bentuk kemaksiatan dan permasalahan bangsa mesti segera dicari solusi hingga akarnya. Agar kasus seperti ini tak terus terjadi dan merusak umat ini. Tentu dengan kembali pada aturan Islam. Menjadikan ketakwaan bagi seluruh rakyat adalah modal utama perbaikan seluruh aparatur negara dan bangsa ini. Lebih dari itu mesti kembali pada aturan sistem hukum Islam yang berasal dari Allah SWT untuk mengatur negeri ini. Sebab jalan ini adalah jalan mulia dan kebaikan meraih keberkahan untuk negeri ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapalnya Dihantam Ombak di Tamang, 14 ABK Nelayan Sibolga Selamat

    Kapalnya Dihantam Ombak di Tamang, 14 ABK Nelayan Sibolga Selamat

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BATAHAN( Mandailing Online ): Kapal nelayan asal Tapanuli Tengah ( Sibolga ) dihantam ombak di perairan pulau tamang, Batahan, Mandailing Natal.Sebanyak 14 penumpang kapal berhasil selamat dan sudah di evakuasi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Mandailing Natal Muksin Nasution menjelaskan, kejadian sekitar 6.00 wib pagi tadi Senin 14/8/2023. Kapal nelayan itu dihantam […]

  • Harga Karet Turun dari Pekan Lalu

    Harga Karet Turun dari Pekan Lalu

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet di Panyabungan, Mandailing Natal turun dibanding pekan lalu. Pantauan wartawan di pertimbangan Iparbondar, Panyabungan, Kamis (10/10/2019) harga terrendah di kisaran 7.300 rupiah per kg, sedangkan tertinggi di kisaran 7.500 rupiah per kg. Harga itu mengalami penurunan sekitar 500 rupiah dibanding Kamis pekan lalu dimana harga terrendah masih […]

  • Ibu, Ummu wa Rabbatul Bait!

    Ibu, Ummu wa Rabbatul Bait!

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Sri Handayani, ST Guru, tinggal di Padangsidimpuan, Sumatera Utara Kesadaran akan pentingnya tugas-tugas ibu yang tak tergantikan oleh siapapun. Perempuan, keluarga dan generasi adalah mata rantai tegaknya sebuah peradaban yang gemilang. Jika kita melihat kondisi saat ini, perempuan muslim saat ini berada di pusat perang budaya barat. Mereka dipandang  “pengemban budaya”, “pengelola dari […]

  • DCS Dapil 5 NASDEM Madina

    DCS Dapil 5 NASDEM Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari NASDEM Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • Ribuan Warga Madina Dapat Sertifikat Tanah

    Ribuan Warga Madina Dapat Sertifikat Tanah

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 1.000 lembar sertifikat tanah diterbitkan untuk masyarakat di sejumlah desa di Mandailing Natal (Madina). Masyarakat yang memperoleh sertifikat tanah itu antara lain Desa Banjar Aur Utara, Rantobi, Muara Parlampungan, Batu Sondat, Simpang Koje. Penyerahan secara simbolik dilakukan Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution […]

  • Pemilih Pilkada Masih Bermental Politik Transaksional

    Pemilih Pilkada Masih Bermental Politik Transaksional

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailiing Online) –Prilaku mayoritas pemilih di Pilkada masih cenderung bermental politik transaksional finansial dalam menetapkan pilihan pada hari pencoblosan 9 Desember. Itu disampaikan Anggota DPRD Sumatera Utara, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH dalam status di akun pribadinya Fahrizal Efendi Nasution yang diposting hari ini, Jum’at (6/11/2020). Gambaran menunggu saweran politik uang itu bukan saja di […]

expand_less