Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Bela Palestina Tak Cukup Dengan Retorika

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
  • print Cetak

Oleh: Novida Sari, S.Kom
Ketua Majelis Taklim Islam Kaffah Madina

Pidato Presiden Prabowo dalam Forum KTT Developing Eight (D-8) dinilai bagus tapi terkesan menggurui dan abai atas apa yang dilakukan oleh negara-negara tersebut, demikian menurut Pengamat Timur Tengah, Smith Alhadar. Menurutnya, Prabowo tidak mendapatkan cukup informasi tentang perkembangan di Gaza. Meskipun Indonesia sendiri begitu vokal membela Palestina di kancah internasional, namun tidak berarti kontribusi dari negara lain itu kecil. Smith juga menyoroti kebijakan Prabowo tentang ketiadaan solidaritas, kerjasama dan keterpecahan suara di antara sesama negara muslim. Prabowo juga mengkritik devide et impera yang melemahkan solidaritas negara muslim; namun menurut Smith, secara substansi, Prabowo tidak salah, tapi artikulasinya tidak diplomatis dan salah tempat. Karena KTT D-8 seharusnya bukan menjadi ajang saling menyalahkan (mediaindonesia.com, 22 Desember 2024). Lantas bagaimana harusnya membela Palestina?

Retorika di Atas Keberlangsungan Genosida

Berdasarkan laporan Palestine Press Agency yang dikutip melalui kanal telegram Gazamedia, kondisi terkini Palestina (26/12) di hari ke 447, telah menelan korban yang kian meningkat, jumlah syahid 45.339 jiwa, 107.940 terluka sejak 7 Oktober 2023 lalu. Dan 75% korbannya adalah anak-anak dan wanita, jelas ini adalah genosida terstruktur dan tersistematis yang dilakukan oleh Zionis-Israel. Bahkan zionis telah melakukan tiga pembantaian terhadap keluarga di wilayah jalur Gaza saat tiba di rumah sakit, 38 orang syahid, 137 orang dilaporkan mengalami luka-luka selama 24 jam terakhir.

Namun kondisi faktual seperti ini, sering kali luput untuk dibicarakan di kancah internasional oleh para pemimpin negeri kaum muslim. Biasanya hanya berisi pembicaraan diplomatis atas solusi yang sebenarnya tidak menuntaskan akar masalah. Diplomasi yang berulang-ulang, yang ujung-ujungnya akan berakhir sia-sia, karena sesungguhnya itu hanyalah basa-basi politik semata. Bagaimana mungkin mereka mampu mengajukan solusi two nation state untuk satu wilayah yang sama, pada pihak yang sangat serius untuk melakukan genosida. Dan parahnya, ini adalah realita, bukan isapan jempol belaka. Sehingga perjuangan diplomasi oleh para pemimpin negeri kaum muslimin atas Palestina, tak tak ubah bagaikan talking doll.

Menggantungkan harapan atas solusi yang diberikan oleh PBB atas Palestina merupakan sesuatu yang mustahil. Apalagi jika memperhatikan sejarah dan posisi PBB, yang merupakan perpanjangan tangan dari kepentingan negara yang membidangi lahirnya negara Israel di tahun 1942. Lembaga ini juga menjadi alat perpanjangan negara yang senantiasa melindungi Israel, yakni Amerika.

Keputusan berupa surat perintah penangkapan dari pengadilan kriminal internasional (International Criminal Court/ ICC) yang ditujukan pada perdana menteri (PM) Benjamin Netanyahu juga pada mantan menteri pertahanan Yoav Gallant, telah menunjukkan ketegasan dari sikap Amerika dalam menolak keputusan ICC ini, secara terang benderang.

Mitos Perdamaian Dunia

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa PBB itu disetir oleh Amerika selaku negara adidaya pasca Perang Dunia II. Meskipun ratusan resolusi dewan keamanan telah mengutuk, mengecam dan menuntut kebrutalan zionis dalam me-genosida wilayah Gaza, namun Amerika tetap berdiri kokoh dalam membela anak emasnya, yakni Zionis-Israel. Berbagai kesaksian pejabat militer juga laporan komisi khusus PBB, yang telah membuktikan terjadinya genosida dan pelanggaran HAM keras di Palestina, Amerika tetap tidak mendengar bahkan membela mati-matian anak kesayangannya, Israel.

Jadi, bagaimana mungkin menggantungkan impian atas PBB dalam penyelesaian konflik yang ada di Palestina.

Palestina Butuh Militer dan Khilafah

Kemustahilan dalam mengharap solusi yang diberikan oleh PBB, semakin menyadarkan kita bahwa, Palestina butuh militer dan juga Khilafah. Karena kepemimpinan sekuler tidak akan pernah mengirimkan militernya untuk mengusir zionis Israel dan menyelamatkan rakyat Palestina.

Khilafah adalah ajaran Islam, ia akan tegak dalam sistem yang khas, yang telah ditentukan oleh hukum syara, yakni dalam bentuk institusi kekhilafahan yang akan dipimpin oleh seorang Khalifah.

Kemunculan Khilafah adalah sebuah keniscayaan. Karena Khilafah adalah bisyaroh yang pernah disampaikan oleh Rasulullah Saw., mengimani bisyaroh Rasulullah saw. adalah bagian daripada akidah, meskipun ia dipandang sebagai sesuatu yang utopis hari ini.

Karena bagaimanapun, kaum muslim tidak akan bisa menjadi umat yang satu, dalam sekat nasionalisme. Hanya Khilafah yang mampu menyatukan seluruh negeri kaum muslimin, dan akan membebaskan negeri-negeri yang tersandera, terjajah dan terpuruk secara sistematis. Palestina pun akan terbela melalui militer yang akan diutus oleh Khalifah. Dan itu akan terwujud atas izin Allah SWT. Wallahu a’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Oknum Polisi Pukuli Imam Salat Tarawih

    Soal Oknum Polisi Pukuli Imam Salat Tarawih

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Kapolres Tapsel: Pelaku Akan Diberhentikan SIDIMPUAN, – Kapolres Tapsel AKBP Rizal Engahu akan memberhentikan Bripka Sawal Harahap, oknum polisi yang memukuli M Nabis Batubara, imam salat tarawih, jika terbukti mengalami gangguan kejiwaan. AKBP Rizal Engahu kepada METRO, Selasa (23/7), mengatakan, kejadian itu terjadi di wilayah hukum Polres Psp. Dan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolres Psp […]

  • Serial HUT Madina ke-16: Tiga SKPD Lalai Laporkan Nilai Aset 3 Milyar, Indikasi Korupsi?

    Serial HUT Madina ke-16: Tiga SKPD Lalai Laporkan Nilai Aset 3 Milyar, Indikasi Korupsi?

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kabupaten Mandailing Natal memasuki Hari Ulang Tahun ke-16 pada 9 Maret 2015, dan sejauh itu pula banyak ditemukan indikasi cacat atau penyimpangan di banyak SKPD. Tetapi, pengajuan, persetujuan dan pelaksanan tahapan kegiatan berlanjut seakan tanpa kejutan. Bahkan RPJM Kabupaten, RPJM kecamatan dan RPJM Desa/Kelurahan sudah mencerminkan proyeksi pekerjaan hingga 2016. Catatan dan data evaluatif […]

  • Warga dan Muspika Tinjau Lahan Sangketa Yang Digarap PT.PSU

    Warga dan Muspika Tinjau Lahan Sangketa Yang Digarap PT.PSU

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Warga 4 Desa bersama camat, Danramil dan Polsek Muara Soma kembali melakukan peninjauan lahan adat yang dikuasi PT. PSU di Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal (Madina). Laha-lahan tersebut telah ditanami sawit oleh PT. PSU (PT.Perkebunan Sumatera Utara), padahal lahan-lahan itu sudah bersertifikat atas nama masyarakat. Ke-empat desa itu adalah Desa […]

  • Atika Kutuk Bom di Gereja Katedral Makassar

    Atika Kutuk Bom di Gereja Katedral Makassar

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon wakil bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution mengecam aksi bom di depan gereja Katedral Makassar, Minggu kemarin. Dikatakannya bom bunuh diri di Makassar bukanlah kelakuan terpuji. Itu diungkapkan Atika dalam unggahan di akun Facebook-nya Atika Azmi Utammi, Minggu (28/3/2021). “Saya mengecam keras dan mengutuk perbuatan tak terpuji itu,” katanya. […]

  • Ketua Komisi 1 DPRD Madina Iskandar Hasibuan “Jangan Saling Menyalahkan, Berikan Kepercayaan Kepada Pemerintah”

    Ketua Komisi 1 DPRD Madina Iskandar Hasibuan “Jangan Saling Menyalahkan, Berikan Kepercayaan Kepada Pemerintah”

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN, (Mandailing Online) – Ketua Komisi 1 DPRD Mandailing Natal Iskandar Hasibuan mengharapkan kepada semua pihak, baik itu komponen mana sajapun untuk tidak saling menyalahkan dan mengaku benar, tetapi masyarakat harus memberikan kepercayaan kepada Pemerintah di bawah Kepemimpinan HM Hidayat Batubara – Dahlan Hasan Nasution untuk melanjutkan pembangunan yang telah terlaksana selama ini agar tidak […]

  • Total 15 Desa Diterjang Bandang di Palas

    Total 15 Desa Diterjang Bandang di Palas

    • calendar_month Minggu, 2 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG LAWAS (Mandailing Online) – Berdasar data BNPB, total 15 desa menjadi terjangan banjir bandang di Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara. Desa-desa itu meliputi Desa Tanjung Baru, Muara Malinto, Tandolan, Siadam, Tamiang, Pasar Tamiang, Tanjung Barani, Manggis, Pinarik, Siojo, Paran Manggis, Huta Nopan, Tangga Batu, Paran Dolok, dan Desa Aek Sorik. Banjir bandang terjadi […]

expand_less