Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Hutarimbaru Tenggelam, Warga Mengungsi ke Perbukitan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
  • print Cetak

Kondisi rumah penduduk di Desa Hutarimbaru, Muara Batang Gadis, Mandailing Natal yang diunggah akun Canra Pulungan di laman facebook, Sabtu (18/12/2021).

MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Pemukiman Desa Hutarimbaru, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandaing Natal, tenggela oleh banjir, Sabtu (18/12/2021).

Banyak rumah penduduk yang hanya terlihat atapnya saja pada siang tadi.

Banjir terjadi akibat luapan Sungai Batang Gadis dan Sungai Parlampungan menyusul curah hujan yang intens sepekan terakhir.

Ketinggian air di pemukiman mencapai sekira 4 meter.

Penduduk dikabarkan mengungsi ke perbukitan yang tak terjangkau air. Ada juga yang bertahan di atas perahu.

Belum diketahui perkembangan terakhir malam ini.

Desa Hutarimbaru merupakan salah satu desa di kawasan Siulangaling, suatu kawasan terpencil.

Belum ada jalur jalan raya menuju desa ini dari ibukota kecamatan. Sungai Batang Gadis menjadi jalur transportasi menuju desa itu.

Dibutuhkan sekira 4 jam naik perahu (robin) menuju kawasan ini dari ibukota kecamatan, Singkuang.

Beberapa foto pemukiman Hutarimbaru diposting sejumlah pemilik akun sore tadi di facebook, salah satunya akun Canra Pulungan.

“Semoga semua keluarga yang berada di sulangaling selamat dan juga tabah menghadapinya. Desa Hutaimbaru, Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumatra Utara, Desa terisolir dan jauh dari kabupaten. mengalami banjir bandang.  Pantai Barat Mandailing Natal Berduka,” tulis Canra Pulungan menyertai foto-foto yang diunggahnya.

Penduduk Desa Hutarimbaru, Muara Batang Gadis, Mandailing Natal melihat dari perahu ke arah rumah yang tenggelam. Foto ini diunggah akun Canra Pulungan di laman facebook, Sabtu (18/12/2021).

Sementara itu, Camat Muara Batang Gadis Edy Iksan Sabtu malam (18/12/2021) dalam keterangan pers dikutip Madina Pos mengungkap terdapat 4 desa yang mengalami kebanjiran di wilayah Siulangaling, yakni Desa Ranto Panjang, Hutaimbaru, Lubuk Kapundung I dan Desa Lubuk Kapundung II.

Ketinggian air yang masuk ke pemukiman warga bervariasi, mulai 2 meter sampai 4 meter. Desa terparah di alami Desa Hutaimbaru.

Selain hujan yang mengguyur wilayah ini, meluapnya sungai Parlampungan yang melintasi desa ini menjadi penyebab kebanjiran, kata Edy Iksan.

Sejauh ini, belum diketahui ada atau tidak korban jiwa.

Edy menyatakan, warga telah mengungsi ke lokasi tertinggi, sebagian ada yang bertahan di atas perahu.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal, Subuki Nasution, dalam satu konfirmasi dikutip Madina Pos membenarkan banjir di kawasan Siulangaling.

Tim reaksi cepat milik BPBD sulit mencapai lokasi terhambat jalur transportasi.

“Kita belum bisa masuk lokasi, akses jalan masih terputus di beberapa titik karena longsor, ke Kecamatan Natal saja tim kita terpaksa berjibaku masuk” kata Subuki.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS Dapil 3 Hanura Madina

    DCS Dapil 3 Hanura Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 Hanura Madina.

  • Pj Bupati Madina Diminta Tak Berpihak

    Pj Bupati Madina Diminta Tak Berpihak

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengurus Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid (BKPRMI) Provinsi Sumatera Utara meminta Pejabat (Pj) Bupati Mandailing Natal (Madina), Ir H Aspan Sopian Batubara MM agar independen atau tidak memihak salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pemilukada ulang nantinya. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua BKPRMI Sumut, Sofhan Ahmadi Nasution saat dihubungi METRO melalui […]

  • Ramli Lubis Berharap Polda Sumut Selesaikan Kasusnya

    Ramli Lubis Berharap Polda Sumut Selesaikan Kasusnya

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Mantan Wali Kota Medan, Ramli Lubismasih sempat menunggu hak yang dijanjikan pihak Maslin dan Ivan Batubara, terkait profit pengelolaan perkebunan kelapa sawit miliknya, seluas 10.500 hektar di Madina. Namun, karena tak kunjung tiba, Ramli membuat laporan ke Mabes Polri. “Nah, pada saat itu, Maslin datangi saya langsung. Ia dengan memelas dan bilang : […]

  • Ketua HNSI Sumut : UU Bukan Penghalang Untuk Pembinaan Nelayan Oleh Pemkab

    Ketua HNSI Sumut : UU Bukan Penghalang Untuk Pembinaan Nelayan Oleh Pemkab

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Kewenangan pengelolaan laut yang diatur dalam Undang – Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 23 Tahun 2014 tidak menjadi penghalang bagi Pemerintah Kabupaten / Kota untuk membina nelayan yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan nelayan. Sebagaimana disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Sumatera Utara Zulfachri Siagian, Senin (07/10/24) dalam […]

  • Tari Ular Waria, Bagaimana Islam Menyikapinya?

    Tari Ular Waria, Bagaimana Islam Menyikapinya?

    • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Radayu Irawan, S.Pt Anggota Majelis Taklim Islam Kaffah   Akhir Januari lalu, jagat maya dihebohkan dengan video tari ular yang digelar pada acara pesta ulang tahun seorang waria di salah satu kafe di Panyabungan, Sumatera Utara. Dalam video yang beredar, Kamis (27/1) orang-orang yang hadir di pesta itu turut berjoget dan bersorak gembira […]

  • Tambang Emas Ilegal di Huta Bargot Madina ‘Bom Waktu’

    Tambang Emas Ilegal di Huta Bargot Madina ‘Bom Waktu’

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diprediksi bakal menjadi “bom waktu”. Selain limbah tambang yang sangat berbahaya, kondisi areal tambang emas juga sudah semakin membahayakan. Pantuan beritasumut.com, Senin (28/02/2011), wajah para pekerja Galundung mulai pucat dan matanya kuning seperti kurang darah diduga akibat limbah air raksa (merkuri). Galundung […]

expand_less