Minggu, 15 Mar 2026
light_mode

Pengakuan Ismed Harahap, Keluarga Honorer yang Mengaku Ditiduri Anggota DPRD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


Widuri Diimingi Lulus CPNS
MADINA;
Pihak keluarga Widuri (nama samaran) membantah jika mereka ada melakukan pemerasan terhadap Djakfar S Nasution, anggota DPRD Madina. Sebaliknya, keluarga korban mengungkapkan, Djakfar pernah menjanjikan kepada Widuri akan diluluskan CPNS asalkan tidak memberitahukan kejadian asusila tersebut kepada orang lain.
Hal itu dikatakan sepupu Widuri, Ismed Harahap (30), warga Sihepeng, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina kepada METRO, Rabu (9/2) siang melalui telepon selularnya.
“Dia (Widuri, red) pernah bercerita kepada keluarganya jika Djakfar pernah menjanjikannya untuk diluluskan sebagai CPNS. Memang Djakfar lah yang memasukkan korban sebagai tenaga honor di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina sebulan sebelum kejadian tersebut,” kata Ismed.
Diutarakannya, usai perbuatan asusila tersebut, Widuri juga mengaku kepada keluarganya bahwa dirinya diberikan uang oleh Djakfar sebesar Rp2,5 juta agar pergi ke Jakarta untuk menutupi kejadian itu.
Ditambahkan Ismed, pihak keluarga Djakfar juga pernah mendatangi keluarga korban untuk meminta damai. Namun, ketika itu pihak keluarga Widuri tidak menerima perdamaian itu. Keluarga Widuri hanya meminta pertanggungjawaban Djakfar.
“Jadi dari segi mana dia bilang kami memeras? Bahkan keluarganya pernah mendatangi keluarga kami untuk berdamai, tapi keluarga sepakat untuk tidak menerima itu. Dan saat ini akibat rasa malu yang ditanggung oleh korban, sejak kejadian itu, dia (Widuri, red) memilih untuk tidak bekerja lagi dan dia (Widuri) berada di Medan,” sebutnya lagi.
Masih dikatakan Ismed, beberapa waktu setelah kejadian, Djakfar sempat mengaku kepada Ismed bahwa dirinya bersama Widuri di dalam kamar sebuah hotel. Namun, Djakfar mengaku hanya mandi saja.
”Ada pesan singkat Djakfar (SMS, red), dia katakan kalau dia bersama korban di kamar hotel itu, tapi hanya sekedar mandi saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Madina, Sariful Sarling Lubis saat dihubungi METRO melalui telepon selulernya mengaku belum menerima laporan atau pengaduan terkait persoalan yang menimpa Djakfar.
Dikatakan Sariful, dirinya mengetahui kabar tersebut dari media dan isu-isu yang disampaikan oleh rekannya di DPRD Madina.
”Kita di BK belum menerima laporan atau pengaduan soal kasus ini, dan kita ketahui baru dari media dan isu saja. Dan kalau tak ada laporan masuk, kita tak bisa memproses saudara Djakfar. Dan dari fraksi sendiri akan kita musyawarahkan dulu,” kata Sarling yang merupakan satu fraksi dengan Djakfar yakni Fraksi Golkar Plus.
Djakfar saat hendak dikonfirmasi METRO terkait pernyataan salah seorang keluarga Widuri tersebut melalui telepon selulernya, Rabu (9/2) sekira pukul 14.00 WIB tidak berhasil. Saat dihubungi, ponsel Djakfar tidak diangkat, meskipun ada nada panggil. Ketika di SMS, Djakfar tak kunjung membalasnya.
Sebelumnya, Djakfar S Nasution, mengaku telah difitnah terkait adanya pengakuan Widuri (nama samaran), pegawai honor di Pemkab Madina yang mengaku telah ditidurinya. Selain itu, politisi dari PAN ini juga menyebutkan ada unsur pemerasan terkait hal tersebut.
“Kita akan menuntut balik atas pencemaran nama baik dan pemerasan. Sebab pengakuan dan laporan dia (Widuri, red) tidak benar dan itu hanya fitnah belaka,” kata Djakfar ketika dikonfirmasi METRO melalui ponselnya, Selasa (8/2) sekira pukul 14.00 WIB.
Ketika ditanya pemerasan seperti apa? Djakfar enggan menjawabnya. “Nantilah kita adakan konferensi pers. Karena kita akan melaporkan dulu,” ujarnya.
Dijelaskan Djakfar secara singkat, saat ini dirinya sedang mempersiapkan bahan-bahan yang dianggap perlu untuk dibuat laporan pengaduan atas tuduhan tersebut. Karena, sebut Djakfar, dirinya memiliki bahan atau sejenis surat pernyataan untuk membuat pengaduan.
Saat ditanya surat pernyataan apa dan siapa yang membuatnya, Djakfar lagi-lagi enggan menjawabnya. “Yang pasti kita punya surat pernyataan. Nantilah kalau kami sudah melapor baru kami informasikan lagi, dan akan saya buat konferensi pers,” tegasnya sambil menutup teleponnya dan tidak mau memberitahu di mana keberadaannya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 221 Pejabat Eselon II,III,IV Pemkab Madina Dilantik dan Dikukuhkan

    221 Pejabat Eselon II,III,IV Pemkab Madina Dilantik dan Dikukuhkan

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 221 pejabat eselon II, III dan IV di Pemkab Mandailing Natal dikukuhkan dan dilantik, Selasa (31/1/2016). Pengukuhan dan pelantikan dilakukan oleh Wakil Bupati Mandailing Natal, Jakfar Sukhairi di lapangan Panti Asuhan Siti Aisah, Panyabungan. Pejabat yang dikukuhkan adalah Marwan Bakti Siregar sebagai Inspektur Kabupaten dan Alamulhaq Daulay menjadi Kabag Hukum […]

  • Umat Islam di Kanada Utara Berpuasa 19 Jam

    Umat Islam di Kanada Utara Berpuasa 19 Jam

    • calendar_month Kamis, 17 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      EDMONTON (Mandailing Online) – Sebagian besar umat Muslim di dunia telah menjalankan ibadah puasa pada Kamis (17/5/2018). Meski berawal serentak di tanggal yang sama, lama berpuasa berbeda-beda bagi setiap wilayah. Indonesia cukup beruntung dengan waktu berpuasa selama 13 jam. Di wilayah lain, waktu berpuasa bisa mencapai 19 bahkan 20 jam, termasuk di Kanada bagian […]

  • Tambang Rakyat Sumber Potensial PAD Madina

    Tambang Rakyat Sumber Potensial PAD Madina

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pertambangan emas secara tradisional oleh masyarakat di Kecamatan Hutabargot dan Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bisa dijadikan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Itu dikatakan Ketua Dewan Riset Daerah Madina, Syahrir Nasution SE, MM, Rabu (23/7/2014). Dikatakannya, tambang rakyat harus ditangani secara komprehensif, artinya tambang rakyat harus dilegalkan melalui […]

  • Pemkab Madina Masih Verifikasi Dana TT untuk Relokasi Pasar Baru Panyabungan

    Pemkab Madina Masih Verifikasi Dana TT untuk Relokasi Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) sejauh ini masih memverifikasi poin-poin pembiayaan dari pos anggaran Dana Tak Terduga untuk pengerjaan relokasi Pasar Baru Panyabungan. Itu dikatakan Kepala Bagian Humas Pemkab Madina, Muktar Afandi Lubis menjawab Mandailing Online via telefon selular, Selasa (24/7/2018). Verifikasi itu perlu dilakukan agar pengunaan dana TT untuk […]

  • Longsor makan korban di Tapteng 500 meter

    Longsor makan korban di Tapteng 500 meter

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Longor yang terjadi di Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera utara mencapai lebih kurang 500 meter dan berada di delapan titik. “Kedalaman longsor mencapai 5 sampai 20 meter dan lebar 3 tiga meter,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapteng, Bonaparte Manurung saat dihubungi dari Medan, Minggu. Longsor […]

  • Kecewa Kondisi Jalan, Warga Bertanam dan Beternak Di Badan Jalan

    Kecewa Kondisi Jalan, Warga Bertanam dan Beternak Di Badan Jalan

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Gambar aksi warga Panyabungan Barat di badan jalan LONGAT (Mandailing Online) – Warga Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal (Madina) menanam pohon pisang, padi dan beternak bebek di badan jalan raya menuju kecamatan tersebut, Selasa (19/11/2013). Aksi itu mereka lakukan akibat rasa kecewa terhadap kondisi jalan yang hancur sepanjang sekira 6 kilo keter dari titik Desa […]

expand_less