Selasa, 3 Mar 2026
light_mode

RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 7)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
  • print Cetak

Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980)

Kampung kami itu diapit oleh dua buah gunung merapi aktif, sebelah utara oleh Gunung Sorik Marapi dan Gunung Kulabu di bagian Selatan, Gunung Kulabu itulah yang menjadi hulunya Sungai Batang Gadis yang indah itu.

Dalam seminggu kampung kami  ada satu hari yang disebut hari pasar yaitu hati Sabtu. Kami menyebutnya ari poken. Pada hari pekan itu para pedagang dari berbagai desa sekitar bahkan dari tempat yang sangat jauh, ikut mengais rejeki. Para saudagar datang dengan kenderaan sendiri,  sementara barang dagangan diangkut oleh kuda dan pedati.

Sehari menjelang hari pasar sudah mulai terasa. Satu dua pedati mulai berdatangan. Menjelang subuh makin meriah dengan bunyi tilnong tilnong suara kalung kerbau membangunkan warga yang berdiam sepanjang kiri kanan jalan menuju pasar.

Mereka memarkirkan pedati tidak jauh dari pasar. Aroma  kerbau dan sapi mulai terasa. Beberapa sais pedati duduk duduk berkelompok di kolong pedati, mereka menunggu nasi yang sedang ditanak. Sebentar lagi mereka akan makan bersama.  Sebuah keakraban dan persaudaraan telah mereka perlihatkan.

Selesai makan, kerbau mereka giring ke sungai untuk dimandikan dan sekaligus menyabit rumput.  Tak perlu menambah solar dan ganti oli kawan, cukup memenuhi keranjang rumput saja untuk bekal pulang atau melanjutkan perjalanan menuju pekan berikutnya.

Menjelang siang pasar makin ramai, pengunjung mulai menggumpal. Angkutan Sinar Kota, Rosliana,  Usaha Keluarga, Sanggarudang,  Lubuk Raya dan Adianbania tak pernah kosong membawa penumpang.

Hari pekan di bulan Ramadhan memang berbeda dengan bulan bulan biasa. Toko toko kain dan pakaian meraup untung besar.  Maklum untuk persipaan menjelang hari raya. Lebih menyemut lagi nanti pas hari pekan terakhir, sepertinya tak ada ruang untuk bergerak. Disini perlu kewaspadaan, para gerombolan maling pun ambil kesempatan. Sekali waktu ada ibu ibu menangis meraung menjerit jerit, kehilangan dompet. Katanya uangnya yang hilang hasil penjualan kopi yang ia kumpul kumpulkan selama setahun. Eehhh, padahal dompetnya terselip indah di ketiaknya.

Buat kami hari pekan itu adalah hari yang menyenangkan, hari dimana kami mendapatkan uang jajan. Sore nanti kami bisa beli kue bongko untuk bukaan. Hari-hari biasa kami tidak mendapatkannya. Sekedar  untuk ngemil. Cukup kami pergi ke hutan kecil di Bukit Siojo mencari ringkanang atau nangka hasil peraman. Itu pun kalau tidak diambil orang lain lebih dahulu. 

Untuk menghabiskan hari di hari pekan ini, cukup kami bersila di bawah pohon mahoni di depan Pasanggerahan mendengar ocehan tukang obat cacing.  Kami menjadi pendengar terbaik.

Menurutnya tanda tanda anak yang cacingan itu, bila di pagi hari sebelum bangun, kepala si anak ke bawah menempel di kasur,  knalpotnya menghadap ke atas, itu menjadi bukti bahwa si anak sedang cacingan. Jangan lama lamain lagi, segera minum obat. “Cukup makan satu tablet pagi, satu siang dan satu malam, besok pagi cacing akan keluar, kalau tidak keluar berarti bukan cacing, tapi tali timba”, ia menambahkan.

Kaki bisa semutan hanya sekedar ingin mendengar ia mendendangkan lagu “Bujing bujing Panyabungan”.  Bibirna merah rambutna kariting, ise namangida rohana pe mar.…Kalangan sesepuh pasti ingat lagu itu.

Huuuhhh, belum selesai ia berdendang, sudah lanjut lagi jualan obat. Usai jualan, lagupun tidak pernah tuntas.  Dasar tukang obat…

Ada secuil cerita tentang hari pekan di kampung kami di bulan puasa dengan munculnya pasar tandingan yang berlokasi di belakang rumah pemotongan hewan. Orang orang menyebutnya pasar bawah. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mandailing Online di Era Online

    Mandailing Online di Era Online

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Perubahan itu teramat cepat, sangat cepat seperti revolusi. Hingga lima tahun lalu, orang mengikuti berita itu dengan membaca media cetak atau koran atau majalah. Tetapi sejak 3 tahun lalu, jumlah pembaca media cetak menurun drastis, sebaliknya pembaca online meningkat tajam, bahkan teramat tajam. Mereka beralih ke online […]

  • Peran Pemuda dan Semangat Gotong Royong Membangun Mandailing Natal

    Peran Pemuda dan Semangat Gotong Royong Membangun Mandailing Natal

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh Maradotang Pulungan** Setiap Tanggal 28 Oktober setiap tahunnya seluruh pemuda yang ada di Nusantara ini akan memperingati hari Sumpah Pemuda, pada Tahun 2016 ini Pemuda Mandailing Natal akan memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke 88. Ada satu kata yang terkandung dalam “pemuda”, yaitu “muda”. Muda menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah belum sampai […]

  • Ibukota Baru Untuk Kepentingan Siapa?

    Ibukota Baru Untuk Kepentingan Siapa?

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Aisyah Pegiat Literasi Medan   Nasi goreng dimakan malam hari / Tambah lezat dicampur terasi Presenden buruk terjadi berulang kali / Bukti penguasa tak mencintai rakyatnya tulus dari hati Polemik pemindahan Ibukota masih terus berlanjut. Pasalnya banyak pakar dan kalangan yang menilai rencana ini terkesan buru-buru dan memaksakan kehendak. Padahal tidak urgen dan […]

  • Terkait Penemuan Ladang Ganja 2,5 Ha

    Terkait Penemuan Ladang Ganja 2,5 Ha

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Madina Daerah Asal Ganja MEDAN-; Temuan ladang ganja seluas 2,5 hektare di pegunungan Tor Sihite, Desa Hutabangun, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (5/12) lalu, membuktikan daerah tersebut masuk dalam wilayah asal narkoba jenis ganja. “Madina merupakan ‘kode merah’ (untuk ganja, red) setelah kita menemukan ladang ganja di daerah itu. Ada sekitar 10 […]

  • MK Kukuhkan Kemenangan Incumbent

    MK Kukuhkan Kemenangan Incumbent

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    JAKARTA, (Mandailing Online) – Pasangan Ali Sutan Harahap-Ahmad Zarnawi dipastikan akan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Padang Lawas, Sumatera Utara periode 2014-2019. Ali Sutan merupakan calon incumbent. Kepastian diketahui setelah Sidang Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan tiga pasangan calon Bupati yang menggugat Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Bupati Padang Lawas, di Jakarta, Rabu (9/10) […]

  • Lapas Panyabungan Jadi Langganan Sidak Dadakan

    Lapas Panyabungan Jadi Langganan Sidak Dadakan

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) nampaknya jadi langganan sidak dadakan pasca kaburnya narapidana dari Lapas tersebut. Tadi malam Kamis 3/8/2023 Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara (Sumut) melakukan inspeksi mendadak (Sidak). Pemeriksaan diawali dari pemeriksaan keseluruh kamar hunian dan para ( Warga Binaan Pemasyarakatan ) WBP. Dan […]

expand_less