Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Ketidakpastian Nasib Honorer

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
  • print Cetak

Honorer Menyampaikan Aspirasi/Google.

PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Ketidakpastian nasib sedang menyelimuti honorer Tenaga Suka Rela (TKS) di Mandailing Natal (Madina). Situasi ini bermula saat kepala OPD mengeluarkan surat edaran pada awal januari 2022 yang menyebutkan masa bakti tenaga honorer untuk tahun 2021 telah berakhir.

Sejak saat itu sampai hari ini, Rabu (20/4) baik gaji maupun SK penugasan untuk tahun 2022 belum juga dikeluarkan oleh pemerintah.

Situasi semakin tidak menentu karena ada beberapa TKS yang dipanggil kembali untuk bekerja meski tanpa SK. Ketiadaan SK ini mengakibatkan penggajian tidak menentu.

Situasi guru TKS jauh lebih rumit. Pasalnya, sesuai pernyataan beberapa sekolah bahwa Kepala Dinas Pendidikan Lis Mulyadi Nasution dalam rapat beberapa waktu lalu telah mengembalikan penggajian guru TKS ke masing-masing sekolah tanpa ketentuan besaran gaji.

Selain itu, kepala sekolah juga diberikan kewenangan memberhentikan TKS jika keuangan sekolah tak mampu menampung gaji.

Ketidakpastian besaran gaji ini membuat banyak kepala sekolah kebingungan. Bahkan dari penelusuran di lapangan ada kepala sekolah yang berencana untuk merumahkan TKS.

“Tidak ada (gaji) sama sekali. Awal-awalnya kami (TKS) malah mau dirumahkan kepala sekolah. Namun, kami minta tolong ke wakil kesiswaan untuk tetap masuk agar data kami di dapodik tetap aktif,” kata sumber Mandailing Online yang enggan namanya dituliskan.

Sumber tersebut menambahkan bahwa guru TKS tidak menerima gaji sepeser pun sejak Desember 2021. Padahal katanya untuk mendapat SK yang ditandatangani Bupati para honorer membayar sampai belasan juta.

“Waktu itu bervariasi, ada yang sampai 17 juta,” terangnya ketika dihubungi Selasa (19/4).

Tidak hanya itu, ia menjelaskan dalam pengurusan perpanjangan SK pada tahun-tahun sebelumnya pihak korwil biasanya meminta uang sampai 2 juta rupiah per TKS.

“Tahun lalu bervariasi, tergantung korwilnya. Ada yang sampai 2 juta per orang. Untuk Korwil Kota kita hanya diminta uang minum,” jelasnya.

Nasib lebih baik diterima oleh WL. Honorer di salah satu SMP ini mengaku masih menerima gaji 100 ribu rupiah.

“Ada (gaji), tapi kepala sekolah cuma sanggup gaji kami 100 ribu. Tapi, aku gak tahu apa 1 bulan yang 100 ribu itu apa 3 bulan,” ujarnya.

Honorer yang telah bertugas sejak tahun 2012 ini juga membenarkan adanya jual beli SK bertanda tangan Bupati.

“Kalau itu (bayar SK) dulu aku gak ada, tapi ada kawanku bayar 20 juta,” katanya.

Untuk itu ia pun berharap pemerintah peduli dengan kondisi dan keadaan yang mereka hadapi agar dalam bekerja bias lebih maksimal.

Sementara itu, terkait penyebab belum keluarnya SK penugasan TKS untuk tahun 2022, baik Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Kaban Kepegawaian Daerah maupun Kadisdik Lis Mulyadi Nasution ketika dikonfirmasi kompak tidak memberi jawaban.

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Kakao Melorot

    Harga Kakao Melorot

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak pemberlakuan regulasi baru bea keluar terhadap komidi kakao oleh pemerintah, petani di Madina (Mandailing Natal) ikut terpuruk. Soalnya, harga biji kako kering sejak selasa (16/4/2013) sudah berada di level 15.000 per kilo gram di tingkat pedagang pengumpul. Tiga minggu sebelumnya harga masih bertengger di kisaran 20.000 per kilo gram. Darwin […]

  • Bukti PT SMGP Tidak Peduli dengan Kehidupan Masyarakat

    Bukti PT SMGP Tidak Peduli dengan Kehidupan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kejadian berulang terlepasnya gas beracun milik PT SMGP sehingga menyebabkan warga di sekitar WKP jadi korban adalah bukti perusahaan panas bumi itu tidak peduli dengan kehidupan masyarakat. Hal itu disampaikan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari fraksi Partai Golkar Arsidin Batubara menanggapi adanya lebih dari 50 orang terpapar gas beracun yang […]

  • Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Lebih Pas di Mandailing Julu

    Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Lebih Pas di Mandailing Julu

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah tokoh Madina meminta agar pembangunan monumen Jenderal Abdul Haris Nasution berlokasi di Mandailing Julu, bukan di Panyabungan. Pilihan Mandailing Julu sebagai lokasi monument berpijak pada sejarah kelahiran sang jenderal, karena Ulu Pungkut Jae yang berada di kawasan Mandailing Julu merupakan kampung halaman Jenderal Abdul Haris Nasution. Hal itu disampikan para […]

  • Saham OTP Geotermal Jatuh Ke Tangan KS Orka

    Saham OTP Geotermal Jatuh Ke Tangan KS Orka

    • calendar_month Sabtu, 7 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perjalanan akuisisi saham PT SMGP akhirnya kandas di tangan KS Orka Renewables Pte Ltd. Perusahaan asal singapura ini berhasil menjadi yang terdepan diantara pesaing – pesaingnya seperti Medco dan Star Energy yang santer dikaitkan dengan takeover OTP belakangan ini. Seperti dilansir dari laman Tata Power dan Origin Energy yang dikutip Sorikmarapinews, KS Orka telah meng-akuisisi […]

  • Tol Kuala Namu belum akan beres tahun ini

    Tol Kuala Namu belum akan beres tahun ini

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah mulai membangun jalan tol Medan-Kuala Namu sejak September tahun lalu. Ditargetkan tol ini akan rampung akhir 2014. Namun, Direktur Jendral Bina Marga, Djoko Murjanto, ragu target itu akan tercapai. “Sepertinya tidak akan selesai tahun ini, kami masih terkendala permasalahan tanah,” kata Djoko, akhir pekan. Djoko mengungkapkan, pembangunan yang merupakan Viability Gap Fund […]

  • Satu Unit Rumah Ludes Terbakar Di Tambangan

    Satu Unit Rumah Ludes Terbakar Di Tambangan

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Satu unit rumah semi permanen milik Basri (58) ludes terbakar di desa Angin Barat Lama, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal Madina. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (12/2/2014) sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, sementara kerugiaan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Berdasar pengakuan sejumlah warga, penyebab kebakaran berasal […]

expand_less