Besok Komisi III DPRD Madina Tinjauan Lapangan Proyek Jalan Pintu II Kantor Bupati yang Baru Berapa Bulan Selesai Sudah Retak
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month Senin, 10 Nov 2025
- print Cetak

Beton tanpa tulangan yang retak di proyek peningkatan jalan utama komplek perkantoran payaloting, Madina. ( 10/11/2025 )
Panyabungan ( Mandailing Online ): Terkait proyek peningkatan Jl. Utama Komplek Perkantoran Payaloting (Pintu II) senilai Rp.1.977.000.000 baru beberapa bulan seleai nanun sudah retak di bagian bahu jalan beton tanpa tulangan. Komisi III DPRD Madina akan melakukan kunjungan lapangan. Hal ini diungkapkan Teguh W Hasahatan selaku Wakil Ketua Komisi III DPRD Madina didampingi anggota Komisi Bahran Saleh Daulay, Binsar Nasution, Khairul Anwar Hasibuan, Suhelmi Sahputra usai melaksanakan rapat komisi membahas banyaknya kegiatan fisik yang sumber dananya dari APBD tahun 2025 yang belum selesai sementara tahun berakhir 2025 sisa 2 bulan lagi.
”Ini adalah bagian dari pengawasan kami di legislatif untuk memastikan semua pembangunan proyek ini berjalan maksimal sesuai dengan sebagaimana mestinya,” ungkapnya Teguh Senin 10/11/2025
Tinjauan lapangan ini kata Teguh, Legislatif ingin memastikan anggaran Pemerintah ini tepat sasaran, tepat penggunaannya dan tepat waktu pengerjaannya.
Selain meninjau proyek jalan utama pintu II Kantor Bupati, Komisi III akan meninjau sejumlah proyek lain termasuk diwilayah Pantai barat.
Diketahui proyek peningkatan Jl. Utama Komplek Perkantoran Payaloting (Pintu II) senilai Rp.1.977.000.000 dikerjakan oleh Pt.Gashabat Sukses Mandiri.
Proyek itu sendiri difungsikan bulan September lewat. Namun baru berapa bulan proyek itu terjadi keretakan dibagian bahu jalan.
Kabid Binamarga Dinas PUPR Madina Rajab Nasution yang dikonfirmaai mengaku proyek itu masih dalam tahap pemeliharaan.
” Bahu jalan beton tanpa tulangan yang retak karena bukan beton struktur. retak yang terjadi karena retak susut beton dan hal biasa dalam struktur beton,” kata Rajab Senin 10/11/2025
Rajab menjelaskan bahwa ini tahap opserpasi apa kondisi retakna agar bisa dianalisa penangnanya.
” yang jelas kita sudah sampaikan ke perusahaan yang melakukan pekerjaan agar di perbaiki karena masih tahap pemeliharaan,” jelas Rajab.( napi)
- Penulis: Muhammad Hanapi

