Selasa, 10 Mar 2026
light_mode

Hilangnya Pelindung Keluarga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
  • print Cetak

Oleh: Susi Ummu Ameera
Ibu Peduli Generasi

 

Jadikanlah diam sebagai sarana atas pembicaraanmu, dan tentukan sikap dengan berpikir.” (Imam Syafi’i)

Biadab! Inilah kata-kata yang pantas disematkan terhadap orang yang tega menyiksa dan membunuh darah dagingnya sendiri. Seperti yang baru-baru ini viral di jagat maya. Aksi kejam dan biadab dilakukan seorang suami kepada istri dan anaknya di satu rumah di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Pelaku berinisial RN (31) tega menganiaya istrinya berinisial NI (31) dan membunuh anak perempuannya berinisial KPC (13) menggunakan parang (02/10).

Kekerasan suami terhadap istri atau ayah terhadap anak sering terjadi. Hal ini menunjukkan hilangnya fungsi qawwamah pada laki-laki. Sejatinya suami atau ayah adalah orang yang pertama menjadi benteng untuk mendapatkan kenyamanan dan pembelaan oleh anggota keluarganya. Bukan menjadi momok yang menakutkan.

Ada banyak hal yang menjadi penyebab, mulai dari tingginya beban hidup, gaya hidup buruk, dan lemahnya kemampuan mengendalikan diri.

Tingginya beban hidup terus meningkat sementara lapangan pekerjaan sulit didapatkan. Ditambah gaya hidup yang serba tinggi sedangkan kemampuan tidak memadai. Yang lebih parah adalah rendahnya taraf berfikir waras karena keimanan tidak dimiliki. Akhirnya mengambil jalan pintas yang salah hingga berakibat fatal.

Mesti ada perhatian serius dari semua pihak akan kasus-kasus seperti ini agar tidak terjadi lagi. Data yang tercatat hingga Oktober 2022 oleh Kemen PPPA ada 18.621 kasus KDRT di Indonesia, angka yang sangat fantastis dan sangat mencengangkan. Begitu hancurnya tatanan rumahtangga di negeri ini, anak-anak yang menjadi korban pun otomatis terus meningkat.

Sebenarnya ini bukan hanya persoalan individual, namun persoalan sistemik. Akibat sistem yang diterapkan berasal dari akal manusia maka solusi yang diberikan juga tidak akan mampu menyelesaikannya. Tidak dapat pula hanya solusi tambal sulam yang diterapkan, misal hanya berkutat memperbaiki akhlak dan perbaikan individu tidak cukup. Harus ada perbaikan dari semua lini kehidupan. Mulai dari tatanan individu, rumah tangga, masyarakat juga sistem kenegaraan.

Hanya sistem islam yang mampu memberikan solusi tuntas atas persoalan semacam ini secara mendasar dan  menyeluruh. Islam akan memberikan pengaturan dan pengarahan bagaimana semestinya hak dan kewajiban suami istri. Sistem Islam juga memberikan solusi atas permasalahan ekonomi yang dialami rakyatnya dengan menjamin seluruh kebutuhan dasar, sekunder hingga tersier dengan memastikan barang kebutuhan tersedia dengan cukup.

Tak lupa pula Islam menjamin kesehatan, pendidikan dan keamanan setiap warga negaranya, dengan cara pengelolaan sumber daya alam secara mandiri untuk kepentingan rakyat, bukan untuk para elit tertentu.

Penerapan hukum yang salah akan melahirkan berjuta masalah. Yaitu penerapan sistem sekuler yaitu pemisahan agama dari kehidupan akar masalahnya. Sudah saatnya kembali pada sistem Islam yang berasal dari pencipta alam semesta beserta isinya, dengan cara memahamkannya dari akar hingga daun keseluruh manusia.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Quota Gas LPG Untuk Madina Terlalu Minim

    Quota Gas LPG Untuk Madina Terlalu Minim

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasokan gas LPG untuk Mandailing Natal (Madina) selama ini masih kurang, penyebab terjadinya kelangkaan beberapa pekan lalu. Berdasar data Bagian Perekonomian Pemkab Madina, selama ini pihak Pertamina hanya memasok sebanyak 103.040 tabung ukuran 3kg per tahun melalui dua agen penyalur. Itu masih kurang jika dibandingkan jumlah penduduk dan jumlah konsumen di […]

  • Pemkab Akan Tertibkan Galundung

    Pemkab Akan Tertibkan Galundung

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina dalam waktu dekat akan melakukan penertiban tambang rakyat berupa tambang emas tanpa izin dan keberadaan mesin galundung (gelondongan mesin pemecah batu mengandung serbuk emas). Pemkab Madina juga berencana akan melokalisasi tambang rakyat. Demikian disampaikan Plt Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution usai mengikuti rapat paripurna tanggapan umum fraksi DPRD […]

  • Perolehan PAD Madina Masih 31 Persen

    Perolehan PAD Madina Masih 31 Persen

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Realisasi perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mandailing Natal hingga pertengahan September 2016 masih sekitar 31 persen. Itu terungkap dalam rapat antara Badan Anggaran DPRD Mandailing Natal (Madina) dengan Pemkab Madina di gedung dewan, Kamis (15/9) membahas serapan anggaran untuk semester pertama APBD 2016. Rendahnya perolehan PAD itu menimbulkan aura […]

  • 3 Pejabat Madina Kembali Diperiksa KPK

    3 Pejabat Madina Kembali Diperiksa KPK

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandaling Online) – KPK dikabarkan kembali memeriksa tiga pejabat pemkab Mandailing Natal. Pemeriksaan dilakukan di gedung Kejati Sumut, Kamis (13/6). ”Saat ini memang sejumlah pejabat sedang diperiksai oleh KPK di gedung Kejatisu,” ujar sumber terpercaya Mandailing Online via telefon seluler. Dikatakannya, ia melihat pejabat Madina saat memasuki Kejatisu, yakni Kepala BKD Madina, Syahdan Lubis […]

  • Bupati Jenguk Penderita Tumor di Sipolupolu

    Bupati Jenguk Penderita Tumor di Sipolupolu

    • calendar_month Rabu, 23 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution mengunjungi Suhibban (57 Tahun) penderita penyakit tumor di Lingkungan II, Kelurahan Sipolu-polu, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Rabu (23/11/2022). Penyakit yang terus menggerogoti tubuhnya mengakibatkan Suhibbah tidak dapat lagi beraktivitas untuk memenuhi kewajibannya sebagai tulang punggung keluarga. Semenjak 2 bulan belakangan, Suhibban hanya dapat […]

  • Ketika Candi Simangambat Ditelantarkan

    Ketika Candi Simangambat Ditelantarkan

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Pengantar redaksi : Pada 14 Desember 2018 yang lalu, Dr. Phil. Ichwan Azhari seorang sejarawan, pengajar dan ahli filologi Indonesia mengunjungi candi Siwa di Simangambat, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Dia ditemani budayawan Mandailing, Askolani Nasution. Dr. Phil. Ichwan Azhari menyaksikan puing-puing candi yang berserakan, lokasi candi yang terlantar bahkan ditelantarkan. Mungkin beliau terkejut bahkan […]

expand_less