Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Gedung SMP Diserahkan kepada pemerintah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Mar 2011
  • print Cetak


MADINA-
Gedung SMP Desa Muara Botung, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal selama ini dibangun oleh praktisi hukum senior nasional, DR Todung Mulya Lubis SH LLM diserahkan kepada pemerintah. Acara tersebut di daerah tersebut, Senin (7/3).
Pejabat (Pj) Bupati Madina, Ir H Aspan Sofian Batubara MM dalam sambutanya mengatakan, penghargaan yang tinggi kepada seorang putra daerah Madina yang telah menjadi tokoh nasional dan telah memberikan kontribusi kepada daerahnya. Salahsatunya DR Todung Mulya Lubis sebagai atensi terhadap kondisi pendidikan masyarakat.
”Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak DR Todung Mulya Lubis dengan memberikan perhatian kepada masyarakat terutama kondisi pendidikan di Madina, dan semoga bantuan ini menjadi motivasi dengan putra daerah lainnya,” sebut Aspan.
Dikatakannya, gedung SMP yang diinfaqkan Todung Mulya kepada Pemkab Madina ini karena proses penerimaan siswa baru Tahun Ajaran (TA) 2011-2012 telah dekat.
Sedangkan DR Todung Mulya Lubis SH LLM dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dibangunnya sekolah tersebut hanyalah untuk membantu masyarakat mempermudah proses pendidikan. Dikatakannya, bahwa pembangunan sekolah tersebut bagian kecil dari hutang terhadap bangsa dan kampung halamannya sendiri.
”Kita tak akan bisa membayar hutang terhadap bangsa ini, tetapi kita harus tetap berupaya untuk membayar hutang kita itu, melalui pembangunan sekolah ini. Semoga dengan pembangunan sekolah dan dikelola oleh Pemkab Madina bisa berguna demi pencerdasan kehidupan bangsa,” kata Todung Mulya yang diberi gelar Mangaraja Pinodungan Lubis.
Usai acara, panitia penyerahan gedung SMP tersebut melakukan lelang amal untuk perluasan lokasi sekolah yang akan dijadikan sebagai lapangan olah raga dan lainnya. Seluruh undangan yang hadir menyumbang sehingga terkumpulkan sebesar Rp 177 juta untuk pembayaran tanah 1.500 meter persegi.
Diakhir acara, DR Todung Mulya juga memberikan sejumlah buku karangan DR Todung Mulya Lubis untuk perluasan wawasan anak didik di Madina sekaligus bahan pendorong niat belajar yang baik bagi siswa. Tokoh perantau asal Madina yang berhasil seperti Ahli Kesehatan di Sumut, Prof DR Harun Rasyid Lubis, DR Sulthoni Lubis dan DR Rahim Lubis.
Dalam acara itu juga dihadiri oleh seluruh Muspida Plus dan muspika, tokoh-tokoh masyarakat Kabupaten Madina dari berbagai kecamatan serta lainnya. Dimana, sekolah tersebut sudah berdiri kokoh bersama mobuler didalamnya.
Setelah itu panandatanganan prasasti penyerahan gedung SMP berbiaya hampir Rp1 miliar, dengan 3 ruang belajar dan 1 ruang guru dan memiliki sarana pagar permanent. (wan//nik)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Madina Digarap KPK

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua orang anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Ali Mutiara Rangkuti dan Muhammad Zein, Selasa (28/5/2013). Keduanya diperiksa dalam kapasitas saksi untuk melengkapi berkas tersangka Bupati Madina, Hidayat Batubara. “Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HB,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi. Pada perkara ini, selain […]

  • Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Budayawan Tanggal 15 Desember 1847, Belanda menggalakkan kebijakan tanaman kopi di kawasan Mandailing Angkola. Asisten Residen A.P. Godon melibatkan pemerintahan raja-raja tradisional untuk memobilisasi budi daya kopi secara massal. Pemerintah kolonial memaksa setiap penduduk untuk menanam kopi dan hasilnya wajib dijual kepada Belanda dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Tetapi sampai […]

  • Spanduk “Usir TKA China” Muncul di Panyabungan

    Spanduk “Usir TKA China” Muncul di Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 13 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu spanduk terpampang di kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal bertulis “USIR TKA CHINA DARI BUMI GORDANG SAMBILAN”. Spanduk berukuran sekira 1,5 meter x 3 meter itu terpampang di pagar Taman Panyabungan menghadap jalan raya Jl. Willem Iskander tak jauh dari titik jembatan Aek Mata. Sejauh ini tak diketahui pihak mana […]

  • Warga Diimbau Waspada Banjir

    Warga Diimbau Waspada Banjir

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL; Warga Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), khususnya warga Angkola Selatan diminta mewaspadai banjir. Penyebabnya, curah hujan cukup tinggi sejak Sabtu (8/1) malam. “Kita semua harus waspada terhadap segala kemungkinan yang paling buruk, seperti banjir. Sebab, hujan yang turun tadi malam (kemarin, red) cukup mengkhawatirkan,” kata Camat Angkola Selatan, Hamdy S Pulungan SSos, kepada METRO, Minggu […]

  • Bersama Ketua IMI Indonesia, Cabup Madina Harun Mustafa Bahas Kejurnas dan Rally Championship di Jakarta

    Bersama Ketua IMI Indonesia, Cabup Madina Harun Mustafa Bahas Kejurnas dan Rally Championship di Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta ( Mandailing Online) : Disela sela sela kesibukannya sebagai calon bupati di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina), Harun Mustafa Nasution yang juga ketua IMI Sumut masih menyempatkan diri untuk menghadiri pertemuan organisasi Ikatan Mitor Indonesia ( IMI) yang dilaksanakan di rumah recardo gelael Jakarta Jum’at 25/10/2024. Pertemuan yang dihadiri ketua IMI Indonesia Bambang Soesatyo […]

  • Minoritas Anggota DPRD Madina Jangan Cacing Kepanasan

    Minoritas Anggota DPRD Madina Jangan Cacing Kepanasan

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Minoritas anggota DPRD Madina jangan jadi cacing kepanasan terkait keputusan kocok ulang alat kelengkapan dewan yang disetujui mayoritas anggota. Keputusan itu disetujui 26 dari total 40 anggota DPRD Madina. Sebab, sejumlah anggota dewan, melalui Binsar Nasution telah menyurati pimpinan dewan menekankan pergantian alat kelengkapan tidak sah. Sikap Minoritas ini dinilai ibarat cacing […]

expand_less