Pemindahan Pedagang Untuk Tata Kota Panyabungan yang Nyaman dan Bersih

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jalan keliling kawasan pasar lama Panyabungan selama ini kumuh dan sumpek merusak citra ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) itu.
Di sisi lain, kota Panyabungan sebagai wajah ibu kota kabupaten harus berbenah, menata diri menuju kota yang nyaman dan bersih.
Kekumuhan jalan kelilinng itu akibat aktivitas pasar tidak teratur, jorok dan kumuh. Lapak-lapak pedagang tumpah ruah di badan jalan.
Pedagang berjualan tidak pada tempatnya, menumpuk barang, tidak memiliki lapak yang jelas, sehingga membuat pasar terlihat tidak teratur, sempit, sesak.
Pasar keliling ini adalah sisa dari program pemindahan seluruh pedagang pasar lama Panyabungan ke Pasar Baru Panyabungan era tahun 2000-an.
Masa itu pasar bawah dan pasar balairung di kawasan pasar lama berhasil dipindahkan ke Pasar Baru Panyabungan. Tetapi pedagang pasar keliling tetap membuka lapak di pasar keliling diluar pengaturan Pemkab Madina.
Tahun ini, sebagai rangkaian penataan kota, Pemkab Madina membuka lokasi pasar di lahan bekas bioskop Tapanuli, dinamai Pasar Tapanuli, sekitar 300 meter dari jalan keliling.
Pasar Tapanuli ini diplot untuk menampung pedagang dalam program pemindahan pedagang dari jalan keliling.
Titik jalan keliling ini menjadi satu dari beberapa prioritas penataan kota Panyabungan oleh Pemkab Madina.
Tetapi, program pemindahan pedagang dari jalan keliling belum membuahkan hasil. Sebagian pedagang sudah pindah ke Pasar Tapanuli, namun masih banyak juga pedagang yang bertahan di jalan kelilling dengan cara menyewa teras toko dan teras rumah-rumah di sepanjang jalan keliling.
Akibatnya, pedagang yang pindah ke Pasar Tapanuli dan yang bertahan di jalan keliling sama-sama mengeluh. Volume penjualan sama-sama menurun karena pengunjung pasar terbelah menjadi dua titik.
Oleh karena itu, Bupati Madina Saipullah Nasution dalam dialog dengan pedagang Jum’at (26/9/2025) lalu berharap kepada pedagang yang bertahan di jalan keliling agar bersedia memindahkan lapak ke Pasar Tapanuli.
Bahkan bupati menggratiskan biaya lapak selama 3 bulan di Pasar Tapanuli sebagai sitimulus.
Keseriusan pemindahan ini menjadi penting dalam menata kota Panyabungan menuju kota yang nyaman dan bersih.
Bupati menyatakan, penataan kota Panyabungan merupakan prioritas, karena statusnya ibu kota kabupaten.
Bupati berharap kepada pedagang yang bertahan di jalan keliling turut berpartisipasi membantu pemda dalam penataan kota Panyabungan dengan cara pindah ke Pasar Tapanuli.
Para pemilik toko dan rumah di sepanjang jalan keliling juga diimbau bupati agar tidak lagi menyewakan lapak kepada pedagang sayur mayur dan basah. (dab)
