Jumat, 20 Mar 2026
light_mode

Sekeluarga Tinggal di ‘Kandang Kambing’

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
  • print Cetak


Panyabungan,
Satu keluarga terdiri atas lima warga Desa Sarak Matua, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, selama 15 tahun terakhir tinggal di rumah papan kecil dekat dengan kandang kambing milik warga.
Adalah Husni (50) alias Jaidup dan empat anaknya, Ega (20), Nurhalimah (13), Aliatas (10) dan si bungsu Daud (8), yang tinggal berdesak-desakan di rumah berukuran 2 x 1,5 meter, sekaligus bertetangga dengan kambing.
Keluarganya tidak memiliki biaya untuk menyewa apalagi membangun rumah. “Untuk makan saja kami sulit, anakku hanya pemulung barang-barang bekas.Aku juga tidak mempunyai pekerjaan,” kata Husni, kepada METRO, Minggu (10/4).
Dalam sehari Husin bersama 4 anaknya hanya makan dua kali sehari, bahkan tak jarang pula sesuap nasi pun tak singgah di perut mereka.
Husni mengaku sedih dengan nasib yang dialaminya. Sebab, harus membiasakan diri mencium bau taik kambing dan suara kambing mengembik. “Satu rumah papan ini aku tempati bersama dua anak laki-laki, sedangkan 1 unit dengan ukuran yang sama di sebelahnya ditempati dua anak gadisku,” tambah Husni.
Husni hidup di gubuk papan peninggalan orangtuanya tersebut selama 15 tahun terakhir. Istrinya sudah meninggal 8 tahun lalu, sejak itu juga Husni mengalami penyakit yang belum diketahui penyakit apa. Sementara, empat anaknya pernah bersekolah tetapi tak satu orang pun yang menamatkan SD.
“Ada yang hanya kelas 2 dan ada yang kelas 4 sudah berhenti. Sebab, gak ada uang untuk membiayainya. Memang biaya untuk SD tak bayar namun untuk beri jajan dan beli pakaian sekolah saya tak mampu,” sebut Husin.
Sambil menangis Husni menceritakan, sebelumnya ia bekerja sebagai tukang deres di kebun karet milik warga sekitar. Dengan penghasilan sebesar Rp100 ribu per minggu. Tetapi sejak setahun terakhir pemilik karet menyita kembali kebunnya mengingat harga karet yang mahal.
“Awalnya aku menderes di kebun milik warga sini, tetapi setelah harga karet tinggi dia tak memakai jasa penderes lagi. Untuk mencari usaha baru aku tak bisa karena penyakit saya yang terasa panas di seluruh badan,” ujarnya.
Dijelaskan Husni, akibat tak adanya uang dia tetap bertahan hidup dengan makan hanya sekali dalam sehari mengingat tak ada uang untuk beli beras. Sedangkan pekerjaannya saat ini hanya menanam ubi dan mengumpulkan kayu bakar.
“Aku tak tahu lagi bagaimana masa depan anak-anak. Soalnya aku tak bisa bekerja karena penyakit aneh ini,” keluhnya.
“Harapan kami pemerintah bisa menolong agar aku dapat pekerjaan untuk menghidupi anak-anak dan menyekolahkannya,” harapnya.
Warga setempat, Yanti, kepada METRO mengaku prihatin atas kehidupan yang dialami Husni. Sejauh ini warga hanya membantu dengan memberikan uang sekadar untuk beli makan dan itu terkadang. ”Kami bantu juga tetapi sekadarnya. Kami prihatin melihat Husni bersama anak-anaknya yang tak bersekolah,” sebutnya.
Sementara itu, H Maratua Nasution, salah satu anggota DPRD Madina dari Dapil Panyabungan saat dikonfirmasi METRO mengenai kondisi Husni, mengaku, seharusnya Husni memeroleh bantuan dari Pemkab Madina dalam bentuk bantuan berkelanjutan. Dalam hal ini Maratua menyebutkan Pemkab semestinya memberikan bantuan pekerjaan. Sebab, kalau hanya bantuan finansial tak akan bisa memperbaiki kehidupan Husni yang memperihatinkan.
“Kami akan survei ke lokasi dalam waktu dekat untuk mengetahui keberadaannya. Sebab, kalau masih ada warga miskin seperti itu harus dibantu. Dan bantuan yang tepat mengingat Husni tak memiliki pekerjaan adalah lowongan kerja kepadanya,” sebut praktisi politik dari PKS ini. (wan)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Tapsel

    Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Tapsel

    • calendar_month Senin, 31 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    TAPANULI SELATAN (Mandailing Online) – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror mengamankan satu orang terduga teroris di Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu (29/1) kemarin. Adapun terduga yang diamankan seorang lelaki berinisial RMP alias U (36) warga Aceh. Dalam penangkapan itu petugas juga mengamankan handphone dan uang tunai Rp387 ribu. Kabid […]

  • Banjir di Kecamatan Natal,  Warga Desa Setia Karya Mengungsi

    Banjir di Kecamatan Natal, Warga Desa Setia Karya Mengungsi

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Setia Karya yang mengungsi   NATAL (Mandailing Online) – Kampung diserang banjir, warga Desa Seria Karya dan Kampung Sawah Kecamatan Natal, Mandailing Natal mengungsi ketempat lebih tinggi.  Banjir terjadi Jum’at sore (12/10/2018) akibat luapan Sungai Batang Natal setelah beberap hari sebelumnya curah hujan deras mengguyur. Sejumlah warga menyatakan, air mulai naik ke pemukiman sejak Jum’at […]

  • Bolos, 15 Siswa & Dua PNS Dijaring

    Bolos, 15 Siswa & Dua PNS Dijaring

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-; Personel satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Pemkab Mandailing Natal (Madina) menjaring 15 siswa SMP dan SMA dari berbagai sekolah di Kecamatan Panyabungan, dalam operasi kasih sayang yang digelar Rabu (10/11). Selain itu, Satpol PP juga berhasil menjaring dua PNS yang berkeliaran saat jam kerja. Kepala Satpol PP Pemkab Madina Nurkholis SH saat ditemui […]

  • Proyek Pemkab Madina Dikhawatirkan  Tidak Selesai Tepat Waktu

    Proyek Pemkab Madina Dikhawatirkan Tidak Selesai Tepat Waktu

    • calendar_month Senin, 7 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Beberapa proyek Dinas Pekerjaan Umum Mandailng natal dikhawatirkan  tidak selesai pada tepat waktu. Utamanya proyek-proyek yang ditenderkan. Sebab, sampai pekan pertama Desember masih ada beberapa proyek yang belum dikerjakan. “Salah satunya pekerjaan Peningkatan Jalan Muara Sipongi-Huta Julu sepanjang sekitar 1.400 meter,” ujar  Ketua DPP Himpunan Pemuda Mandailing, M.Suhairy Lubis,S.Fil kepada wartawan, […]

  • AS Sadap Ratusan Juta Email Jerman

    AS Sadap Ratusan Juta Email Jerman

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BERLIN – Dinas rahasia Amerika serikat telah menyadap setengah miliar panggilan telepon, email atau sms di Jerman dalam sebulan. Ini membuat Jerman menjadi negara bidikan dinas rahasia AS yang tertinggi, lapor koran Jerman Der Spiegel seperti dikutip AFP. Laporan Der Spiegel yang mengutip dokumen-dokumen rahasia ini diperkirakan akan kian mempertegang hubungan Jerman dengan Amerika. Jerman […]

  • Cipta Karya Madina bungkam soal air bersih

    Cipta Karya Madina bungkam soal air bersih

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Kepala Dinas Cipta Karya Madina Fahrial memilih bungkam terkait rusaknya sarana air bersih di Masjid Agung Nur Alan Nur. Fahrial saat dijumpai di kantornya, Rabu (6/10) tidak berhasil. Menurut ajudannya sedang rapat. Sementara pesan singkat (sms) yang sudah dua kali dilayangkan tidak pernah dibalas. Dari data dihimpun di lapangan, sarana fisik pembangunan air […]

expand_less