Selasa, 17 Mar 2026
light_mode

Narasi Deradikalisme Isu Basi Digoreng Kembali

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
  • print Cetak

Oleh: Nuraty S.Pd
Ibu rumah tangga, tinggal di Madina

 

Di tengah panasnya polemik soal pemindahan ibu kota negara (IKN), publik kembali disuguhi narasi soal radikalisme dan terorisme di dunia pesantren, kampus, masjid dan lain sebagainya.

Narasi perang melawan radikalisme, terorisme masih terus bergulir dari tahun ke tahun sepertinya tidak pernah selesai. Isu ini terus-menerus diopinikan di tengah umat.

Namun sampai saat ini publik belum juga mengetahui kejelasan apa dan siapa yang termasuk dalam kategori radikal. Sebab, penegak hukum dan pejabat negara ketika menyeru perang melawan kelompok radikal, mereka memberikan data dan bukti yang minim terkait narasi radikalisme itu sendiri.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar dilansir dari Tempo.co (25 Januari 2022), beliau mengatakan masih menemukan adanya pondok pesantren yang diduga terafiliasi dengan jaringan teroris. Jumlahnya mencapai ratusan pondok pesantren di berbagai wilayah.

“Ada 11 pondok pesantren yang menjadi afiliasi Jamaah Anshorut Khalifah, 68 pondok pesantren afiliasi Jamaah Islamiyah dan 119 pondok pesantren afiliasi Anshorut Daulah atau simpatisan ISIS,” katanya dalam pemaparan di Komisi III DPR.

Berita yang sama terkait terorisme dilansir CNN Indonesia (26 Januari 2022), Direktur Keamanan Negara Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri Brigjen Umar Effendi mengaku bakal melakukan pemetaan terhadap masjid-masjid untuk mencegah penyebaran paham terorisme.

Hal itu ia sampaikan dalam agenda Halaqah Kebangsaan Optimalisasi Islam Wasathiyah dalam Mencegah Ekstremisme dan Terorisme yang digelar MUI disiarkan di kanal YouTube MUI.

Aroma islamofobia terkait nerasi yg dipaparkan di atas, bagaimana tidak akhirnya umat islam jadi takut dengan agamanya sendiri, bahkan menjadi takut menunjukkan jati dirinya sebagai muslim. Hal ini akan makin memuluskan agenda moderasi beragama (MB) di tengah umat yang tengah masif diaruskan saat ini. Membuat umat jauh dari nilai-nilai dan aturan Islam. Kepribadian Islam secara pelan dan pasti akan tercerabut dari diri umat melalui moderasi beragama.

Narasi deradikalisme ini disematkan kepada mereka yang teguh pada ajaran Islam secara kaffah seolah-olah keberadaan mereka ini sangat membahayakan bagi pemerintahan. Sehingga keberadaannya harus dihilangkan dan alhasil masyarakat pun jadi takut memahami agamanya, pun takut mengamalkan ajaran islama secara kaffah dikarenakan akan dicap sebagai redikal, teroris dan lain sebagainya.

Istilah radikalisme begitu masif diopinikan oleh media dengan melekatkan pada mereka yang teguh dalam melaksanakan ajaran Islam. Mereka yang berpenampilan secara islami pun akhirnya turut dicurigai. Umat Islam yang menyerukan ajaran Islam kafah juga turut dicap sebagai muslim yang berpaham radikalisme.

Isu radikalisme terus digoreng, sementara minyak goreng yang menjadi kebutuhan rakyat kosong di pasaran setelah dipatok satu harga oleh negara.

Ketiadaan “Junnah”  Lahirkan Kriminalisasi Islam

Meski ini negeri berpenduduk mayoritas muslim, stigmatisasi dan kriminalisasi terhadap ajaran Islam dan kaum muslim terus terjadi. Sedangkan di negeri yang kaum muslimin menjadi minoritas, mereka menjadi sasaran genosida. Mereka terusir dari negerinya dan seolah setiap jengkal bumi Allah tidak boleh mereka tapaki. Negeri-negeri kaum muslim di wilayah lain pun tidak tersentuh untuk membantu. Sungguh miris.

Kondisi miris ini telah dikabarkan dalam hadis Rasulullah saw. (HR Abu Dawud 3745),

Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya, ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahn.” Seseorang bertanya, ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?” Nabi  bersabda, ”Cinta dunia dan takut akan kematian.”

Allah SWT berfirman:

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS at-Taubah [9]: 32).

WalLâhu a’lam bi ash-shawâb.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Diminta Buat Aturan Soal Tarif Penghulu

    Kemenag Diminta Buat Aturan Soal Tarif Penghulu

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR, Raihan Iskandar, mengatakan Kementerian Agama (Kemenag) hendaknya dapat mencermati perbedaan antara gratifikasi, hadiah, shadaqah dan pungli yang masing masing tidak bisa disatukan. Definisinya berbeda-beda. Hal itu diungkapkan menanggapi banyaknya penghulu yang sering memasang tarif nikah hingga ratusan ribu, Jumat, (13/12). Menurut Raihan  perlu dirumuskan dan dibuat peraturan yang sifatnya […]

  • Babiat Berkeliaran, Warga Pagur Takut Mangguris

    Babiat Berkeliaran, Warga Pagur Takut Mangguris

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Saat ini babiat (harimau) berkeliaran di kawasan Desa Pagur Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Warga ketakutan, resah. Banyak yang takit mangguris (menyadap) karet di kebun. Dalam dua pekan terakhir ini tercatat sudah tiga kali babiat tersebut muncul di areal perkebunan warga. “Dalam dua pekan ini tercatat sudah tiga […]

  • 1 Jamaah Haji Asal Mandailing HUT ke-68 di 17 Agustus

    1 Jamaah Haji Asal Mandailing HUT ke-68 di 17 Agustus

    • calendar_month Sabtu, 18 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ARAB SAUDI (Mandailing Online) – Satu jamaah haji asal Mandailing Natal berulang tahun tepat 17 Agustus 2018. Kanwil Kemenag Sumut melalui website resminya sumut.kemenag.go.id merilis berita yang mengutip pernyataan Masa Nofa Nasution tenaga medis Kloter 3/MES dari Tim Kesehatan Haji Indonesia, Jum’at (17/8/2018). Jamaah haji asal Mandailing Natal yang berulang tahun itu bernama Syamsiah berasal […]

  • Usai Hadiri Temu Karya, Ketua KT Madina Serahkan Bantuan untuk Pesantren di Longat

    Usai Hadiri Temu Karya, Ketua KT Madina Serahkan Bantuan untuk Pesantren di Longat

    • calendar_month Senin, 20 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Online) – Usai menghadiri Temu Karya ke-III Karang Taruna (KT) Panyabungan Barat di SMPN 1 Panyabungan Barat pada Sabtu (19/12), Ketua KT Mandailing Natal (Madina) Zul Kifli Nasution memberikan bantuan untuk Ponpes Darul Amin, Longat. Pesantren tersebut mengalami rusak parah akibat terjangan Aek Sarir yang meluap pada Sabtu (18/12) lalu. Penyerahan bantuan didampingi […]

  • Arsiparis Pemko Padangsidimpuan Kunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Madina

    Arsiparis Pemko Padangsidimpuan Kunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Madina

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Arsiparis dan Penyuluh Kearsipan Dinas Perpustakaan Pemko Padangsidimpuan mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mandailing Natal (Madina). Kedatangan rombongan dari pemerintah kota tetangga itu diterima oleh Kepala Bidang Pembinaan, Pengelolaan, dan Pengawasan Kearsipan Mukhtar Nasution, Rabu (28/9). Mewakili Kadis Perpustakaan Madina, Mukhtar Nasution menyebut, menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan arsiparis dan penyuluh […]

  • Satuan Narkoba Polres Madina Tangkap 3 Pembawa 20 Kg Ganja

    Satuan Narkoba Polres Madina Tangkap 3 Pembawa 20 Kg Ganja

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga orang membawa ganja kering 20 kg ditangkap Satuan Norkoba Polres Madina, Minggu (25/10). Ketiga tersangka yang di tangkap adalah AL (29) warga Ujung Padang, Kecamatan Padang Sidimpuan Selatan, MRS (20) warga Kecamatan Padang Sidimpuan Utara dan LCPohan (22) warga Kecamatan Padang Sidimpuan Selatan. Mereka tertangkap di simpang perumahan Cemara, Desa […]

expand_less