Selasa, 10 Mar 2026
light_mode

Kasus Penganiayaan di Hutabaringin, Penyidik Polres Madina Periksa Sejumlah Saksi

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2024
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus penganiayaan yang menimpa Sahirbani Rangkuti (34) warga desa Hutabaringin Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Madina yang terjadi pekan lewat oleh oknum perangkat desa berinisial OR ( 37 ) terus bergulir. Jum’at 16/8 penyidik dari Polres Madina memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya termasuk Darman Rangkuti selaku Kepela Desa.

Ipda Bagus Seto Kasi Humas Polres Madina pada Mandailing Online mengatakan laporan tersebut telah diterima. Saat ini proses penyelidikan terkait hal itu sedang dilakukan termasuk meminta keterangan Kepala Desa Hutabaringin Julu, Puncak Sorik Marapi.

“Ya laporan sudah diterima, kami masih bekerja melakukan penyelidikan terkait hal itu. Sekarang jadwal saksi saksi untuk dimintai keterangan, termasuk Kepdes Hutabaringin Julu,” Ungkap Bagus. Jum’at 16/8.

Seiring proses berjalan untuk kebenaran peristiwa itu ujar Bagus pihaknya masih menunggu hasil visum dari RSUD Madina.

Sementara, Oknum Perangkat Desa OR terduga pelaku membantah bahwa Ia melakukan penganiayaan pada Sahirbani (Korban). Ia mengaku hanya melakukan pembelaan diri sebab baku hantam dengan korban.

“Tidak bang, itu berita bohong. Saya hanya membela diri karena korban saat itu emosi. Banyak saksinya bang, dan si korban ini juga yang datang ke pekarangan rumah saya,” Ucap OR terduga pelaku melalui sambungan Seluler.

Sementara Darman Rangkuti Kepdes Hutabaringin Julu mengaku pihaknya telah berupaya melakukan mediasi terhadap korban dan pelaku soal penganiayaan tersebut pada Selasa(13/08) lalu. Namun belum membuahkan hasil.

Diberitakan sebelum nya kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum perangkat desa Huta baringin Julu itu terjadi pada sabtu 10/8 .

Peristiwa berawal saat korban Sahirbani mendatangi rumah pelaku untuk mengklarifikasi soal akun palsu aplikasi WhatsApp yang menyamar sebagai adik kandungnya bernama Munawir Ahmad. Tak diketahui pasti siapa pengelola Akun WhatsApp tersebut yang telah mengejek pelaku dan mengajak untuk duel.

“Tentu Saya khawatir terhadap keselematan adik saya karena ada akun palsu yang menyamar sebagai adik saya, dan setelah kami lakukan komunikasi terkait apakah betul akun tersebut milik adik saya, ternyata adik saya tak tahu soal ada nomor Whatsapp atau akun itu, itulah saya datangi si pelaku untuk menjelaskan padanya bahwa adik saya tak tahu soal akun itu,” Ujar Sahir yang juga Pekerja di PT SMGP.

Disaat berdialog soal akun tersebut, kata Korban, pelaku tiba tiba gelap mata dan emosi sehingga memukul wajahnya dengan sebilah parang.

“Saat dialog soal adik saya dan akun itu, tiba tiba dia (pelaku) emosi dan langsung memukul wajah saya dengan parang,” jelas Sahir yang akrab sapaannya itu.

Kasus ini sendiri  di laporkan korban ke Polres Madina dengan Nomor : STTLP/B/212/VIII/2024/SPKT/POLRES MANDAILING NATAL/POLDA SUMATRA UTARA TANGGAL 10 AGUSTUS 2024 Pukul 21.09 Wib.( Fikri )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Bagikan Bea siswa

    Pemkab Madina Bagikan Bea siswa

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pemkab Mandailing Natal membagikan Beasiswa bagi mahasiswa Putra Daerah yang kuliah di Perguruan Tinggi Negeri yang ada, Rabu (5/2) di lapangan SMA Negeri I panyabungan. penyerahaan beasiswa ini langsung diserahkan oleh oleh Bupati Madina Drs. Dahlan Hasan Nasution.Pada kesempatan itu jumlah mahasiswa yang mendapat beasiswa dari Pemkab Madina pada tahun anggaran 2013 sebanyak 280 orang.(hol)

  • Ulama Undang Jokowi ke Madina

    Ulama Undang Jokowi ke Madina

    • calendar_month Selasa, 18 Des 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Sejumlah ulama dari Mandailing Natal bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/12/2018) pagi. Pertemuan itu dalam rangka menyampaikan undangan para ulama kepada Jokowi untuk menhadiri tabligh akbar pada pertengahan Janurai 2019 di Mandailing Natal (Madina). Rombongan ulama ini didampingi Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution serta Ketua […]

  • Itak Poul-Poul, Penganan Khas Mandailing Yang Mulai Hilang

    Itak Poul-Poul, Penganan Khas Mandailing Yang Mulai Hilang

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Itak poul-poul salah satu makanan khas Mandailing yang dulunya sangat terkenal dan diminati. Namun, belakangan ini mulai hilang. Saat ini untuk mencari jenis makanan yang satu ini sangat susah di daerah Mandailing Natal (Madina), padahal makanan ini merupakan ciri khas daerah yang perlu dilestarikan. Penelusuran yang dilakukan, belakangan ini makanan khas […]

  • Mengenal Bahasa Mandailing (4-selesai)

    Mengenal Bahasa Mandailing (4-selesai)

    • calendar_month Senin, 21 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam) Di bawah ini diberikan beberapa contoh kalimat yang dibentuk dari bahasa daun dengan menggunakan nama daun dan benda-benda lain beserta maknanya menurut daftar di atas. Hepeng sagodang, bulung ni pandan = taringot tu padanta i, godang situtu do rohangku= mengenai janji kita itu, aku berbesar hati. Bulung ni sipabolkas, […]

  • Dispensasi Nikah Marak, Solusi Praktiskah?

    Dispensasi Nikah Marak, Solusi Praktiskah?

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ross A.R Aktivis Dakwah Kota Medan Miris, banyak sekali terjadi di berbagai daerah pengajuan dispensasi nikah usia dini, dan itu terjadi di berbagai provinsi di negeri ini. Beberapa waktu lalu digemparkan di Ponorogo dimana anak SMP dan SMA mengajukan dispensasi nikah ke KUA setempat dengan alasan mereka telah hamil sebelum menikah. Lantas muncul kembali […]

  • Guru Harus Ciptakan Suasana Senang, Bukan Tegang

    Guru Harus Ciptakan Suasana Senang, Bukan Tegang

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa. Sebagai tempat terjadinya proses belajar mengajar, sekolah jangan menjadi lokasi yang membuat siswa tertekan. "Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara telah membuat konsep yang menjadikan sekolah sebagai taman. Taman ini adalah tempat yang menyenangkan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, Senin (18/5). Konsep […]

expand_less