Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Hawa Nafsu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Alfi Ummuarifah S.Pd
Pegiat Literasi Islam Kota Medan

 

Ketika kita hidup, kita tak luput dari pengaruh hawa nafsu. Hawa nafsu ini senantiasa melingkupi kita. Bahkan terkadang mempengaruhi pilihan-pilihan kita.

Tak jarang hawa nafsu ini menjerumuskan kita pada aktifitas maksiat. Hawa nafsu juga mengantarkan pada sifat rakus dan tamak untuk memiliki sesuatu tanpa batas.

Hawa nafsu pun terkadang menyebabkan kecewa dan marah atas kesulitan yang kita alami. Begitu buruk perannya pada manusia. Sampai-sampai Nabi Adam terpengaruh oleh bujukan syaithan yang terkutuk.

Ya, hawa nafsu memang harus  dikendalikan. Bukan dibunuh. Dia bagian dari potensi manusia yaitu naluri. Agar tak besar kepala mengatur kita sebagai manusia yang berakal, maka kita wajib mengendalikannya.

Hawa nafsu tidak mungkin bisa kita hapuskan. Hal yang paling mungkin adalah kita mengendalikannya. Sebagaimana kita mengendalikan pelana kuda. Saat kuda itu berlari.

Mari kita lihat surat cintaNya Allah untuk kita semua manusia. Ayat ini menampar kita. Masihkah kita tak merasakan apa-apa? 

Inilah QS.Al-Jatsiyah Ayat 23:

اَفَرَءَيۡتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰٮهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلۡمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمۡعِهٖ وَقَلۡبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةً  ؕ فَمَنۡ يَّهۡدِيۡهِ مِنۡۢ بَعۡدِ اللّٰهِ‌ ؕ اَفَلَا تَذَكَّرُوۡنَ

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Jawabannya tentu pernah ya sahabat? Bahkan mungkin kita sendiri. Ayat itulah menjadi ayat saat Allah bertanya pada nabi Muhammad Saw.

Saat manusia menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka manusia akan mengikuti dan menurutinya. Allah membiarkannya sesat dan larut dalam kesesatannya itu. Tentu dengan sepengetahuan-Nya.

Ilmu Allah Yang Mahaluas, dan Allah telah mengunci pendengaran sehingga mereka tidak dapat mendengar kebenaran dan mengunci hatinya.

Manusia itu akhirnya enggan meyakini kebenaran serta meletakkan tutup atas penglihatannya sehingga tidak dapat melihat bukti-bukti ke-Esaan Allah di muka bumi ini?

Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah berpaling dan membiarkannya sesat? Mengapa kamu, wahai kaum musyrik atau siapa pun juga, tidak meng-ambil pelajaran dari apa yang terjadi pada orang-orang yang sesat itu?

Muqatil mengatakan bahwa ayat ini turun berhubungan dengan peristiwa percakapan Abu Jahal dengan Al-Walid bin Al-Mugirah.

Pada suatu malam Abu Jahal tawaf di Baitullah bersama Walid. Kedua orang itu membicarakan keadaan Nabi Muhammad. Abu Jahal berkata, “Demi Allah, sebenarnya aku tahu bahwa Muhammad itu adalah orang yang benar”. Al-Walid berkata kepadanya, “Biarkan saja, apa pedulimu dan apa alasan pendapatmu itu?”

Abu Jahal menjawab, “Hai Abu Abdisy Syams, kita telah menamainya orang yang benar, jujur, dan terpercaya di masa mudanya, tetapi sesudah ia dewasa dan sempurna akalnya, kita menamakannya pendusta lagi pengkhianat. Demi Allah, sebenarnya aku tahu bahwa dia itu adalah benar.”

Al-Walid berkata, “Apakah gerangan yang menghalangimu untuk membenarkan dan mempercayai seruannya?” Abu Jahal menjawab, “Nanti gadis-gadis Quraisy akan menggunjingkan bahwa aku pengikut anak yatim Abu Thalib, padahal aku dari suku yang paling tinggi. Demi Al-Lata da Al-Uzza, saya tidak akan menjadi pengikutnya selama-lamanya.” Kemudian turunlah ayat ini.

Mereka telah lupa bahwa kehadiran mereka di dunia yang fana ini ada maksud dan tujuannya. Ada misi yang harus mereka bawa yaitu sebagai khalifah Allah di muka bumi. Sebagai khalifah Allah, dia harus merealisasikan hukum Allah supaya menjadi aturan kehidupan.

Sebenarnya hawa nafsu yang ada pada manusia itu merupakan anugerah yang tidak ternilai harganya yang diberikan Allah kepada manusia. Karena pada saat yang sama Allah memberikan akal dan agama kepada manusia agar dengan keduanya manusia dapat mengendalikan hawa nafsunya.

Jika seseorang mengendalikan hawa nafsunya sesuai dengan pertimbangan akal yang sehat dan tidak bertentangan dengan tuntunan agama, maka orang yang demikian itu telah berbuat sesuai dengan fitrahnya.

Ibnu ‘Abbas berkata, “Setiap kali Allah menyebut hawa nafsu dalam Al-Qur’an, setiap kali itu pula Ia mencelanya.”

Allah berfirman : “Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia menjulurkan lidahnya (juga)”.

Pada ayat lain disebutkan “Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah”. (shad/38: 26)

Dalam ayat ini, Allah memuji orang-orang yang dapat menguasai hawa nafsunya dan menjanjikan baginya tempat kembali yang penuh kenikmatan.

Allah berfirman selanjutnya :
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya). (QS.An-Nazi’at/79: 40-41).

Banyak hadis-hadis Nabi saw yang mencela orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya. Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘As bahwa Nabi saw berkata.

Tidak beriman seseorang dari antara kamu sehingga hawa nafsunya itu tunduk kepada apa yang saya bawa (petunjuk).(Riwayat al-Khathib al-Bagdadi)

Syaddad bin Aus meriwayatkan hadis, “Orang cerdik ialah orang yang menguasai hawa nafsunya dan berbuat untuk kepentingan masa sesudah mati. Tetapi orang yang zalim ialah orang yang memperturutkan hawa nafsunya dan mengharap-harap sesuatu yang mustahil dari Allah. (Riwayat at-Tirmidhi dan Ibnu Majah).

Orang yang selalu memperturutkan hawa nafusnya biasanya kehilangan kontrol dirinya. Itulah sebabnya ia terjerumus dalam kesesatan karena ia tidak mau memperhatikan petunjuk yang diberikan kepadanya, dan akibat perbuatan jahat yang telah dilakukannya karena memperturutkan hawa nafsu.

Pada akhir ayat ini, Allah mengingatkan mereka mengapa mereka tidak mengambil pelajaran dari alam semesta. Begitu juga  kejadian pada diri mereka sendiri.

Sebab hawa nafsu menyebabkan azab yang menimpa umat-umat terdahulu sebagai bukti bahwa Allah Mahakuasa lagi berhak disembah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turki Serukan Dunia Islam Lawan Israel

    Turki Serukan Dunia Islam Lawan Israel

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ISTANBUL (Mandailing Onilne) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak pemimpin Muslim di seluruh dunia untuk bersatu dan melawan Israel. Pernyataan ini ia katakan beberapa hari setelah sejumlah rakyat Palestina tewas ditembak penembak jitu Israel dalam pawai yang menandai 70 tahun penjajah Israel. Berbicara dalam pertemuan istimewa Kerja Sama Organisasi Islam (OKI), Erdogan mengatakan, Israel […]

  • Sekda Biang Kerok Konflik Internal Pemkab Madina

    Sekda Biang Kerok Konflik Internal Pemkab Madina

    • calendar_month Rabu, 16 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua gelombang unjuk rasa mendatangi kantor Bupati mandailing Natal (Madina), Rabu (16/1). Gelombang pertama sebanyak 12 elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Mandailing Natal berjumlah ratusan orang. Aliansi ini meminta bupati agar memberhentikan Daud Batubara sebagai Sekda, karena Daud Batubara dinilai sebagai biang kerok ketidakharmonisan bupati dan wakil bupati, […]

  • Menikmati Pecal Mandailing di Tangerang

    Menikmati Pecal Mandailing di Tangerang

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TANGERANG (Mandailing Online) – Bagi sebagian orang, bulan puasa menjadi bulan yang merindukan bagi kampung halaman. Bagaimana tidak, di setiap daerah pasti memiliki panganan atau kuliner khas yang dinikmati selama bulan Puasa. Tak terkecuali bagi para pendatang dari Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kini warga keturunan Mandailing Natal di Tangerang Selatan tak perlu lagi repot […]

  • Jabatan Kasek Tak Tersentuh, LSM Merah Putih: Orang Tua Siswa Tinggal Berdoa dan Menunggu

    Jabatan Kasek Tak Tersentuh, LSM Merah Putih: Orang Tua Siswa Tinggal Berdoa dan Menunggu

    • calendar_month Kamis, 24 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jabatan Kepala SDN 001 Sihepeng yang seakan tak tersentuh meski masyarakat, Komisi I, dan Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis telah bersuara membuat LSM Merah Putih turut angkat bicara. Ketua LSM Merah Putih Tabagsel Khairunnisah menilai saat ini yang bisa dilakukan masyarakat hanya tinggal berdoa dan menunggu saja. “Orang […]

  • Pangadaan Pakaian Olah Raga di Sekratariat DPRD Madina Belum Rampung

    Pangadaan Pakaian Olah Raga di Sekratariat DPRD Madina Belum Rampung

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah staf pada Kantor DPRD Kabupaten Mandailing Natal mengeluhkan pengadaan pakaian olah raga yang sebagian tidak mendapat alias belum rampung sehingga menyampaikan persoalan ini kepada Portibi DNP untuk diberitakan agar hal yang sama tidak terulang kembali. Informasi diterima Portibi DNP dari sejumlah staf mengatakan bahwa pengadaan pakaian olah raga dananya dicairkan pada triwulan kedua namun […]

  • Anak-anak Di Simangambat Tambangan Takut ke Sekolah, Pasca Penikaman 2 Bocah

    Anak-anak Di Simangambat Tambangan Takut ke Sekolah, Pasca Penikaman 2 Bocah

    • calendar_month Rabu, 18 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Dampak penikaman terhadap dua bocah Desa Simangambat Tambangan, kini banyak anak-anak usia sekolah dasar di masih takut pergi ke sekolah. “Senin lalu, sekolah  di desa ini sempat di liburkan. Untuk hari Selasa semalam dan hari ini anak sekolah sudah masuk, namun kehadirannya hanya mencapai 50 persen. Masing-masing orangtua terpaksa mengantar anaknya […]

expand_less