Kamis, 19 Mar 2026
light_mode

Dua Supir ALS Tersangka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 1 Jul 2011
  • print Cetak


MEDAN –
Kepolisian menetapkan tersangka terhadap supir I dan II Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) tujuan Medan-Bengkulu yang masuk jurang di Kawasan Aek Latong, kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menewaskan 19 orang penumpangnya pada Sabtu (25/6) lalu.

“Saat ini supir I bernama Unggul dan supir II, Rahmat masih diburu pihak kepolisian di wilayah Sumut dan Riau, setelah kabur pada peristiwa maut itu,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso, Jumat (1/7) di Mapolda Sumut.

Dikatakan Heru, dua supir yang ditetapkan tersangka dijerat dengan pasal 359 KUHPidana tentang kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain/meninggal dunia.

Untuk dua kernetnya, Rizal (25) warga Kota Nopan Kabupaten Madina dan Hamzah Lubis (23) warga Muara Siponggi Kota Nopan Kabupaten Madina, sudah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi oleh Polres Tapsel.

Selain dua kernet, polisi juga sudah meminta keterangan Kepala Cabang Loket ALS Padangsidempuan dan Medan. Hasil keterangannya dua Kacab Loket ALS menyebutkan, sesuai laporan bahwa jumlah penumpang sebanyak 44 orang. Namun dilapangan jumlah penumpang 65 orang. ” Artinya, supir masih mengangkut atau menerima penumpang diperjalanan,” kata Heru.

Dalam penyelidikan kasus ini, telah dibentuk tim khusus gabungan Polisi, Dinas Perhubungan (soal kelayakan bus) dan pihak PU ( kaitan dengan kondisi jalan). Soal santunan kepada korban, Heru Prakoso mengatakan sudah diberikan oleh pihak Jasa Raharja.

Peristiwa maut tersebut berawal sekira delapan kilometer sebelum Aek Lotung bus sempat mogok, Sabtu (25/6) kira-kira pukul 01.00 WIB. Kemudian diperbaiki dan mendekati Aek Lotung supir meminta sebagian dari 65 penumpang turun agar beban bus tidak terlalu berat sebab jalanan mendaki.

Beberapa penumpang terdiri dari kaum lelaki dewasa turun dan bus mulai mendaki jalanan yang licin. Ditengah jalan, bus tak kuat melanjutkan perjalanan dan kendaraan mundur hingga tercebur ke sungai dan 19 penumpang didalam bus meninggal dunia.

Ke-19 korban masing- masing Poppy Mustika (9), Maulida Asmara (30), Putri Balkis (15), Eka Santi (31), Adinda Pratiwi (5), Refki Anugerah (2), Dahniar (56), Asica Azhara (7), Desi Indriani (30), Yuni Sipiani (3), Weni (5), Dimas (3), Dedi (40), Rismawati (55), Kumala Sari (11), Rohana (46) dan Husni Amelia (9) Siti Rahayu (30) dan Desi Trifiona (4). Dan seluruh korban telah dikebumikan oleh pihak keluarga. (fer/tribun-medan.com)
Sumber : Tribunnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Melawan Hukum, Polisi Belum Tindak PT Jaya Kontruksi

    Diduga Melawan Hukum, Polisi Belum Tindak PT Jaya Kontruksi

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online )- PT Jaya Kontruksi selaku kontraktor pembangunan Jalan Lintas Sumatera di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kuat dugaan telah melakukan tindakan melawan hukum dengan menggunakan material galian C tanpa izin. Dugaan tersebut berasal dari operasional penambangan galian C tanpa izin di Sungai Batang Gadis Desa Pidoli Lombang Kecamatan Panyabungan dan Desa Simalagi Kecamatan […]

  • Megakorupsi Rp47 Triliun di Sumut

    Megakorupsi Rp47 Triliun di Sumut

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut terkait dugaan penyelewengan Rp47 triliun anggaran yang dilakukan 29 pemerintah daerah di Sumut dan dua perusahaan daerah, membuat sejumlah penegak hukum di Sumut terperangah dan mulai sibuk mengusutnya. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Oegreseno yang dihubungi koran ini Kamis (9/12), berjanji ikut […]

  • Tokoh Masyarakat Pilih Saipullah untuk Lanjutkan Pembangunan Pantai Barat

    Tokoh Masyarakat Pilih Saipullah untuk Lanjutkan Pembangunan Pantai Barat

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Tokoh masyarakat di wilayah pantai barat Mandailing Natal (Madina) menilai Saipullah Nasution sebagai sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan di kabupaten paling selatan Sumatera Utara ini. Mereka yakin Saipullah sebagai birokrat yang bakal mampu melanjutkan pembangunan Madina, khususnya di wilayah pantai barat. “Pak Saipullah itu birokrat senior di pemerintahan pusat. Pernah […]

  • Atika dan Rasionalitas Kebangkitan Ekonomi

    Atika dan Rasionalitas Kebangkitan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 9 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Roy Samsuri Lubis Editor / Pegiat Literasi Satu bulan jelang Pilkada Madina 2020 riuh politik semakin terasa. Cara-cara kampanye semakin beragam. Mulai dari yang sesuai aturan sampai kampanye hitam. Tentu saja menyerang pribadi para calon tak lepas dari terjangan netizen atau simpatisan lawan politik. Pilihan, katanya, masih menunggu arahan dari Bung Karno dan […]

  • 1,5 Juta Peserta Tes CPNS

    1,5 Juta Peserta Tes CPNS

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Yang Lolos 65 Ribu Sebagian Wilayah Timur Tunda Pengumuman JAKARTA – Kendati pengumuman hasil tes kompetensi dasar (TKD) CPNS akan dilakukan serentak pada 24 Desember, namun sebagian wilayah timur Indonesia tidak bisa melaksanakannya. Rencananya diundur hingga pekan kedua Januari. “Ada beberapa daerah yang tidak bisa diumumkan hasil TKD-nya besok. Terutama di wilayah timur seperti Papua […]

  • Alhamdulillah, Harga Karet Terus Bergerak Naik

    Alhamdulillah, Harga Karet Terus Bergerak Naik

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lagi-lagi harga karet alam bergerak naik di tingkat petani di Mandailing Natal (Madina). Pantauan  di pusat penjualan karet alam di Gunung Tua, Panyabungan, Kamis (28/4/2016), harga berada di Rp.8.200 per kilo gram untuk harga terrendah dan Rp.8.800 per kilo gram untuk harga tertinggi. Posisi itu mengalami kenaikan sekitar 700 rupiah dari […]

expand_less