Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Madina Bisnis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
  • print Cetak

Oleh: Dahlan Batubara

Jarang ada media massa di daerah yang memfokusakan diri pada berita-berita ekonomi. Termasuk di Mandailing Natal (Madina), Sumut. Sejak era cetak, pun hingga era online masa kini.

Padahal ekonomi termasuk urat nadi kehidupan. Bahkan salah satu dari yang penting dalam hajat hidup masyarakat. Itu yang menjadi alasan kebutuhan berita-berita ekonomi.

Kehadiran media ekonomi di daerah diperlukan untuk menginformasikan fakta-fakta, indikator-indikator, analisis, kajian kelemahan dan peluang ekonomi. Membentuk pemikiran publik, hingga ranah kebijakan pemerintah di sektor ekonomi.

Dinamika ekonomi di satu daerah tidak akan terpamahami secara keseluruhan tanpa media bergenre ekonomi di daerah. Mustahil pula mengharapkan media-media mainstream yang berbasis di ibukota negara atau ibu kota provinsi, karena tak mampu menjangkau daerah secara detail.

Gambaran sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan, perdagangan, industri, distribusi, konsumsi, harga, jasa, pertambangan, pariwisata, infrastruktur, investasi, angka-angka statistik, angkatan kerja, dilema pengangguran, hingga regulasi. Semua memerlukan media ekonomi sebagai saluran informasi.

Daerah ingin ekonominya maju, termasuk Madina. Oleh karena itu semua perlu bergerak bersama, baik pelaku ekonomi, kebijakan daerah dan pergerakan informasi oleh media ekonomi.

Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution sangat memahami pemikiran tersebut
ketika beliau meminta saya membuka media ekonomi. Tahun 2019. Saat beliau menjadi wakil bupati Madina.

Maka lahirlah media bernama Madina Bisnis.

Akibatnya, saat itu, saya menangani dua media: Mandailing Online bergenre sosial politik dan Madina Bisnis bergenre ekonomi. Keduanya dinaungi satu badan usaha: CV. C-Media.

Sebelum itu sebenarnya pernah ada media ekonomi di Madina, nama medianya TONDINTA, lahir tahun 2012, media cetak, berbentuk surat kabar. Terbit dua kali dalam seminggu. Kelahiran koran ini dimotori Ivan Iskandar Batubara, Sobir Lubis dan saya. Saat itu Ivan menjabat ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut. Sobir Lubis ketua Kadin Madina.

TONDINTA hanya terbit selama satu tahun. Alasan berhenti: koran di daerah – apalagi di tingkat kabupaten – nasibnya sulit bertahan lama akibat oplah yang sulit berkembang.

Madina Bisnis yang saya tangani waktu itu pun hanya bertahan dua tahun. Berhenti karena kekurangan personil. Betapa sulitnya mencari wartawan ekonomi. Apalagi nasib media online di daerah belum menemukan pola untuk pemasukan finansial. Perusahaan media online sulit menggaji wartawan. Tak seperti media cetak yang bisa menghasilkan dana dari penjualan koran.

Kini Madina Bisnis sudah dihidupkan kembali. Alhamdulillah. Dinaungi PT. Surya Madina Bisnis. Saya percaya media ini bisa eksis. Mampu berkembang. Karena ditangani figur-figur hebat.

Ditangani langsung Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution selaku komisaris utama. Beliau memiliki saham mayoritas: 50 persen (menjadi 40 % karena 10 % diberikannya kepada anak yatim dan fakir miskin).

Dibantu Miswar Daulay (wakil komut). Beliau tokoh pemikir muda. Memiliki banyak gagasan dan visi yang luas dan jauh.

Ada juga Muhammad Yakuf Hasibuan, aktivis muda, cerdas dan kreatif.  Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan nyaris seluruh kalangan. Jabatan direktur utama sangat sesuai untuknya.

Pun Herman Birje Nasution, tokoh pemikir dan aktivis muda yang cukup cerdas melakukan kajian dan analisa. Beliau menjabat wakil direktur utama.

Juga diperkuat M. Daffa Arinalhaq Nasution yang menjabat wakil direktur utama bidang keuangan. Daffa baru saja menyelesaikan kuliah jurusan Desain Komunukasi Visual di Universitas Mercubuana, Jakarta. Kecerdaanya mungkin turun dari sanga ayah: Surbaini Nasution yang pernah lama sebagai jurnalis bursa saham dan investasi di Jakarta.

Launching media Madina Bisnis dibawah PT Surya Madina Bisnis berlangsung di Panyabungan. Tepatnya di kediaman Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution, Minggu (25/5/2025).

Bupati Madina Saipullah Nasution dalam pidato sambutan di acara launching itu mengungkapkan banyak faktor melatari kendala pembangunan ekonomi di Madina. Diantaranya karena tumbuh sporadis, kurang terencana.

Oleh karena itu, dia berharap Madina Bisnis berbagi peran dengan pemerintah mengembangkan ekonomi. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persoalan Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

    Persoalan Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persoalan yang muncul dalam pengelolaan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Mandailing Natal (Madina) Miswaruddin Daulay menjawab Mandailing Online terkait adanya pungutan pengambilan SK guru honor TKS. “Pada hakikinya ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Pendidikan ini harus kita awasi bersama,” ujarnya. Dewan Pendidikan, jelas Miswar, […]

  • Limbah PT.TBS di Patiluban Diduga Bermasalah

    Limbah PT.TBS di Patiluban Diduga Bermasalah

    • calendar_month Sabtu, 15 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Pembuangan limbah pabrik kelapa sawit milik PT. TBS (Tri Bahtera Srikandi) di  Patiluban, Natal, diduga sembarangan dan membahayakan lingkungan. Itu penialian dari Koordinator investigasi masalah sosial  LSM-KOMUNITAS PEMERHATI LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA (LSM-KPLHI), Salman Rais Daulay,S.sos yang melakukan investigasi ( 12/04) di lapangan. LSM itu menemukan limbah yang sudah membeku di […]

  • Kapolresta Medan Minta Maaf Atas Penembakan Office Boy BRI

    Kapolresta Medan Minta Maaf Atas Penembakan Office Boy BRI

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga menyampaikan turut berdukacita dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat khususnya keluarga almarhum Darmawan (23) warga Tembung, Kabupaten Deli Serdang yang tertembak Selasa kemarin. Dalam pernyataan yang disampaikannya melalui pesan singkat SMS di Medan, Rabu, 1 Juni 2011, Kapolresta mengatakan, penegakan hukum terhadap oknum petugas kepolisian itu akan tetap […]

  • Wabup Atika: Pemkab Madina Bercita-cita Jadi Pionir Inovasi di Sumut

    Wabup Atika: Pemkab Madina Bercita-cita Jadi Pionir Inovasi di Sumut

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan bahwa Pemkab Madina bercita-cita menjadi pionir inovasi di Sumatera Utara (Sumut). Hal itu disampaikan Atika usai berkunjung ke Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Selasa (22/2) kemarin. “Kami bercita-cita agar Mandailing Natal bisa jadi pionir inovasi di […]

  • Kholidah, Penyuluh Pertanian dari Madina Diundang ke Istana Negara Jakarta

    Kholidah, Penyuluh Pertanian dari Madina Diundang ke Istana Negara Jakarta

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang petugas Penyuluh Pertanian Lapangan dari Kabupaten Mandailing Natal bernama Kholidah diundang Presiden Jokowi ke Istana Negara di Jakarta. Kholidah selama ini tercatat sebagai petugas PPL yang bertugas di Kelurahan Siabu, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina). Dia dinobatan sebagai salah satu PPL kategori PNS teladan tingkat nasional, sehingga di hari peringatan […]

  • Tidak Semua Dana ADD Untuk Pembangunan Desa

    Tidak Semua Dana ADD Untuk Pembangunan Desa

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dari total dana untuk Anggaran Dana Desa (ADD) untuk tiap desa, tidak semuanya dialokasikan bagi pembangunan desa, sebab sebagaian besar diperuntukkan bagi honor aparat serta ATK kantor desa. Alokasi pembangunan desa dari dana ADD itu tak bisa dipatok. “Kita mengambil contoh misalnya desa itu menerima Rp.48 juta (ADD) dalam satu […]

expand_less